
Usaha Nobita yang di kira Roy akan mengalami kerugian dan bangkrut, ternyata salah.
Setelah hampir dua minggu di lakukan pembangunan kedai yang baru, justru usahanya semakin ramai pengunjung offline ataupun online.
Dana asuransi yang di terima pak Suwito cukuplah banyak dan bisa untuk membangun kedai baru dengan design yang lebih modern.
Nobita hanya menambahkan beberapa rupiah saja untuk mencukupi kekurangan pembangunan.
"Jangan terlalu di sesali Nobita... kalaupun kedai lama kita terbakar, anggap saja kita sedang renovasi.. siapa tahu dengan tampilan kita yang baru justru lebih menarik pelanggan..", kata pak Suwito.
"Iya pak .. buktinya memang benar kedai kita semakin rame...", kata Nobita sambil tertawa.
"Ayo Doraemon, ajarkan aku gaya laki laki dewasa saat sedang berkencan, jalannya bagaimana? duduknya bagaimana? ngomongnya juga bagaimana?", kata Nobita.
"Huuuh... aku kan robot ... mana bisa jadi laki laki dewasa...?", jawab Doraemon asal.
"Iiiihhhhh... bukan itu maksudku...cepat carikan benda di kantong ajaib mu itu", pinta Nobita.
"Emmmmmm....apa ya... ???tidak ada alat seperti itu Nobita..!", jawab Doraemon.
"Ayolah ... Tolong aku Doraemon.... kamu carikan ya...yaa....yaaa..", Nobita merengek.
"Huuuuh... siapa yang mau kencan siapa yang pusing...???", Doraemon menggerutu.
__ADS_1
"Ayolah.. Tolong aku Doraemon..... pasti ada alat itu di kantong ajaib mu...", Nobita masih terus meminta.
Malam itu memang rencananya Nobita dan Shizuka akan makan malam bersama.
Shizuka sudah mulai berani keluar berdua dengan Nobita tanpa khawatir di marahi oleh Roy.
Tapi memang kali ini Roy sedang menjadi kucing rumahan yang tidak berkeliaran. Hal itu di sebabkan karena dirinya masih menerima hukuman dari papanya.
Uang seratus ribu sehari bagi Roy tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhannya, apalagi untuk berkeliaran di luar sana.
"Nah ini ketemu Nobita...."
Nobita sangat kegirangan mendengar jawaban Nobita.
"Robot pria dewasa ...", keluarlah sebuah robot seukuran pensil dari kantong ajaib Doraemon.
"Kecil sekali Doraemon, ayo kamu besarkan lagi...", pinta Nobita.
"Tidak bisa Nobita, robot ini ukurannya memang hanya segini...", jawab Doraemon.
"Robot sekecil ini bisa ngapain Doraemon?? huuuuuuh....", jawab Nobita.
"Mau atau tidak?? kalau tidak mau ya sudah aku kembalikan saja...", kata Doraemon kesal.
"Eeh...jangan ...jangan... ya sudah kamu tunjukkan padaku apa yang bisa dia lakukan..??", jawab Nobita.
__ADS_1
"Oke .. kamu lihat ya.. dia akan bergaya seperti pria dewasa yang keren...", jawab Doraemon sambil menyalakan robot tersebut.
Nobita bersiap menyaksikan aksi robot itu, walaupun dalam hatinya meremehkan kemampuan robot tersebut.
"Waaaaaaaahhh keren sekali Doraemon.....!!", mata Nobita sampai tidak berkedip ketika robot itu mulai melangkahkan kakinya dengan badan yang tegap dan pandangan berkharisma.
"Kata nya dia nggak bisa apa apa?", Doraemon meledek Nobita.
"Iya deh, aku minta maaf", jawab Nobita.
"Ya sudah, cepat kamu tiru gaya robot itu...!", perintah Doraemon.
Nobita mulai berdiri dan meniru gaya robot tersebut.
"Badannya yang tegap Nobita, punggungmu jangan seperti itu...", kata Doraemon yang menjadi komentator dari aksi Nobita.
Nobita berusaha meluruskan punggungnya dengan dada membusung.
"Jangan seperti itu juga Nobita, kamu malah terlihat seperti orang menahan kentut...!!", kata Doraemon sambil terkekeh sendiri.
"Aduuuh... bagaimana sih Doraemon? kata nya tadi suruh begini ...sekarang katanya seperti orang menahan kentut...", Nobita cemberut.
Berulang ulang Nobita meniru gaya robot itu namun selalu gagal.
"Ah... sudah ...sudah... aku nggak mau meniru gaya pria dewasa... lebih baik aku jadi diriku sendiri... Shizuka pasti bisa menerima aku apa adanya", kata Nobita yang frustasi.
__ADS_1