
"Sudah...sudah.. Shizuka.. kamu jangan nangis lagi ya... aku akan berusaha bantuin kamu... dan kalau ada apa apa kamu cerita aja sama aku",kata Nobita sambil tersenyum.
"Terima kasih Nobita... kalau gitu aku pulang dulu, nanti ayah ibu nyariin aku", Shizuka berpamitan kepada Nobita.
"Iya... hati hati ya Shizuka", Nobita mengantar Shizuka sampai jalan raya dan menunggunya sampai dia naik ojek.
"Doraemon... apa yang bisa aku lakukan ya untuk bantuin Shizuka?", tanya Nobita.
"Emmm.... apa ya? masalahnya ini bicara soal uang... dan jalan satu satunya ya harus bisa cari uang..", jawab Doraemon.
"Baiklah, besok pulang dari kuliah aku akan mencoba mencari pekerjaan sampingan yang boleh di kerjakan sore hari", kata Nobita.
"Kamu serius akan kerja sambil kuliah?", tanya Doraemon.
"Serius sekali Doraemon, aku harus memperjuangkan cintaku", jawab Nobita dengan yakin.
Melihat keseriusan sahabatnya, Doraemon hanya bisa memberi dukungan dan semangat.
Keesokkan hari ketika waktu pulang kuliah, Nobita benar benar mencari lowongan kerja.
__ADS_1
Dia telusuri pinggiran kota Surabaya bagian barat itu dengan berjalan kaki, berharap ada salah satu tempat yang mencari karyawan baru.
Hingga akhirnya tiba lah dia di sebuah kedai makanan berjenis olahan mie dan minuman buah..yaitu Kedai AK (Alpukat Kocok)dan Mie Ndoweh.
"Ndoweh? mie jenis apa ya itu?", Nobita berkata dalam hati.
"Ooh.. Ndoweh itu bahasa jawa yang artinya kepedasan...oke.. oke berarti Mie Ndoweh itu mie yang pedes", Nobita bicara sendiri setelah melihat google.
"Coba masuk ah... itu ada tulisan mencari karyawan laki laki atau perempuan... siapa tau bernasib baik", kata Nobita lagi sambil memandangi kedai yang ramai tersebut.
Ternyata keberuntungan berpihak pada Nobita, lamaran kerjanya di terima dengan jam kerja pukul 15.00 sore sampai pukul 22.00 malam.
Nobita sangat gembira dan ingin segera pulang untuk menyampaikan kabar gembira itu kepada Doraemon.
Shizuka merasa terharu dengan pengorbanan Nobita, tapi dia tetap harus bisa menjaga hubungan baik dengan Roy agar orang tuanya tidak mendapat imbasnya.
Walaupun hati Shizuka terluka, tapi dia harus tetap bertahan setidaknya hingga hutang orang tuanya menipis.
Ternyata wajah Nobita yang khas jepang dengan kulit putih dan postur badan yang tinggi bisa menarik banyak pelanggan. Terutama para gadis gadis SMA yang suka berlangganan di kedai itu.
__ADS_1
Bahkan banyak di antara mereka yang suka mengambil foto bersama dengan Nobita.
Omset kedai pun menjadi naik drastis. Selain mendapat tips tambahan ketika gajian, hampir setiap hari Nobita sering mendapat tips dari para pelanggan. Yang jika di hitung jumlah tips yang di dapat Nobita tersebut hampir menyamai gajinya.
Tak terasa dua semester telah berlalu, dan rupanya satu tahun sudah Nobita bekerja di kedai tersebut.
Nobita berniat membuka celengan yang selama ini dia isi dengan uang tips, sementara gaji bulanan Nobita di simpan di rekening.
Ketika semua sudah terkumpul, Nobita menghitungnya dengan di bantu Doraemon.
"Waaah... hampir lima puluh juta Doraemon....empat puluh delapan juta tujuh ratus rupiah", Nobita sangat kegirangan.
"Iya Nobita... kamu hebat... kamu bisa menabung sebanyak itu selama satu tahun", kata Doraemon yang sangat senang melihat sahabatnya menjadi pekerja keras dan rajin menabung.
"Iya dong... siapa dulu... Nobita...", Nobita mulai sedikit bergaya.
Uang itu segera di simpan. Dan untuk melengkapi agar genap menjadi lima puluh juta, Nobita ambil kan uang jajan kiriman dari orang tuanya.
__ADS_1
"Aku tidak sabar menunggu besok... semua uang itu akan aku berikan kepada ayah dan ibu Shizuka",
Nobita tersenyum senyum di pinggir jendela sambil memandangi langit yang cerah.