Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Makin bersemangat


__ADS_3

Kesehatan Shizuka sudah membaik, dan rencananya besok pagi dia sudah masuk kuliah.


Keesokkan pagi, Shizuka bertemu dengan Nobita.


"Hay Nobita... kamu masuk pagi juga?", sapa Shizuka.


"Iya Shizuka, aku masuk pagi. Tumben jadwal kuliah kita barengan?", tanya Nobita.


"Iya... tumben ya... ", jawab Shizuka.


"Oh iya Shizuka, kapan kapan apa aku boleh main ke rumahmu? Aku ingin bertemu paman dan bibi ...kangen karena sudah lama tidak bertemu", tanya Nobita.


"Tentu saja boleh... kalau mau ketemu ayah sama ibu, adanya malam hari saja karena kalau siang mereka kerja", jawab Shizuka.


"Oke... nanti aku kabari lagi", jawab Nobita sambil berlari masuk kelas karena sudah telat.


Shizuka masih duduk di kursi depan kelas, jadwal kuliahnya masih setengah jam lagi.


Shizuka melamun, dia masih memikirkan Roy yang sampai saat ini menghilang dan tidak peduli saat dia sakit.


Lamunannya buyar ketika ada suara yang memanggilnya,


"Hay my honey, I miss you", Roy tiba tiba menghampiri Shizuka dan memeluknya dari belakang.


Melihat reaksi Shizuka yang datar, Roy segera mengeluarkan jurusnya.


"Aku tau kamu pasti ngira aku nggak peduli sama kamu waktu kamu sakit.. tapi ada sesuatu yang tidak kamu ketahui juga...", Roy berkata dengan nada memelas.


Mendengar nada bicara Roy, Shizuka langsung menanggapinya.


"Sesuatu apa?", tanya Shizuka yang begitu mudahnya terperangkap pada jebakan Roy.

__ADS_1


"Kemaren ku juga sedang sakit, tapi aku sengaja tetap terlihat kuat agar aku tidak di bawa berobat ke Singapore", jawab Roy.


"Haaa... Singapore... kamu sakit apa?", tanya Shizuka yang semakin penasaran.


(Sakit jiwa......🤭🤭🤭)


"Kalau malam hari badanku selalu demam, kata Dokter itu radang pernafasan", jawab Roy dengan nada lemah.


Shizuka segera memeriksa kening Roy.


"Tidak demam", kata Shizuka.


"Kan sudah aku bilang, gejala demamnya kalau malam saja", Roy memang pintar berdalih.


"Oh begitu ya.. radang harus di obati sampai ke Singapore? Memangnya di sini tidak ada obatnya?", tanya Shizuka dengan polos.


"Aku alergi obat, jadi harus mendapat obat khusus yang adanya hanya di Singapore", jawab Roy lagi yang semakin membuat Shizuka termakan omongannya.


(Neng Shizuka sama Roy mah udah kayak kelinci kecil🐰 sama si buaya🐊)


"Iya nggak apa apa, harusnya aku yang minta maaf. Aku merasa jadi pria tak berguna", Roy masih saja melanjutkan aktingnya.


"Tidak.. tidak... jangan bicara seperti itu.. kamu sendiri kan memang juga lagi sakit", jawab Shizuka.


"Makasih ya baby, kamu paling ngertiin aku", kata Roy sambil sekali lagi memeluk Shizuka.


 


Malam hari, Nobita hendak pergi ke rumah Shizuka.


"Doraemon, ayo pilihkan aku baju mana yang paling bagus?", kata Doraemon.

__ADS_1


"Sesuka kamu aja Nobita, lagian pilihan bajunya cuma dua", jawab Doraemon yang kurang begitu menanggapi pertanyaan Nobita.


"Yang ini apa yang ini?", tanya Nobita lagi.


"Maaf kalau menurutku ,tidak ada yang bagus!", jawab Doraemon jujur.


Nobita mengerucutkan bibir.


"Ya sudah, kalau gitu kamu keluarkan baju dari kantong ajaib mu", kata Nobita.


"Tuh kan kena lagi...", Doraemon menggerutu.


Beberapa detik kemudian Doraemon sudah mengeluarkan bermacam jenis baju dari kantong ajaib nya.


Dan setelah beberapa puluh baju berserakan di lantai karena Nobita selalu saja tidak cocok, akhirnya dia menemukan satu baju yang dia sukai.


"Makasih Doraemon, aku pergi dulu ya .. sekarang tugas kamu tolong beresin baju baju itu ya .... daaaaaaa", kata Nobita sambil berlalu dari pintu.


"Tuh kan kena dua kali... huuuuuh", Doraemon kembali mengeluh melihat kelakuan sahabatnya.


Sesampainya di rumah Shizuka, Nobita di sambut oleh Shizuka dan kedua orang tuanya.


Setelah di persilahkan masuk, Shizuka segera ke dapur membuat minuman. Sementara Nobita dan kedua orang tua Shizuka berbincang bincang di ruang tamu.


"Terima kasih ya nak Nobita, kamu sudah menjaga Shizuka selama di Rumah Sakit", kata Ibu Shizuka.


"Ah.. Bibi nggak perlu berterima kasih, kan Shizuka teman Nobita dari kecil", jawab Nobita dengan malu sambil menggaruk kepalanya.


"Iya .. Terima kasih sudah jagain Shizuka", ayah Shizuka juga ikut angkat bicara.


Nobita semakin di buat berbunga bunga hatinya, pikirannya melayang membayangkan dirinya dan Shizuka akan tinggal satu atap bersama orang tuanya.

__ADS_1


Mendapat tanggapan baik dari ayah dan ibu Shizuka, Nobita semakin bersemangat untuk memperjuangkan cintanya dan membuang jauh jauh keinginannya untuk pulang ke Jepang tanpa Shizuka.


__ADS_2