Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Menemui ayah Roy


__ADS_3

Nobita akhirnya pulang setelah tiada hasil selama tiga puluh menit menanti di depan pintu rumah Shizuka.


Hingga kepergian Nobita berlalu dari depan rumahnya, Shizuka masih senantiasa melihatnya dari balik tirai gorden jendelanya.


"Kasihan kamu Nobita, maafkan aku... kamu terlalu baik untuk ikut berkorban.... aku tidak ingin Roy semakin menekan dirimu karena ketulusan mu kepadaku..." gumam Shizuka dalam hati sambil menitikkan air mata.


Sore telah tiba, Tuan Yoshio dan Nyonya Michiko pulang dari kerja.


Tidak seperti biasanya, mereka mendapati putrinya tengah mengurung diri di kamar.


"Shizuka keluarlah... ayo kita makan... ibu tadi beli lauk di luar... ayo nak keluar... kita makan sama sama...," panggil nyonya Michiko.


"Baik bu, sebentar lagi Shizuka keluar," sahut Shizuka dari dalam kamar.


Lima menit kemudian Shizuka sudah berada di ruang makan. Ibunya tentu sangat mengenali perubahan wajah putrinya yang tengah bersedih.


"Kamu kenapa nak?? kenapa wajah kamu murung?? apa kamu sakit??" tanya Nyonya Michiko sambil memegang dahi putrinya.


Shizuka menggeleng dan segera meraih sendok kemudian mulai memakan nasi dan daging rendang yang berada di hadapannya.


Tuan Yoshio menatap istrinya sambil mengangkat kedua pundak.


"Shizuka... ada apa?? kamu ada masalah...?? tidak biasanya kamu bersikap seperti ini...," tanya ayah Shizuka.

__ADS_1


"Shizuka.... shizuka..... ", Shizuka terdiam dan masih memikirkan kata kata.


"Ada apa nak? cerita lah....," kata Nyonya Michiko.


"Maafkan Shizuka bu, selama ini Shizuka tidak berguna bagi kalian dan hanya membuat beban... Shizuka tidak bisa membantu apa apa untuk meringankan hutang kita ....hi..hi...hi .." Shizuka menangis sambil memeluk ibunya.


"Loh....ini ada apa nak?? kenapa kamu tiba tiba berkata seperti itu??? apa ada yang mengatakan kamu seperti itu??? kami tidak pernah menganggap kamu sebagai beban???", ibu Shizuka berkata sambil mengusap rambut putrinya.


"Iya ... Shizuka .. siapa yang berkata seperti itu... ayo cerita lah... jangan buat kami bingung ...", kata ayah Shizuka yang ikut menenangkan putrinya.


Shizuka sedikit mengangkat kepala dan tubuhnya yang sempat dia sandarkan di tubuh Nyonya Michiko,lalu dia mulai membuka cerita.


"Shizuka mau berhenti kuliah dan mencari pekerjaan...," jawaban Shizuka mengejutkan kedua orang tuanya.


"Apa???? ayah tidak salah dengar??? ada apa ini Shizuka.... ???tolong bicara yang jelas...," ayah Shizuka benar benar terkejut mendengar kalimat yang di lontarkan putrinya.


"Roy menghitung semua biaya pendidikan ku selama ini sebagai hutang dan jumlahnya tiga ratus juta. Hutang itu harus di lunasi dalam waktu satu bulan ...Nobita menyanggupi, namun jika tidak bisa maka Nobita harus keluar dari kampus itu dan keluar dari negeri ini..." jawab Shizuka sambil terus menangis.


"Loh... kenapa jadi begitu?? perjanjiannya dulu tidak seperti itu, justru ibu Roy sendiri yang menawarkan keringanan pada biaya kuliah kamu," tanya ayah Shizuka.


"Iya... awalnya aku juga bertanya seperti itu, akan tetapi kata Roy semua berubah karena aku juga berubah... jika tidak ingin menambah hutang, aku harus menjauhi Nobita dan mengembalikan semua uang Nobita yang telah kita pakai untuk membayar hutang. Dan itu tidak mungkin ..... aku kasihan pada Nobita, dia ingin membantu keluarga kita tapi malah kena masalah ...." jelas Shizuka.


Tuan Yoshio menghembuskan nafas kasar, kemudian kembali berkata,

__ADS_1


"Sudah... kamu jangan bersedih Shizuka... besok ayah akan menemui ayah Roy dan juga ibunya, akan ayah tanyakan baik baik...apakah keputusan Roy itu atas persetujuan mereka atau tidak??"


Mendengar jawaban ayahnya , Shizuka sedikit lega. Dia tak sabar menunggu hari esok, dia berharap itu hanya akal akalan Roy saja.


-----


Pagi telah tiba, Shizuka berdiam diri di rumah menunggu kabar dari ayahnya yang sedang menemui ayah Roy. Sementara ibu Shizuka tetap pergi bekerja.


Tok...tok..tok...


"Masuk..." kata ayah Roy yang mendengar pintu ruang kerjanya di ketuk.


Ceklek....


Terdengar pintu terbuka.


"Oh .. ada Tuan Yoshio.. mari silahkan masuk..." kata ayah Roy.


" Iya Tuan, terima kasih ..." jawab ayah Shizuka .


"Silahkan duduk Tuan, ada hal penting apa yang membuat anda datang kemari?? bukankah masalah sertifikat tanah sudah selesai ??atau mungkin ada hal lain??" tanya pejabat penting di kota Surabaya itu.


"Begini Tuan, ada yang ingin saya tanya kan mengenai biaya kuliah Shizuka... Benarkah biaya kuliah Shizuka selama ini juga di anggap hutang dengan total tiga ratus juta dan harus lunas dalam waktu satu bulan??"

__ADS_1


Ayah Roy terkejut mendengar ucapan Tuan Yoshio.


"Hutang??? Tiga ratus juta??aiapa yang bicara seperti itu???"


__ADS_2