Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Kena Batunya


__ADS_3

Malam itu seluruh warga sekitar Surabaya barat di hebohkan dengan kejadian kebakaran yang membakar sebuah kedai.


Di duga itu adalah kedai milik Nobita. Para warga berbondong bondong mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api.


Dua mobil pemadam telah datang dan sigap menenggelamkan si jago merah.


Nobita dan Doraemon datang setelah hampir setengah jam api tersebut melahap bangunan itu, karena para warga sedikit kesusahan mencari tempat tinggal Nobita.


Sementara bos Nobita sekaligus pemilik lahan dan bangunan kedai tersebut telah lebih dahulu berada di TKP.


"Kenapa bisa terbakar seperti ini Doraemon?" , Nobita sangat panik.


"Aku juga tidak tahu Nobita, nanti saja kita cari tahu penyebabnya... yang penting sekarang kita bantu padamkan api", jawab Nobita.


"Ayo keluarkan alat ajaib mu Doraemon...", kata Nobita.


"Baiklah...", jawab Doraemon.


"Alat pemadam kebakaran super power....",


Suatu benda unik keluar dari kantong ajaib Doraemon.


"Ini Nobita, kamu semprotkan yang tinggi... biar aku nyalakan alatnya...", kata Doraemon sambil memberikan alat pemadam tersebut.


"Oke....siap Doraemon...satu..dua ..tiga..", bersamaan dengan aba aba yang di berikan oleh Nobita, seketika itu juga air mengalir begitu deras dan lebat dari mesin unik tersebut.


Wuuuuusssssshhhhhhhhh.....


Sekali hantam langsung padam.

__ADS_1


"Waaahh.... hebat sekali Doraemon, sekali semprot langsung padam", kata Nobita dengan mulut menganga dan mata terbelalak menunjukkan rasa kagumnya.


Bukan hanya Nobita, para petugas kebakaran juga di buat melongo dengan aksi Nobita.


Kekuatan benda unik tersebut bahkan mengalahkan dua tangki pemadam berukuran besar.


Semua mata tertuju pada Nobita dan Doraemon.


"Kenapa tidak bilang kalau kamu punya alat canggih seperti ini?? Kalau tahu begini kan nggak perlu susah susah memanggil tim damkar", kata Pak Suwito pemilik lahan tersebut.


Nobita hanya bisa tertawa sambil menggaruk kepala.


"Tapi bagaimana kebakaran ini bisa terjadi pak? pasti kita akan mengalami kerugian besar", kata Nobita bersedih.


"Saya juga belum tahu pasti apa penyebabnya, dan kerugian bangunan ini mungkin sekitar 70 juta .. tapi tenang saja , bapak sudah mengasuransikan bangunan ini. Jadi jika sewaktu waktu terjadi hal yang tidak di inginkan seperti saat ini, kerugian kita tidak terlalu drastis", jawab Pak Suwito yang membuat Nobita sedikit lega.


Di lain tempat, seseorang lari terbirit birit hingga terjatuh dan kakinya terkilir.


Orang tersebut adalah suruhan Roy yang menjadi dalang dari kebakaran di kedai Nobita.


"Bagaimana?",


"Lancar boss .. tapi aku terjatuh dan kakiku cidera ketika melarikan diri.. jadi nanti boss harus menambah honor untuk biaya pengobatan kaki ku",


"Baiklah, temui aku besok pagi ".


Sekilas percakapan antara Roy dan kacungnya.


Keesokkan pagi,

__ADS_1


"Sepuluh juta..!" ,kata lelaki berbadan kekar tersebut.


"Gila... jangan ngawur kamu... bukankah kesepakatan kita kemaren kamu aku bayar lima juta", jawab Roy tidak terima dengan nominal yang di sebutkan lelaki tersebut.


"Lima juta kalau aku tidak cidera... dan sekarang boss lihat sendiri seperti apa kondisi kakiku sekarang...", bantah lelaki itu.


"Iya aku tahu... tapi kaki kamu hanya terkilir... di urut ke tukang urut dua kali aja sudah sembuh ... paling biayanya cuma dua ratus ribu... bukan lima juta....", kata Roy dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Di urut sih bisa aja boss, tapi boss nggak menghitung kerugian yang aku alami selama kakiku sakit? mungkin lebih dari lima juta, karena aku harus istirahat selama satu minggu", jawab lelaki tersebut.


" Ya sudah uang kamu sisanya aku transfer saja, aku tidak bawa uang cash... berikan nomor rekening mu..", kata Roy.


"Baik ... aku kirim ke whatsapp, tapi ingat... boss jangan coba coba menipu aku jika tidak ingin membuat masalah dengan komplotan ku...karena jika kami merasa tertipu, maka kami akan menghabiskan seluruh keluarga boss sampai akar akarnya.... keeeeek...", kata laki laki itu sambil tangannya memperagakan cara memotong leher.


Bulu kuduk Roy berdiri mendengar ancaman algojo itu. Roy akhirnya menuruti permintaannya walaupun sebelumnya sempat berniat untuk mengurangi nominal yang akan dia transfer.


Malam hari di rumah Roy,


"Iya dad, ada apa daddy memanggilku?", tanya Roy.


"Katakan pada daddy, kamu kemana kan uang sepuluh juta itu haaa.....???", tanya daddy Roy dengan wajah seram.


"Iiii ..iiitu dad, uangnya....", jawab Roy gelagapan.


"Nggak usah banyak alasan , sebagai hukumannya... daddy blokir kartu kredit kamu selama satu bulan dan kamu hanya mendapat jatah uang jajan 100 rb per hari termasuk uang bensin....!", kata Daddy Roy dengan mimik wajah menyeramkan.


"Ampun Dad... jangan dad... uang 100 ribu mana cukup dad...", Roy merengek kepada daddy nya namun tidak di gubris. Akibat ulahnya sendiri, kini dia kena batunya sendiri.


(Pesan buat semua readers ya ..jangan niru kelakuan Roy .. ni anak hanya hidup foya foya dari harta orang tua, dan bertindak semaunya. Kecurangan sekecil apapun tidak akan mengantar kepada kesuksesan❌ syukur deh kalau cuma nggak sukses aja, tapi kalau sampai celaka sendiri ... siapa yang rugi????)

__ADS_1


__ADS_2