Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Jagung bakar


__ADS_3

Satu bulan sudah Roy terlepas dari hukuman. Sekarang dia kembali menerima kartu kredit yang pernah di sita oleh bokap nya.


"Terima kasih Dad.....," kata Roy sambil memeluk laki laki yang ternama di kotanya.


"Ingat... jangan macam macam lagi ..kalau sampai kamu gunakan uang itu untuk yang tidak tidak .. maka Daddy tidak segan segan untuk memblokir kartu itu dan selamanya kamu tidak akan mendapat kepercayaan dari Daddy ....", kata pejabat pejabat di kota Surabaya itu.


"Tidak...tidak....Dad,,, Roy janji nggak akan mengulangi lagi...tapi kalau cuma habis satu juta sehari boleh ya Dad....??" rayu si Roy.


"Huuuuuuh...," bokap Roy membuang nafas kasar, kemudian kembali bersuara


"Roy ... pernah nggak kamu berpikir bagaimana susahnya orang di luar sana untuk mencari uang, bahkan hanya untuk mencari makan?? Sementara kamu yang sudah di beri kemudahan dalam segalanya malah seenaknya sendiri. Uang satu juta bisa buat hidup satu bulan bagi sebagian orang?? Lalu mau kamu pakai pakai apa satu juta dalam sehari?? Daddy mau kamu belajar lebih hemat dan bisa menghargai uang dengan nilai sekecil apapun.." laki laki yang selalu di panggil Daddy oleh Roy tersebut memberi petuah kepada putranya.


"Iya Dad, Roy minta maaf.... ya bukan salah Roy juga kan kalau Roy menjadi anak orang kaya seperti Daddy??? " Roy menyangkal.


"Daddy nggak nyalahin kamu... Daddy hanya ingin kamu bisa menghargai hal sekecil apapun, dan tidak seenaknya sendiri...apalagi menyalah gunakan fasilitas dan uang yang Daddy berikan..paham..??" tanya bokap Roy.


"Iya,, Roy mengerti...sekarang Roy mau keluar sama teman teman Dad, aku udah janji mau traktir mereka kalau selesai hukumanku..", jawab Roy.

__ADS_1


"Iya... pergilah... hati hati kalau menyetir .. nggak usah kebut kebutan..." sekali lagi bokap Roy memberi wejangan.


"Siap Dad....", Roy menjawab sambil bergegas berlari menyambar kartu kredit yang tergeletak di atas meja.


 


Hari sudah mulai gelap. Malam itu Nobita mengajak Shizuka ke danau Unesa lagi karena niatnya beberapa hari yang lalu sempat gagal sebab akan turun hujan.


Shizuka pun menyetujuinya, mereka janjian pukul tujuh malam.


Aroma sedap dari jagung bakar menari nari di indra penciuman para pengunjung danau.


Seperti halnya dengan Bakso Urat kemaren, kali ini mungkin giliran jagung bakar yang akan Shizuka kenalkan kepada Nobita.


"Apa makanan seperti itu tidak bikin sakit perut dan batuk?? itu banyak sekali abunya dan terlihat belum matang...," tanya Nobita kepada Shizuka yang sudah memesankan dua porsi jagung bakar tanpa menanyainya lebih dulu.


"Aman Nobita... aku sering makan kok ," jawab Shizuka.

__ADS_1


"Begitu ya...??", tanggapan Nobita lagi lagi seperti menahan aroma kotoran kucing.


"Iya....kamu cobain deh....mau aku suapi lagi?", tanya Shizuka.


""Nggak usah Shizuka, aku akan mencicipinya sendiri...", jawab Nobita.


Satu gigitan mendarat di mulut Nobita.


"Gimana Nobita...enak kan?", tanya Shizuka penasaran.


"Rasanya aneh...", jawab Nobita.


"Aneh kenapa??", tanya Shizuka lagi.


"Seperti agak gosong...", jawab Nobita sambil menikmati jagung yang ada di mulutnya.


"Bukan gosong , memang begitu rasanya jagung bakar...," jawab Shizuka yang di mulutnya mulai terisi dengan makanan yang baru di kenal Nobita tersebut.

__ADS_1


Ternyata ada yang memperhatikan dari jauh keseruan antara Nobita dan Shizuka tersebut.


"Dasar kurang aj* ar...aku akan buat perhitungan sama kalian...tunggu saja tanggal mainnya...!!


__ADS_2