
Hari sudah mulai sore, matahari semakin menenggelamkan tubuhnya. Nobita mulai merasa lelah, begitu juga dengan Doraemon.
Lelah dan mengantuk itulah yang di rasakan Nobita.
"Doraemon... aku ngantuk. Malam ini kita akan tidur dimana Doraemon?" tanya Nobita.
"Aku juga tidak tahu Nobita, kita tidak mengenal siapa siapa di sini" jawab Doraemon.
"Kita harus punya tempat tinggal di sini selama kita masih belum menemukan Shizuka" Nobita mengutarakan pemikirannya.
"Ayolah Doraemon, lakukan sesuatu.. cari benda di kantong ajaib mu" rengek Nobita sambil menepuk nepuk kedua pundak Doraemon.
"Iya.. iya.. tunggu dulu. Aku akan berpikir benda apa yang harus aku keluarkan dari kantong ajaib ku" Doraemon menuruti kemauan Nobita.
Hingga akhirnya beberapa menit kemudian Doraemon menemukan sesuatu.
"Mobil serbaguna" ucapan Doraemon di barengi dengan suatu benda yang keluar dari kantongnya.
"Waaah.. apa itu Doraemon? seperti mobil mainan" Nobita penasaran.
"Ini mobil serbaguna, ayo ikut aku masuk" ajak Doraemon.
"Jangan bercanda Doraemon ,benda ini kecil lalu bagaimana kita masuk?" tanya Nobita yang merasa tidak paham dengan kemauan Doraemon.
"Oo.. iya. aku lupa. Ini seperti mesin kapal udara kemaren Nobita, bisa berubah menjadi kecil dan bisa menjadi besar. Sekarang aku mau membesarkan dulu benda ini agar nanti kita bisa masuk" Doraemon memberi penjelasan.
Nobita hanya diam menunggu apa yang di lakukan Doraemon. Tidak butuh waktu lama, benda kecil tersebut berubah menjadi sebuah mobil besar yang bisa di masuki Nobita dan Doraemon.
"Ayo ikut aku!" ajak Doraemon. Nobita hanya menurut dan berjalan membuntuti Doraemon.
Setelah sampai di dalam mobil tersebut Nobita terkejut,
__ADS_1
"Waaah, hebat Doraemon. Isi mobil ini seperti sebuah rumah. Ada tempat tidur , ada kamar mandi dan ada dapurnya juga.. ha.. ha.. ha.. aku suka Doraemon"nNobita sangat senang.
"Iya ini namanya mobil serbaguna, tapi mobil ini hanya bisa bertahan enam jam untuk menjadi besar. Setelah lewat enam jam, mobil ini akan otomatis mengecil dengan sendirinya. Dan butuh waktu enam jam berikutnya untuk di rubah menjadi besar lagi." Doraemon memberi penjelasan kepada Nobita.
"Oh seperti itu ya, tapi tidak apa apa Doraemon dari pada kita tidak punya tempat tinggal. Sekarang aku mau tidur dulu, aku ngantuk" ucap Nobita dan pada detik selanjutnya sudah terdengar dengkuran dari mulutnya karena matanya sudah terpejam.
"Dasar Nobita, si tukang tidur" Doraemon bergeming sendiri.
Keduanya sama sama istirahat. Waktu menunjukkan pukul 04.00 sore Waktu Indonesia Barat.
Tepat pada pukul 22.00 malam mereka harus keluar dari mobil tersebut karena benda ajaib itu akan mengecil dengan sendirinya.
Waktu berlalu begitu cepat, dan alarm berbunyi pada tombol pintu mobil ajaib tersebut menandakan bahwa lima belas menit lagi mobil itu akan mengecil.
Doraemon yang semula juga ikut ketiduran sekarang bangun lebih awal karena mendengar bunyi alarm tersebut. Dia segera membangunkan Nobita dan mengajaknya bersiap siap keluar.
"Nobita ayo bangun cepat kita keluar dari mobil ini, sebentar lagi mobilnya mengecil" suara Doraemon terdengar dengan volume yang tinggi.
Nobita menggeliat dan susah bangun ,hingga akhirnya Doraemon berhasil membangunkan Nobita dengan sempurna.
"Iya cepetan" seru Doraemon.
Lima menit kemudian Nobita keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dan juga ganti pakaian. Doraemon mengajaknya segera keluar, namun Nobita masih mempunyai satu keinginan.
"Tunggu Doraemon, aku lapar. Aku mau mencari sesuatu di kulkas untuk aku makan" kata Nobita.
"Iiih. dasar kamu tukang makan" jawab Doraemon.
Nobita menemukan beberapa kue dan pancake di kulkas, dengan cepat dia melahap semuanya.
Karena waktu sudah semakin mepet, Doraemon menarik tangan Nobita untuk segera keluar. Tangan Nobita pun dengan cepat juga menarik seisi makanan yang ada di kulkas.
__ADS_1
Saat tiba waktunya mobil itu mengecil, Doraemon dan Nobita sudah berada di luar dengan kopernya.
Nobita mengeluh, "Yaaah Doraemon, kenapa kue nya juga ikut mengecil?"
"Tentu saja Nobita, semua akan kembali seperti semula" jawab Doraemon.
Sejak saat itu Doraemon dan Nobita menjadikan mobil ajaib itu sebagai tempat tinggal sekaligus alat transportasi untuk menyusuri kota Surabaya.
Di kala siang benda itu menjadi mobil, dan di kala malam benda itu menjadi rumah. Begitu seterusnya hingga dua bulan lewat.
Nobita merasa lelah dan mulai menyerah, dia ingin kembali saja ke Jepang dan berhenti mencari Shizuka.
Namun ketika dia sudah berada di titik ke putus asaan, justru dia di tunjukkan pada sesuatu dimana sepasang matanya menangkap wajah Shizuka. Pujaan hatinya tersebut sedang berada PTC ( Pakuwon Trade Center) salah satu mall di Surabaya.
"Shizuka... itu Shizuka Doraemon!" teriak Nobita.
Doraemon segera memastikan jika Nobita tidak sedang berhalusinasi. Dan ternyata yang di jumpai Nobita benar benar Shizuka.
Nobita berlari kencang mendekati Shizuka dan memanggil namanya. Shizuka pun sangat terkejut dengan kehadiran Nobita.
"Nobita...." kata Shizuka.
" Kamu..."
Nobita langsung memotong perkataan Shizuka, "Aku mencari mu Shizuka, dua bulan lebih aku mencari mu, jangan tinggalkan aku lagi Shizuka. Aku menyukaimu , aku mencintaimu sejak dulu, sekarang dan nanti..."
Shizuka tidak di beri kesempatan berbicara karena Nobita sangat antusias mengungkapkan perasaannya.
Ketika Shizuka hendak membuka mulut, tiba tiba terdengar suara klakson dari sebuah mobil.
Shizuka menoleh ke arah mobil itu dan berlari menuju mobil tersebut. Tak lama kemudian dia masuk dan melambaikan tangannya kepada Nobita.
__ADS_1
Nobita hanya bisa terdiam mematung. Lidahnya tiba tiba beku menyaksikan kepergian Shizuka meninggalkannya. Apalagi seseorang yang ada di mobil tersebut adalah seorang laki laki.
" Apa dia kekasih Shizuka Doraemon?"