Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Kesulitan


__ADS_3

"Doraemon.. Shizuka tinggal dimana?" tanya Nobita dengan nada merengek kepada Doraemon sambil terus berjalan menyusuri perumahan elite di Citra Land Surabaya.


"Aku juga tidak tahu Nobita. Saat aku memencet mesin kapal udara dengan tujuan Indonesia dan mencari keberadaan Shizuka, mesin itu mengeluarkan kita di sini. Berarti Shizuka ada di sekitar sini Nobita" jawab Doraemon dengan mengamati pemandangan kanan kiri.


"Aaaaa... bagaimana kalau kita tersesat Doraemon, ayolah kamu keluarkan lagi alat yang lain yang bisa membantu menemukan Shizuka" Nobita berhenti dari langkahnya dan memohon kepada Doraemon.


"Katanya kamu mau buktikan kalau kamu bisa mandiri? Baru beberapa menit di Indonesia saja kamu sudah takut tersesat. Kamu kan punya ponsel, kamu cari saja keberadaan Shizuka di akun sosmed nya atau kamu telpon dia" jawab Doraemon yang balik menyuruh Nobita.


"Itu dia Doraemon, aku sudah tidak bisa menghubungi Shizuka sejak satu tahun yang lalu. Shizuka dan keluarganya pindah ke rumah saudaranya setelah mengalami gempa bumi yang menimpa rumahnya. Dan saat aku mencarinya ternyata dia sudah pindah ke Indonesia karena ayahnya bangkrut dan semua asetnya di jepang terjual. Untung saja ayah Shizuka masih punya bisnis di Indonesia" Nobita bercerita dengan mimik wajah yang lesu.


"Semua akun sosmed nya juga sudah tidak aktif. Aku rasa Shizuka benar benar ingin meninggalkan kehidupan lamanya di Jepang dan ingin memulai hidup baru di sini. Bagaimana jika Shizuka sudah menikah dengan laki laki Indonesia Doraemon??"


Nobita semakin merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


"Kalau Shizuka menikah dengan orang lain di sini ya kamu tinggal pulang ke Jepang dan menikah juga dengan wanita lain. Mudah kan?" jawaban Doraemon malah membuat Nobita kesal.


"Nggak bisa seperti itu Doraemon, kamu nggak akan pernah mengerti karena kamu robot. Kamu nggak pernah jatuh cinta. Shizuka cinta pertama ku dan selamanya aku akan tetap mencintai Shizuka... Nggak mau yang lain" suara Nobita semakin mengeras sambil tetap merengek.


"Sudah sudah.. kalau kamu seperti ini terus Shizuka tidak akan pernah suka sama kamu. Kamu harus berubah lebih dewasa. Kamu bukan anak kecil lagi Nobita" kali ini Doraemon menasehati Nobita.


"Kamu benar Doraemon, mungkin aku harus berubah agar saat nanti aku bisa menemui Shizuka dia juga akan jatuh hati kepadaku" Nobita berkata dengan tersenyum sendiri membayangkan Shizuka membalas cintanya.


Mereka melanjutkan perjalanan. Terik matahari masih menyelimuti keduanya.


Nobita mengajak Doraemon masuk.


"Permisi, saya mau pesan sushi satu sama pancake satu"

__ADS_1


"Tidak ada menu itu disini Tuan" seorang pelayan menjawab.


"Oh tidak ada, oke aku ganti pesan kashiwa" Nobita masih tetap saja memesan makanan ala negaranya.


Kedua pelayan di tempat itu tetap berkata bahwa pesanannya tidak ada.


"Semua tidak ada, lalu makanan apa yang dijual di sini?" tanya Nobita kesal.


"Di sini restoran bakso urat Tuan" jawab salah satu pelayan lagi.


"Bakso urat? makanan apa itu Doraemon?" Nobita melemparkan pertanyaan kepada Doraemon namun sama halnya dengan Nobita, Doraemon juga tidak tahu bakso urat itu makanan apa.


Akhirnya mereka keluar dari tempat itu tetap dengan keadaan perut keroncongan. Sampai akhirnya mereka menemui sebuah minimarket di seberang jalan lalu mereka masuk dan membeli mie cup untuk mengganjal perut.

__ADS_1


"Ayo Doraemon keluarkan kompor dari kantong ajaib mu, lebih baik kita makan mie instan ini dari pada makan makanan aneh seperti bakso urat" Nobita menggerutu.


__ADS_2