
Shizuka sedikit demi sedikit mulai berani melawan sikap Roy yang semena mena.
Bahkan Shizuka tetap menemui Nobita di kampus walaupun para bodyguard mengawasi dan melaporkan kepada Roy.
Melihat perlawanan Shizuka, Roy menjadi marah. Dan amarahnya juga dia tujukan kepada Nobita yang menjadi penyebabnya.
"Kenapa sekarang kamu berubah?apa gara gara pria ingusan itu?", tanya Roy kepada Shizuka.
"Dia punya nama, namanya Nobita!", jawab Shizuka.
"Aku tidak peduli, yang jelas aku tidak suka melihat kamu dekat sama dia..!", bentak Roy.
"Cukup Roy... cukup...!!! Hentikan semua ini...!!! Aku sudah lelah, aku capek mengahadapi sikapmu yang berlebihan mengatur hidupku... jika semua ini kamu lakukan karena keluarga ku masih punya banyak hutang kepadamu, oke .... aku akan segera melunasinya...",Shizuka seperti kesurupan, karena ini pertama kalinya dia berani melawan Roy.
"Shizuka kamu berani...", ucapan Roy terputus.
"Tampar .. tampar Roy... tampar sesuka hatimu agar kamu puas...", sela Shizuka , ketika melihat tangan Roy terangkat ke atas dan hendak menamparnya.
"Berhenti... jangan sakiti dia.. kalau mau pukul, pukul saja aku ...!",
Shizuka dan Roy sama sama menoleh ke asal suara.
"Kamu tidak usah ikut campur!!", kata Roy kepada Nobita.
__ADS_1
Shizuka sempat kagum ketika melihat Nobita menjadi sosok yang berani.
"Aku akan tetap ikut campur jika berhubungan dengan Shizuka... kamu jangan bertindak sesuka hati hanya karena keluarga Shizuka punya hutang sama kamu... tepatnya sama orang tua kamu... karena laki laki macam kamu sebenarnya tidak bisa berbuat apa apa tanpa harta orang tua!!", suara Nobita begitu lantang dengan raut wajah menantang.
"Kamu ......", tangan Roy sudah berjarak lima centimeter dari pipi Nobita, tapi dengan segera tangan Nobita menangkapnya.
"Ingat, kamu sebenarnya lemah ..sangat lemah...itu sebabnya kamu suka marah marah...!!", sekali lagi Roy di buat geram dengan ucapan Nobita.
"Ayo Shizuka... kita pergi...", dengan santainya Nobita menggandeng tangan Shizuka dan mengajaknya pergi.
Roy mengepalkan tangan dengan gejolak bara api di dalam hati.
"Awas kamu Nobita ... aku akan buat perhitungan sama kamu...!!", kata Roy dengan raut wajah seram.
"Tidak apa apa Shizuka... aku bisa bela diri kok....", jawab Nobita.
"Iya... sekarang kamu jadi pemberani Nobita... aku salut...", Shizuka berkata dengan melempar senyum merekah.
Seketika hati Nobita berbunga bunga... tapi dia tetap berusaha menjaga sikap di depan Shizuka.
Malam hari di rumah Shizuka, Tuan Yoshio dan Nyonya Michiko sedang mendengarkan cerita putrinya tentang kejadian tadi siang.
__ADS_1
Keduanya tampak kagum dan memuji keberanian Nobita, begitupun Shizuka.
Obrolan mereka seputar Nobita terhenti ketika ponsel Shizuka bergetar tanda ada pesan masuk.
"Mulai hari ini, bunga pinjaman menjadi 10% per hari... jadi bisa kamu hitung sendiri berapa totalnya... jika kamu mau melunasi, aku tunggu dalam dua hari... jika tidak bisa, maka bunga akan menjadi 10% perhari".
Satu pesan dari Roy yang membuat Shizuka lemas. Dia memberitahukan isi pesan itu kepada ayah ibunya dan tak lupa juga kepada Nobita.
Malam itu Nobita mencari cara untuk segera mengumpulkan uang, agar keluarga Shizuka tidak selalu tertekan.
Dia hitung semua tabungannya, dan ternyata masih kurang enam puluh juta.
Nobita bingung dengan apa yang harus dia lakukan, sehingga terpikir olehnya untuk meminjam uang kepada bos pemilik kedai.
Sesuai dengan harapan, Bos Nobita meminjamkan uang kepada Nobita.
Ketika semua uang terkumpul, hari itu juga dia meyerahkan kepada orang tua Shizuka.
Ternyata Roy mencium hal itu. Dia semakin kesal melihat Nobita yang bersikap seperti pahlawan kesiangan.
Roy melakukan kelicikan lagi...dia berniat membakar kedai Nobita.
Bukan hanya niat, ternyata Roy benar benar melakukannya.
__ADS_1