Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Kencan Pertama


__ADS_3

"Aku pakai baju yang mana ya..?? bingung...", kata Shizuka yang sedang berdiri di depan almari.


Dari tadi dia belum menemukan baju yang cocok untuk kencan pertamanya dengan Nobita.


Padahal Shizuka juga sering di ajak Roy pergi berdua, tapi tidak sebingung ini memilih pakaian.


Hingga akhirnya ketemulah dia dengan sebuah dress berwarna merah muda berlengan pendek setinggi lutut.


 


Lain halnya dengan Nobita yang lagi lagi meminta sahabatnya mengeluarkan stok baju satu toko dari kantong ajaib Doraemon.


"Ini sudah baju yang ke 99 Nobita....cepat kamu pilih yang mana??", tanya Doraemon kesal.


"Aku masih belum menemukan yang cocok...", jawab Nobita.


"Sampai kapan?", tanya Doraemon lagi.


"Sampai ketemu lah...", jawab Nobita seenaknya.


Setelah satu jam mengobrak abrik kantong ajaib Doraemon, akhirnya Nobita menemukan baju pilihannya.


"Gimana ... aku keren atau tidak??", tanya Nobita dengan percaya diri.


"Iya ... keren... ", jawab Doraemon datar sambil memunguti baju yang berserakan di lantai.


"Yang benar Doraemon, kamu perhatikan betul betul ke arah sini..", kata Nobita.


"Iya... iya... keren banget itu Nobita", jawab Doraemon untuk melegakan hati sahabatnya. Karena jika dia menjawab tidak keren, mungkin Nobita akan menyuruhnya mengeluarkan kostum lagi.

__ADS_1


"Terima kasih Doraemon, memang sebenarnya aku sudah keren dan ganteng sejak lahir....", Nobita membanggakan dirinya sendiri.


"Terserah kamu saja lah..!!", jawab Doraemon tak mau meladeni omongan konyol sahabatnya.


-------


Malam telah tiba, sudah waktunya Nobita menjemput Shizuka.


Kali ini Nobita tidak merepotkan sahabatnya untuk mengeluarkan benda ajaib, karena dia lebih memilih naik taxi online.


Setelah sampai ke restoran yang di tuju, Nobita turun dengan menggandeng tangan Shizuka.


Namun bukan Nobita namanya kalau tidak ceroboh. Niat hati ingin menggandeng Shizuka agar terlihat mesra dan gagah seperti pria dewasa dan romantis, yang ada malah dia menabrak pintu kaca yang dia kira tidak ada pintunya.


Bruuuuugh...


"Saaaakiiiit",


Malu tidak kepalang ketika para pengunjung lain memperhatikan.


Namun Nobita kembali bersikap tenang dan kembali berjalan sampai ke kursi tujuan yang sudah dia pesan.


Kursi Shizuka lebih dulu dia geser agar Shizuka duduk duluan, dan setelah Shizuka duduk barulah dia menyusul duduk di depannya.


Sampai situ semua lancar tanpa masalah, meski Nobita harus menahan keningnya yang masih pusing.


"Kenapa? pusing?", tanya Shizuka sambil memegang kening Nobita.


Keringat dingin mulai keluar di tubuh Nobita ketika tangan Shizuka menyentuh keningnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, apa Shizuka akan mencium keningku seperti di film film ya...??


Tidak... tidak... bukan Shizuka, harusnya aku yang menciumnya...


Tapi bagaimana jika Shizuka marah??


Tidak ... tidak... aku tidak ingin mengacaukan pertemuan ini...


Doraemon.... tolong aku... beri aku mesin pembaca pikiran agar aku bisa tahu apa yang di inginkan Shizuka..." , sambil memejamkan mata Nobita memikirkan semuanya.


"Nobita... Nobita ... kamu baik baik saja kan?", tanya Shizuka berulang kali.


Secepat mungkin Nobita membuka mata dan bangun dari imajinasinya.


"Iiiii....iiiya Shizuka, ada apa? apa kamu tadi memanggilku??", tanya Nobita gelagapan.


"Iya .... kamu kenapa keringetan gitu? kamu sakit?", tanya Shizuka.


"Enggak kok, aku baik baik saja ... aku hanya gugup... kamu tau sendiri kan , aku tidak pernah makan berdua dengan seorang gadis..hihihi...", kata Nobita sambil menggaruk rambutnya.


"Nobita......", jawab Shizuka yang tersanjung dengan ucapan Nobita.


Setelah selesai ngobrol, keduanya akhirnya mencicipi makanan yang sudah di pesan oleh Shizuka.


"Haaaaaahhhhh, apa ini???", tanya Nobita dengan ekspresi wajah mematung.


"Bakso urat...", jawab Shizuka.


"Tiii...daaakkk...", Nobita seketika langsung berteriak.

__ADS_1


__ADS_2