Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Keputusan ayah Roy


__ADS_3

"Kata Shizuka Roy yang mengatakan semua itu.. dan hal itu membuat Shizuka tidak mau masuk kuliah lagi.. dia ingin keluar dan mencari pekerjaan demi membayar hutang..," kata Tuam Yoshio.


"Roy??? anak itu benar benar.....," kata ayah Roy dengan lirih, namun samar samar Tuan Yoshio mendengarnya.


"Apa kah semua itu memang benar Tuan??" tanya ayah Shizuka.


Ayah Roy belum menjawab pertanyaan Tuan Yoshio. Beliau justru meraih ponsel dari sakunya dan mengirim sebuah pesan kepada istrinya.


"Mari ikut saya pak....," ajak ayah Roy.


Ayah Shizuka pun menurut dan mengikuti langkah kaki ayah Roy.


Ternyata mereka berdua pergi menuju kampus Unesa.


Di ruangan ibu Roy,


"Mom, tolong panggil Roy ke sini...!", perintah suaminya.


Sepuluh menit kemudian Roy sudah berada di tempat.


"Daddy... om Yoshio...ada apa ??" tanya Roy yang agak ketakutan melihat wajah bokap nya yang begitu tegang.


"Katakan .. apa maksud kamu menganggap bahwa biaya pendidikan Shizuka adalah hutang, dan harus lunas satu bulan lagi dengan jumlah tiga ratus juta???"

__ADS_1


Ibu Roy di buat terkejut, tapi beliau berusaha mendengar dulu kebenarannya.


"Karena Shizuka sudah berubah semenjak ada pria jepang yang sudah membantunya melunasi hutang dad, bukankah dulu perjanjiannya Shizuka harus menjadi milikku... tapi sekarang dia berkhianat, jadi wajar jika aku merasa di permainkan dan meminta ganti rugi..," jawab Roy dengan enteng.


"Apa benar pak, ada laki laki yang membantu kalian melunasi hutang ??" tanya ayah Roy kepada ayah Shizuka.


"Benar Tuan, dia adalah teman Shizuka sejak kecil...dia bekerja di sore hingga malam hari sementara pagi hari kuliah juga di sini....dan uangnya dia kumpulkan untuk membantu kami..." jawab Tuan Yoshio.


"Kuliah di sini juga?? siapa namanya??" ibu Roy juga ikut menyahuti.


"Namanya Nobita mom...keluarkan saja dia dari kampus ini, selain ikut campur urusan orang, dia juga merasa sok kegantengan karena wajahnya yang oriental dan kulitnya yang putih...!!" Roy ikut bersuara.


"Panggil Nobita ke sini..!" perintah ayah Roy.


"Tunggu Roy , siapa yang menyuruhmu memanggilnya...?? diam di tempat, Daddy akan menyuruh orang lain..." kata ayah Roy.


"Baik Dad," Roy sedikit lemas, niat hatinya ingin mempermalukan Nobita kali ini gagal.


"Permisi..." Nobita datang.


"Masuk...," jawab ibu Roy.


Betapa kagetnya Nobita ketika melihat ayah Shizuka juga berada di sana .

__ADS_1


"Om Yoshio .. ini ada apa??" bisik Nobita.


"Kamu yang bernama Nobita?? " tanya ayah Roy.


"Iiii...ya... benar saya Nobita," jawab nya gugup.


"Roy... minta maaflah kepada Nobita..." perintah ayah Roy.


"Haa ... yang benar saja...Daddy bercanda kan? kenapa aku harus minta maaf?? apa salahku??" kata Roy menyangkal.


"Minta maaf saja ,jangan banyak bertanya. Anggap saja sebagai salam perpisahan agar kalian tidak saling dendam," kata ayah Roy.


"Perpisahan?? mungkin dia benar benar akan di pulangkan kembali ke Jepang....yes.... yes.... yesss," Roy tersenyum dalam hati..


"Aku minta maaf ya...itu akibat nya jika bermain main dengan keluargaku ,sebentar lagi kamu akan di buang jauh dari sini...," kata Roy sambil berbisik di telinga Nobita.


"Mulai besok kalian tidak akan bertemu lagi, jadi jangan saling menyimpan dendam.." kata ayah Roy.


" Iya Nobita, jika sudah kembali ke Jepang jangan lupain aku ya...," kata Roy meledek.


"Kalian tidak akan bertemu kembali karena mulai besok Roy akan pergi ke Belanda tempat kakaknya bekerja ....", kata ayah Roy yang seketika membuat mata putranya mendelik.


"Apa maksud Daddy...?? Daddy bercanda kan??" tanya Roy.

__ADS_1


"Tidak...Daddy tidak bercanda... keputusan Daddy sudah matang...!!".


__ADS_2