
"Tidak .... Daddy tidak bercanda...!!," jawab ayah Roy tegas tanpa menoleh.
"Tapi kenapa Dad???? kenapa harus seperti itu.... ???Daddy tahu kan kalau aku sangat mencintai Shizuka dan ingin menikah dengannya...??," suara Roy sedikit melemah.
Langkah pejabat kota Surabaya itu sejenak berhenti mendengar ucapan putranya,
"Kamu hanya menginginkan ....bukan mencintai....kamu terlalu ambisi dan egois... bukan begitu cara nya mencintai ...apalagi bicara tentang pernikahan.....!!," jawab ayah Roy yang kemudian kembali melangkahkan kaki meninggalkan putranya yang terpaku.
Roy mengepalkan kedua tangan dan mengeratkan gigi gerahamnya.
Dia sudah habis kesabaran, dia akan melakukan rencana brutalnya.
Kala itu juga Roy menghubungi Shizuka, memintanya datang ke tempat yang sudah di tentukan oleh Roy.
Shizuka segera menyetujui saja karena mendengar Roy akan melepas semua hutangnya dengan satu syarat yang harus dia penuhi.
Bersamaan dengan kepergian Shizuka, Tuan Yoshio datang dan mencari putrinya.
Setelah mencari ke beberapa ruangan namun tidak menemukan Shizuka, Tuan Yoshio berniat untuk meneleponnya. Panggilan pertama tidak mendapat jawaban, karena Shizuka sedang berada di angkutan umum menuju tempat yang dia tuju.
__ADS_1
Panggilan kedua terdengar ketika Shizuka turun dari angkutan umum dan berjalan ke arah Roy.
"Ayah...," kata Shizuka dalam hati.
Tapi bukannya menerima, Shizuka justru mematikan telepon itu karena Shizuka lebih mengutamakan bertemu dengan Roy dan khawatir jika Roy akan berubah pikiran jika dirinya terlambat.
"Akhirnya kamu datang juga...," kata Roy dengan senyum masam.
"Cepat katakan Roy, apa syaratnya agar aku bisa lepas dari hutangku?," tanya Shizuka tanpa basa basi.
"Mari ikut aku...," Roy menggandeng tangan Shizuka menuju sebuah ruangan tua yang tertutup. Roy mengajak Shizuka bertemu di sebuah ruko kosong milik ayahnya yang sudah tidak di gunakan.
"Kamu bilang kamu mau melepaskan hutang mu...???sini akan aku tunjukkan caranya..." Roy berkata sambil memepet tubuh Shizuka ke dinding.
"Roy..apa yang akan kamu lakukan?? kamu jangan macam macam ya..!!!" ancam Shizuka dengan bibir gemetar dan air mata mulai berlinang. Karena meskipun Shizuka adalah gadis baik baik, tapi di usianya yang sekarang tentu dia paham apa yang akan di lakukan Roy dalam posisi seperti itu.
"Aku sebenarnya tidak ingin menyakiti kamu... aku mencintaimu... aku ingin memilikimu... aku ingin menikahi mu...itulah sebab aku sangat menjagamu dan tidak sembarangan menyentuhmu...dan aku lebih memilih perempuan perempuan murahan yang butuh uang untuk melampiaskan hasratku...karena aku tidak ingin merusak mu hingga tiba saat nya nanti kamu menjadi milikku seutuhnya...tapi kamu tidak mengerti itu... kamu selalu menganggap mu buruk... jadi maafkan aku jika aku terpaksa menunjukkan keburukan itu padamu sekarang..." Roy berkata dengan nada menakutkan sambil mengangkat kedua tangan gadis Jepang itu di atas kepalanya.
"Lepaskan Roy...lepaskan....jangan lakukan itu... akan aku turuti semua kemauanmu yang lain asal jangan lakukan itu ..ku mohon... jangan rusak masa depanku..." Shizuka memohon sambil menangis.
__ADS_1
"Terlambat....sudah tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan...aku tidak akan merusak masa depanmu, karena hidup bersamaku itulah masa depanmu...aku hanya mempercepatnya saja...bukan merusak...", Roy berkata sambil mulai menggerayangi kulit putih Shizuka.
"Lepaskan Roy ...berhenti....tolong....tolong.... " Shizuka berteriak minta tolong , namun Roy segera menutup mulut Shizuka yang berteriak terlalu kencang. Tidak Roy sangka jika Shizuka yang lemah lembut dengan suara yang lirih bisa berteriak sekencang itu.
Satu pergelangan tangan Shizuka sedikit renggang ketika Roy memindah tangannya untuk menutup mulut Shizuka.
Kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Shizuka. Bersamaan dengan usaha nya melepaskan cengkeraman Roy, Shizuka juga mengangkat lututnya sekuat mungkin agar bisa memberi tendangan ke tubuh Roy dan alhasil pangkal paha Roy yang jadi sasaran.
"Aawwwwww....sakit...." kini ganti Roy yang merintih kesakitan.
Tak cukup sampai di situ, Shizuka masih menghadiahkan beberapa pukulan di kepala Roy menggunakan tasnya yang didalamnya berisi ponsel dan tempat minum berukuran 500 ml.
Bruuugggh...Bruuuggh...bruugggh..
Tiga kali pukulan cukuplah membuat Roy semakin meringis.
Shizuka lari sekencang mungkin, namun sayang pintu terkunci. Dan kuncinya ada di tangan Roy.
"Kamu tidak akan bisa lari dariku.." ucap Roy sambil menahan nyeri yang masih terasa.
__ADS_1