
"Ini Nobita di minum ya...", ucapan Shizuka membuyarkan lamunan Nobita.
"Eh.. iii.. iiya .. Shizuka .. terima kasih", Nobita menjadi salah tingkah karena ketahuan melamun.
"Ayo di minum nak...", kata Tuan Yoshio, ayah Shizuka.
"Iya paman, terima kasih", Nobita mengambil gelas yang berisi minuman hangat tersebut lalu meminumnya.
"Shizuka, katanya kamu mau buatkan Nobita kue kalau dia datang ke sini...", kata Nyonya Michiko , ibu Shizuka.
"Oh iya ibu ... aku lupa... Nobita .. aku ke belakang dulu ya... aku mau buatkan kue untuk kamu ", kata Shizuka berpamitan kepada Nobita.
"Ah... nggak usah repot repot Shizuka... kamu kan baru sembuh...", jawab Nobita.
"Nggak apa apa .. nanti kue nya bisa kamu bawa pulang ke kost.. di makan bareng bareng sama Doraemon", kata Shizuka sambil menebar senyum yang mematikan bagi Nobita.
"Ya sudah lah, terserah kamu saja", jawab Nobita pasrah.
Shizuka kembali pergi ke dapur, dan kini tinggal hanya tiga orang saja di ruang tamu.
Rupanya Nyonya Michiko sengaja menyuruh putrinya untuk kembali ke dapur atas permintaan suaminya, Tuan Yoshio Minamoto karena ada yang ingin mereka sampaikan kepada Nobita.
"Nak Nobita, ada yang ingin kami sampaikan sama kamu", kata ayah Shizuka.
"Tentang apa paman?", jawab Nobita yang sedikit agak deg degan karena melihat raut wajah Tuan Yoshio yang nampak serius.
__ADS_1
"Tentang Shizuka dan Roy, kamu pasti tahu itu?", jawab ayah Shizuka.
"Roy?", Nobita sedikit membelalakkan mata mendengar nama Roy.
Hatinya mulai berprasangka macam macam,
"Apa ayah Shizuka akan melarang aku dekat dengan Shizuka karena memilih Roy ya?", wajah Nobita tiba tiba muram dan badannya sedikit lemas.
"Nobita... ada sesuatu yang tidak kamu ketahui pada keluarga kami", kata Nyonya Michiko melanjutkan pembicaraan.
"Benarkah? tentang apa bibi?", Nobita tetap menjawab sekuat tenaga walau jiwanya mulai tak bersemangat membahas Shizuka dan Roy.
"Kami sekeluarga banyak berhutang pada keluarga Roy", lanjut Tuan Yoshio menjelaskan.
"Hutang?", tanya Nobita dan akhirnya membuat kesimpulan pasti itu alasan orang tua Shizuka lebih memilih Roy dari pada dirinya.
Orang tua Roy menawarkan rumah ini untuk di tinggali, bahkan beserta tanah dari bangunan ini. Mereka menyuruh kita membayar angsuran setiap bulan dengan bunga yang lumayan tinggi tapi tidak terikat waktu",
Tuan Yoshio berhenti sejenak dalam bercerita, dia teguk minuman hangat yang sudah di siapkan putrinya di atas meja.
Kemudian beliau melanjutkan kembali ceritanya.
"Namun, ketika Roy mengetahui bahwa kami mempunyai anak perempuan, dia menaruh hati kepada Shizuka dan mengatakan hal itu kepada orang tuanya. Orang tua Roy akhirnya mengungkapkan keinginan putranya untuk menjalin hubungan dekat dengan Shizuka.
Awalnya Shizuka menolak, tapi demi membantu meringankan beban kami Shizuka terpaksa menerimanya.
__ADS_1
Karena jika Shizuka mau menerima cinta Roy, hutang kami lebih ringan dan tidak akan berbunga. Shizuka juga bisa kuliah gratis di kampus tempat ibu Roy menjadi kepala dosen, sebab waktu itu Shizuka juga belum bisa melanjutkan kuliah.
Lambat laun Shizuka mulai terbiasa dengan hubungan itu dan berjalan sampai sekarang",
Tuan Yoshio bercerita panjang lebar kepada Nobita.
"Oh.. jadi seperti itu?", jawab Nobita yang semakin lemas karena peluangnya untuk mendekati Shizuka sudah benar benar sulit.
"Tapi nak, sebenarnya kami kurang suka dengan nak Roy", kata Nyonya Michiko menambahkan.
Nobita hanya mendengar kelanjutan cerita tersebut tanpa bertanya atau menjawab apapun.
"Iya betul... sebenarnya kami mau minta tolong sama kamu", kata ayah Shizuka meneruskan ucapan istrinya.
Kali ini Nobita menanggapi,
"Minta tolong sama aku?", kata Nobita sambil menebak nebak dalam hati,
"Pasti minta tolong untuk menjauhi Shizuka".
"Iya nak, kami minta tolong jika kamu bersedia tolong selamatkan Shizuka dari Roy", kata ayah Shizuka yang membuat Nobita terkejut melongo.
"Aku... bagaimana caranya?", tanya Nobita polos.
"Kami juga tidak tahu, tapi kami berharap kamu bisa membantu Shizuka. Kami bisa melihat ketulusan dan perhatianmu, sementara Roy tidak memiliki itu.
__ADS_1
Roy sama sekali tidak perhatian pada Shizuka dan lebih sering memanfaatkan Shizuka. Urusan hutang biar kami tanggung, asal Shizuka bisa mendapat kebebasan", Tuan Yoshio berkata dengan penuh harap kepada Nobita.