Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Kembali ke Jepang


__ADS_3

"Apa Nobita???" tanya Shizuka.


"Emmm... itu aku sudah tidak sabar ingin makan masakan ibu......," kata Nobita sambil merengek.


"Haaa...?? masakan ibu...?? bukankah pesawat kita berangkat besok pagi..?? jadi nanti malam kita masih di sini...," jawab Shizuka.


"Siapa bilang??? " kata Nobita.


"Ya... kata aku sendiri karena barusan aku lihat jadwal penerbangan di Bandara Juanda..." jawab Shizuka.


"Siapa bilang kita kembali ke Jepang naik pesawat dari Bandara Juanda...??" tanya Nobita.


"Terus kita mau naik apa?? " Shizuka balik bertanya.


"Ya tentu saja naik alat canggih dari kantong ajaib Doraemon....," jawab Nobita keceplosan.


Padahal rencananya dia ingin memberi kejutan kepada Shizuka.


"Alat ajaib??? benarkah??? kalau begitu ayo cepat kita selesaikan tugas kita ... aku sudah rindu teman teman di sana....," kata Shizuka yang sudah tidak sabar ingin kembali ke Jepang.


Shizuka menarik tangan Nobita dan mengajaknya ke ruang dosen untuk mengurus persyaratan pindah mereka.


Hari sudah siang dan semua persyaratan sudah lengkap. Shizuka sudah tak sabar ingin segera bertemu Doraemon agar menunjukkan alat ajaibnya.


Sebelum pulang ke rumah, Shizuka ikut Nobita ke kostnya.


Di sana Nobita mengemas barang barang dan berpamitan kepada ibu kost.


Tak lupa juga, Nobita menghampiri pak Suwito mantan bosnya sekaligus pemilik kedai.


Nobita berpamitan, dan tanpa dia duga ternyata pak Suwito sudah mempersiapkan sejumlah uang untuk Nobita.


"Ini uang apa pak?? ," tanya Nobita.

__ADS_1


"Anggap aja ini dana untuk pembayaran kedai usahamu..Strowbery kocok dan mie olahan Jepang kan resep dari mu Nobita..?? dan aku hanya menyediakan tempat, sementara alatnya adalah milikmu...sekalian uang ini itung itung buat nambah bayar ongkos pesawat...," jawab pak Suwito.


"Tapi pak, dulu aku pernah berhutang..dan angsuranku belum lunas??," tanya Nobita menjelaskan waktu dulu pernah meminjam uang enam puluh juta ketika membantu melunasi hutang keluarga Shizuka.


"Tidak apa apa Nobita, aku sungguh beruntung bertemu denganmu...kamu banyak membawa hoki untuk usahaku..terima lah ini, setelah kembali ke Jepang kita tidak mungkin bertemu lagi..tolong terima lah...," kata pak Suwito.


Merasa tidak enak sendiri, akhirnya Nobita menerima sejumlah uang dari pak Suwito yang katanya itung itung buat nambah ongkos pesawat. Nobita tertawa geli mendengar hal itu, pasti banyak yang menyangka mereka kembali ke Jepang naik pesawat di bandara dengan biaya yang mahal...padahal naik benda ajaib milik Doraemon..


Hari sudah mulai sore, Nobita selesai berpamitan kepada orang terdekatnya. Kini giliran Shizuka.


Mereka bertiga berpamitan kepada Tuan Yoshio dan Nyonya Michiko.


"Paman titipkan Shizuka kepadamu Nobita, kami percaya kamu laki laki baik baik... jangan kecewakan dia...," kata ayah Shizuka kepada Nobita dengan rasa yang berat melepas kepergian putrinya.


"Iya paman...aku akan jaga Shizuka...dan tidak akan mengecewakannya..apalagi membuatnya bersedih..," jawab Nobita.


"Iya ..terima kasih.. tadi bibi juga sudah menelepon ibumu..," sahut Nyonya Michiko.


"Shizuka.. kamu hati hati di sana ya...jangan lupa sering sering menelpon ke sini...kami pasti sangat kesepian dan merindukan kamu," kata ibu Shizuka kepada putrinya dengan mulai berlinang air mata.


"Iya ibu... aku juga pasti sangat merindukan kalian...," kedua nya berpelukan.


"Nobita...apa benar kamu akan menaiki pesawat milik Doraemon??", tanya Tuan Yoshio.


"Benar paman... setelah ini alat itu akan di keluarkan dari kantong ajaib Doraemon," Nobita menjawab pertanyaan ayah Shizuka.


"Ayo ..Doraemon..kamu keluarkan alat itu...," kata Nobita kepada Doraemon.


"Baik.... Mesin kapal udara......," kata Doraemon.


Sebuah benda kecil unik menyerupai pesawat keluar dari kantong ajaibnya.


"Cepat besarkan alat itu Doraemon...," seru Nobita.

__ADS_1


"Baiklah...," jawab Doraemon, dan dalam beberapa detik kemudian mesin itu membesar sehingga muat di naiki mereka bertiga.


"Ayo masuk... Nobita... Shizuka....," kata Doraemon.


"Tunggu....", terdengar ada satu teriakan dari seseorang.


"Itu ayah Roy," kata Nobita.


"Iya betul," sahut Shizuka.


"Tunggu Shizuka, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan...," ucap ayah Roy .


"Iya paman..ada apa?," tanya Shizuka.


"Paman ingin menyampaikan pesan Roy kepadamu..dia ingin meminta maaf atas kesalahannya..juga kepada Nobita...dan mereka titip ini untuk kalian....," kata ayah Roy sambil menyerahkan sebuah kotak kecil.


Shizuka menerima kotak kecil yang terbungkus itu, dan menyimpannya di dalam tas.


"Maaf semuanya, kita harus segera berangkat... kapal udara ini tidak bisa menunggu lama..," kata Doraemon.


"Baiklah..ayo Shizuka... semuanya....kami pamit yaaa... maaf jika ada kesalahan yang pernah saya lakukan..sampai jumpa...," Nobita berkata sambil melambaikan tangan karena sudah berada di dalam kapal udara berpintu kaca itu.


"Selamat tinggal semuanya..sampai jumpa lagi...Shizuka pamit yaa... daaa...," Shizuka juga melambaikan tangan kepada orang tuanya dan juga ayah Roy.


Mereka bertiga akhirnya mengudara dan hilang di telan awan dalam waktu beberapa menit kemudian.


Ibu Shizuka kembali menitikkan air mata.


"Sudah bu..jangan menangis... itu sudah menjadi keputusan terbaik untuk putri kita...," kata Tuan Yoshio menenangkan istrinya.


"Oh iya Tuan...sejak kapan anda memiliki pesawat jet pribadi ..???" pertanyaan ayah Roy tiba tiba menimbulkan tawa bagi kedua orang tua Shizuka yang sempat bersedih.


"Pesawat jet pribadi???" semua itu gara gara ulah Nobita yang selalu minta ini dan itu kepada Doraemon.

__ADS_1


__ADS_2