Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Brutal


__ADS_3

Shizuka bertambah panik ketika melihat kunci pintu ada di tangan Roy. Apalagi dia lihat Roy mulai melangkahkan kakinya semakin dekat.


Nafas Shizuka mulai terburu, sementara rasa nyeri yang sempat di rasakan Roy kini sudah mereda.


"Jangan mendekat, aku akan teriak sekencang mungkin...tolong....tolong.....," teriak Shizuka.


"Diam Shizuka...diam....jangan buat aku bertindak semakin kasar...." kata Roy sambil kembali meraih tubuh Shizuka dan membungkam mulutnya.


Seketika itu Shizuka berinisiatif untuk menggigit kuat tangan Roy, sehingga membuat Roy kembali kesakitan.


"Dasar... perempuan sial*n kamu akan menerima semua akibatnya....akan aku buat kamu berlutut kepadaku....", kata Roy sambil menahan sakitnya gigitan Shizuka yang menyebabkan tangannya berdarah.


Bersamaan dengan rasa sakit pada tangan kanan yang di gigit Shizuka, ternyata tangan kiri Roy berhasil mengoyak lengan baju milik gadis Jepang itu. Dan hal tersebut membuat Shizuka juga semakin brutal.


Dia ambil jepit rambut yang dia pakai dan dia goreskan bagian runcingnya sekuat mungkin di tangan Roy sehingga mampu melukis luka bergaris.


Roy kembali di buat terkejut dengan tingkah kelinci betina yang mengamuk. Dia kira Shizuka tidak akan mampu melakukan perlawanan seperti itu mengingat bahkan dengan seekor semut pun Shizuka tidak tega menyakiti.


Ketika Roy sedikit lengah karena rasa sakitnya, Shizuka lekas mengambil ponsel dan menelpon sang ayah.


Merasa posisinya terancam, Roy berusaha meraih ponsel Shizuka. Walaupun ponsel tersebut tidak berhasil berpindah tangan, tapi benda pipih itu terjatuh. Dan ketika Shizuka ingin mengambilnya, Roy segera kembali mencengkeram tangan Shizuka..

__ADS_1


"Lepaskan Roy...lepaskan...aku sangat membencimu Roy...jangan harap caramu ini akan membuatku patuh kepadamu....lepas ... lepas....tolong....tolong...." teriak Shizuka begitu keras.


"Shizuka...apa yang terjadi Shizuka...dimana kamu...??? Shizuka ...jawab ayah....apa ada Roy di situ...???kamu dimana nak....???," Tuan Yoshio sangat panik mendengar teriakan putrinya di seberang telepon. Dia tidak tahu harus mencari Shizuka kemana, karena saat panggilan tersambung ponsel Shizuka sudah terjatuh dan Shizuka tidak bisa mendengar suara ayahnya.


Roy memilih untuk membiarkan Shizuka berteriak dan segera menuju inti tujuannya membawa Shizuka ke tempat itu.


Pria itu merasa trauma membungkam mulut Shizuka, karena takut akan di gigit kedua kalinya.


"Diam Shizuka...diam... kewarasanku sudah habis menghadapi mu....," Roy menggila dan menghempaskan tubuh Shizuka ke lantai.


Tubuh Shizuka tertindih tubuh Roy, sehingga membuat gadis kulit putih itu tak mampu melawan.


Roy semakin brutal dan tangannya sudah bersinggah di pakaian bagian bawah milik Shizuka. Dalam satu detik kemudian Roy sudah mampu membukanya, namun ulah brutalnya mendadak berhenti ketika ponselnya berdering.


Awalnya Roy tidak menghiraukan panggilan itu, tapi setelah ponselnya berdering berkali kali, Roy bermaksud untuk mematikan panggilan tersebut. Dia mengumpat dan menyebutkan segala kata kasar ketika kegiatannya terganggu, namun lidahnya membeku saat mengetahui ternyata ayahnya yang sedang menelponnya.


Tidak mungkin dia mengangkat telpon dalam kondisi seperti itu, karena Shizuka pasti akan berteriak.


Roy berniat mengibuli ayahnya dengan mengirim pesan, namun sayang pesan dari ayahnya sudah terlebih dahulu masuk.


"Jika ucapan Daddy tidak bisa menghentikan ulahmu, jangan salahkan Daddy jika pihak berwajib datang menjemputmu sekarang !!",

__ADS_1


Roy merinding mendengar ancaman ayahnya.


Tidak dia pikir bagaimana ayahnya bisa tahu?? sehingga ingatannya melayang ketika melihat Shizuka sempat memegang ponsel dan ingin menelpon seseorang.


"Apa yang kamu lakukan????", kata Roy dengan tatapan mata tajam ketika menemukan ponsel Shizuka yang sempat terjatuh, dan ternyata sudah tersambung ke nomor Tuan Yoshio.


Shizuka hanya bisa menangis di sudut dinding sambil membenahi pakaiannya yang berantakan.


"Haaaaaaah", Roy berteriak hingga suaranya menggema. Dia usap kasar wajahnya serta mengacak acak rambutnya sendiri karena panik jika ayahnya benar benar membawa polisi ke tempat itu.


Sungguh tidak Roy sangka bahwa Tuan Yoshio segera kembali ke kampus menemui orang tua Shizuka ketika menyadari putrinya tidak ada di rumah.


Satu cara yang bisa di lakukan Roy adalah melarikan diri. Tanpa berpikir panjang, Roy membuka pintu dan berlari menyebrang jalan menuju tempat dimana mobilnya terparkir.


Braaaaaaaaggghhh...


Terlihat sesosok tubuh terpental hampir tiga meter dari tempatnya.


Shizuka berteriak kencang,


"Tidaaaaaaaaakkkkkkkk......"

__ADS_1


__ADS_2