
Malam itu Roy menjalani operasi setelah mendapat donor darah dari Nobita.
Shizuka juga ikut datang ke rumah sakit semata mata karena ingin melihat keadaan Nobita,
"Maaf kan perbuatan putra kami, kami berjanji setelah ini Roy tidak akan mengganggu kamu lagi bahkan tidak akan muncul lagi di hadapanmu....," kata ibu Roy kepada Shizuka dengan wajah sendu.
"Iya bu... sudah Shizuka maafkan... setelah mengurus berkas berkas di kampus, saya dan Nobita akan segera kembali ke Jepang. Maafkan keluarga saya jika selama ini hanya merepotkan saja...," kata Shizuka dengan wajah yang tak kalah sendu.
"Jangan berkata seperti itu, kalian semua adalah orang orang hebat... terutama kamu Nobita .. kamu bisa menjadi contoh seorang pemuda yang pekerja keras dan baik hati, berjiwa besar untuk membantu orang yang sudah membencimu..." jawab ibu Roy.
"Iya .... itu benar...kami banyak belajar dari kalian semua... semoga setelah kembali ke Jepang, kalian akan menjadi orang orang yang sukses ...," timpal ayah Roy.
"Terima kasih doanya... semoga setelah sembuh Roy juga akan berubah menjadi lebih baik dan menjadi kebanggaan orang tua...," jawab Shizuka.
Nobita hanya tersenyum tanpa melontarkan kata kata. Sungguh hari itu dia terkesan seperti seorang pahlawan yang di idolakan.
Tak mau mengambil resiko jika salah bicara, atau salah bertingkah... Nobita memilih diam.
Hari telah larut. Shizuka , Tuan Yoshio dan Nobita berpamitan.
__ADS_1
"Huuuuuuuhhhhh...hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan......." kata Nobita sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur.
"Ada apa Nobita? kemana saja kamu sampai pulang larut begini?? aku jadi khawatir tauu...." tanya Doraemon yang sama sekali belum mendapat kabar apapun hari itu.
"Apa kamu tidak tahu Doraemon, bahwa hari ini akan menjadi hari bersejarah buatku.....," jawab Nobita yang membuat Doraemon penasaran.
"Ayo ceritakan kisahmu hari ini...," pinta Doraemon.
"Baik...kamu dengerin ya..tapi jangan sampai ketiduran dengar ceritaku...," kata Nobita yang membuat Doraemon mengerutkan keningš¤ (Doraemon kan nggak punya keningš¤¦).
"Bukannya dia sendiri yang sering tidur kalau aku sedang bicara?? kenapa sekarang kebiasaan itu dia lempar padaku...?? huuh... dasar Nobita... maunya menang sendiri...!!!" kata Doraemon dalam hati.
"Apa??? kita akan kembali ke Jepang Nobita??? Kamu tidak bercanda kan???" reaksi Doraemon yang sangat bahagia mendengar berita itu.
Keduanya bersorak gembira menanggapi rencana kepulangan mereka ke negara asal mereka.
"Sstttttttt.....tolong jangan berisik ...anak saya jadi kebangun nangis....!!!",
Teguran tetangga kost Nobita karena mereka berdua bersuara sangat kencang pada pukul 01.00 dini hari.
__ADS_1
"Iya..iya...maaf bu...kami tidak akan berisik lagi disini...karena besok kami akan pindah ....", jawab Nobita tetap dengan senyum ceria meski telah di maki.
Keesokkan hari Nobita datang ke kampus lebih awal dari biasanya. Dia terlalu bersemangat karena akan kembali ke Jepang, apalagi kali ini dia akan pulang bersama Shizuka. Sesuai dengan ucapannya ketika berpamitan kepada ibunya.
"Hai Nobita...," sapa Shizuka yang rupanya mereka memang janjian untuk ketemuan pagi buta. Tentu saja mereka ingin membicarakan perihal kepulangan mereka ke negara tercinta.
" Hai juga Shizuka... apa kamu sudah menyiapkan semuanya??," tanya Nobita.
"Sudah...aku sudah berkemas... kalau kamu...??," Shizuka bertanya balik.
"Belum...lagian barang barang ku tidak banyak..satu koper cukup...," jawab Nobita.
"Pagi ini semua berkas dari kampus harus sudah terkumpul agar bisa mengurus perpindahan kuliah kita Nobita..," kata Shizuka.
"Tentu...rasanya aku sudah tidak sabar menunggu nanti malam....," Nobita sedang membayangkan sesuatu.
"Nanti malam??? apa yang sedang kamu pikirkan Nobita..??," tanya Shizuka.
"Emmmmm..itu....."
__ADS_1