Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Berjuang lebih keras


__ADS_3

"Tidak Nobita... kenyataannya aku memang tidak berguna... aku lemah...," jawab Shizuka.


"Tidak... itu tidak benar.... kamu tidak boleh berkata seperti itu ...," Nobita tidak berhenti menyemangati Shizuka.


"Shizuka, ayo segera kamu masuk kelas...nanti terlambat...," nada suara Nobita berubah menjadi lebih cepat karena melihat jarum jam yang menandakan sebentar lagi kelas akan di mulai.


"Kamu pergi saja ke kelas mu Nobita... hari ini aku tidak kuliah.... mungkin besok dan seterusnya aku juga tidak akan kuliah lagi....," Shizuka benar benar frustasi.


"Apa maksud kamu Shizuka??? kamu tidak boleh menyerah seperti itu... kita masih bisa tetap berusaha...," jawab Nobita.


"Tidak Nobita... sudah tidak ada usaha yang mampu di lakukan untuk membayar hutang pendidikan ku.... memang seharusnya aku berhenti kuliah... aku tidak pantas kuliah...hi..hi..hi..," Shizuka mulai menangis sambil berlari meninggalkan ruangan itu.


"Shizuka.... tunggu.... kamu mau kemana...??" panggil Nobita yang tidak di gubris oleh Shizuka.


"Nobita ... kamu mau kemana??? ayo cepat masuk kelas ...," seru Riko kepada Nobita ketiak Nobita hendak mengejar Shizuka.


"Iiiii....iiiya.... Riko......," Nobita akhirnya berputar arah dan berhenti mengejar Shizuka kemudian berlari menuju ke kelas.


Di dalam kelas Nobita tidak bisa berhenti memikirkan Shizuka, dia takut jika Shizuka akan bertindak macam macam. Pulang dari kuliah Nobita berniat untuk mendatangi rumah Tuan Yoshio.

__ADS_1


Siang telah tiba dan kelas telah usai, Nobita berjalan terburu buru keluar dari kampus.


Langkahnya begitu tergesa gesa karena khawatir akan keadaan Shizuka.


Segera dia cari ojek online untuk dia tumpangi menuju rumah Shizuka.


Sepuluh menit kemudian Nobita telah sampai di tempat tujuan. Dia segera berjalan menuju area pagar dan membukanya ketika dia lihat pagar itu tidak terkunci.


Ting....tong.....


Bel berbunyi ketika jemari Nobita menekannya.


Ting ..tong.....


Lagi lagi tidak ada jawaban, justru ponsel Nobita yang berdering tanda ada pesan masuk.


"Pulang lah.... kamu tidak perlu ikut menanggung beban hidupku Nobita...."


Satu pesan singkat dari Shizuka yang rupanya mengetahui jika Nobita datang ke rumahnya.

__ADS_1


"Keluarlah Shizuka... ku mohon... aku ingin bertemu denganmu...aku takut terjadi apa apa sama kamu...," balas Nobita.


"Aku lagi tidak ingin bertemu dengan siapa siapa Nobita, aku ingin sendiri...kamu pulanglah... ku mohon...," Shizuka tetap menolak untuk menemui Nobita.


"Kamu jangan bersedih, kita masih bisa berusaha. Aku akan berjuang lebih keras... kita pasti bisa...," balas Nobita lagi.


"Bodoh kamu itu Nobita... kenapa dari dulu kamu tidak berubah...kamu juga berhak menikmati semua kerja kerasmu... kamu nggak sepantasnya ikut berkorban untuk masalahku...," balas Shizuka.


"Tidak Shizuka... aku akan merasa bodoh jika melihatmu menderita dan aku diam saja... aku datang ke Indonesia hanya untuk mencari mu ... karena ingin bersamamu...," seru Nobita.


"Bodoh... benar benar bodoh... pulanglah Nobita...," balasan Shizuka yang terakhir karena setelah itu Shizuka mematikan ponselnya.


"Aku akan berjuang lebih keras untuk kamu Shizuka, aku akan buktikan kalau kita pasti mampu melewati semua ini..." kata Nobita pada diri sendiri sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding di depan pintu rumah Shizuka.


Hampir dua puluh menit Nobita bertahan di sana. Berharap Shizuka akan berubah pikiran.


Sementara di balik tirai, Shizuka mengamati aksi Nobita. Dalam hatinya sungguh terharu dan merasa tersanjung atas pengorbanan Nobita selama ini.


Sebenarnya dia sungguh beruntung karena ada seorang pria yang mencintainya sepenuh hati dan rela berkorban apapun untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2