
"saya rasa yang mulia tidak akan memilih seseorang di antara kalian" Ujar seorang pria yang baru saja datang
Dayn, Eden dan juga Tiara menoleh ke sumber suara tersebut, Pria itu ada Sean.
"saya tebak yang mulia tidak akan memilih seorang pun di antara kalian! karena yang mulia akan berdansa denganku" Ujar Sean dengan sangat percaya diri
semua memandanginya tanpa ekspresi maupun mengeluarkan suaranya karena terheran heran.
'kenapa orang orang aneh selalu bermunculan di dekatku?' pikir kesal Tiara
"maaf tapi anda ini siapa ya? bagaimana bisa anda punya kepercayaan diri yang begitu tinggi?" Tanya Eden dengan muka meremehkannya
Sean yang kesal semakin mencoba untuk menyanjung dirinya "memangnya kau siapa berani bertanya padaku seperti itu? apa kau tidak tau bahwa yang mulia menyukaiku?"
'APA?!' Kaget Tiara di dalam hatinya
Tiara tak menunjukkan Ekspresi kaget miliknya namun, Eden dan Dayn menunjukkannya dengan jelas. beberapa bangsawan pun menoleh dan memperhatikan Sean.
"apa itu benar?" Tanya Dayn kepada Tiara
'apa dia masih menganggap bahwa aku menyukainya? dia polos? bodoh? atau memang sengaja?' batin Tiara
"ahh maaf tuan Sean sepertinya ada kesalahpahaman antara kita sampai anda mengatakan hal itu" Jelas Tiara dengan sopan
'oh tidak! apa nona itu malu aku beritahu hal itu disini? seharusnya aku memang tidak melakukannya? aku terlalu terbawa perasaan kesal pada orang orang ini! Nona ini mungkin takut sesuatu jika aku membukanya di depan seperti ini, dari pada mencari masalah aku harus segera mencari alasan' pikir Sean
Sean tersenyum "ya, mungkin aku yang terlalu melebih lebihkan.. tapi yang pasti yang mulia tak akan berdansa dengan kalian karena ia akan berdansa denganku"
"sejak kapan yang mulia telah memutuskan akan berdansa denganmu? saya rasa itu hanya angan mu saja" Kesal Dayn
'apa apaan ini kenapa mereka malah berdebat sepanjang ini! aku harus hentikan perdebatan mereka sekarang kalau tidak mungkin akan lebih jauh lagi perdebatan mereka.. para bangsawan kini memperhatikan' Pikir Tiara
"sayang sekali, saya harus minta maaf kepada kalian bertiga.. karena saya sebenarnya belum tertarik untuk melakukan dansa mungkin kalian bisa berdansa dengan nona lainnya di pesta ini" Jelas Tiara
Eden dan Dayn tertunduk tak tau harus mengatakan apa. sedangkan Sean masih terus berargumen
__ADS_1
"tidak apa yang mulia, saya tau.. anda tidak enak untuk menolak mereka jadi anda menolak kami bertiga.. saya bisa mengerti kok" Ujar Sean
'orang ini benar benar ya.. aku harus ekstra sabar untuk menanggapi orang ini' batin Tiara
Tak hanya Tiara yang menahan kesalnya kepada Sean tapi Eden dan Dayn pun menahan kesalnya kepada Sean.
Setelah ucapan Sean tersebut musik tiba tiba berhenti, para bangsawan pun diam seketika lalu terdengar satu suara tepuk tangan dari satu sudut ruangan.
PROK PROK PROKK
dan orang yang bertepuk tangan itu adalah Lucifer. semua yang ada di ruangan itu seketika merinding melihatnya kecuali Tiara.
'sial! Jangan sampai mahluk menyusahkan nambah satu lagi ya' pikir kesal Tiara
"yang mulia ini benar benar hebat ya, baru naik tahta tapi sudah di perebutkan oleh banyak pria, ya tidak salah juga sih.. karena kerajaan Silverley termasuk kerajaan yang maju dan kali ini yang naik tahta adalah Ratu.. hanya satu orang yang dapat menjadi Raja maka semua berlomba lomba untuk mendapatkan hati yang mulia.. bukankah begitu?" Ujar Lucifer dengan banyak penekanan
Dayn dan Eden mencoba menahan emosinya karena mereka tau bahwa Lucifer bukanlah orang yang bisa mereka lawan. sementara Sean yang tak tau apapun tentang Lucifer tak bisa menahan Emosinya.
"Apa maksudmu berkata seperti itu! Aku jelas melakukan hal ini dengan tulus karena yang mulia mencintaiku!" Ucap Sean kesal
Lucifer berjalan menuju Sean dengan raut wajah seakan siap membunuh siapapun di hadapannya. semuanya yang berada di sana gemetar melihat hal tersebut terkecuali Tiara, Eden dan juga Dayn.
"oh ya? tapi ku dengar tadi itu adalah sebuah ke salah pahaman!" balas Lucifer
"hmm i-itu.."
'mengapa dia juga seperti ini? mengapa mereka berempat benar benar merepotkan sekali! ini baru empat belum satu lagi! Rasanya aku sudah ingin mundur' batin Tiara
"cih lihatlah, wajahmu kakimu saja gemetar.. apa kau adalah seorang bangsawan rendahan?" Ujar Lucifer
Mendengar dirinya di sebut sebagai bangsawan rendahan Sean menjadi panas dan berdiri dengan tegak tanpa gemetar.
"Enak saja! aku ini adalah pangeran ke 3 dari kerajaan Elleweith! Sean Alexandre! berani sekali kau mengatakan hal itu kepadaku!" Kesal Sean
"ohh pangeran yang terlupakan itu ya? benar benar terlupakan ya? saya rasa tak ada yang mengenalimu disini!" Balas Lucifer
__ADS_1
'aku harus berhentikan mereka sekarang!' Pikir Tiara
"cukup sampai disini! Tolong jangan berdebat lagi Tuan Lucifer dan Tuan Sean. Ini adalah acara saya tolong jangan berbuat keributan! Saya akan mengakhiri acara hari ini demi kenyamanan bersama!" Ujar Tiara
Lucifer dan Sean berhenti berdebat. lalu, Tiara menutup acaranya dengan sopan. Para bangsawan pun pergi meninggalkan istana di malam hari itu.
akan tetapi Lucifer, Sean, Dayn, dan Eden masih di tempatnya. seperti ada perang dingin yang terjadi di antara mereka. Tiara pun menghampiri dan membuka suaranya.
"kalian masih mau disini?" Tanya Tiara
"maaf, aku jadi menghancurkan acara mu satu kali seumur hidup ini!" Permintaan maaf Dayn
"ya, perlu ku akui aku juga bersalah.. aku minta maaf" Permintaan maaf Eden
Tiara menatap Sean dan Lucifer yang bersebelahan, menunggu mereka untuk membuka mulut mereka.
"ya, saya minta maaf tapi jika orang ini tidak banyak bicara tadi pasti hal ini tak akan terjadi!" Ujar Sean sambil menunjuk Lucifer
"kau tak seharusnya menyalahkan orang lain!" Ujar Tiara
Sean terdiam dan menunduk, terlihat jelas oleh Tiara bahwa mulut Sean mengatakan "maaf" tapi dengan suara yang kecil.
"maafkan saya lady, telah mengacaukan hari ini tapi ada yang saya ingin bicara kan dengan lady hanya empat mata saja" Ucap Lucifer
Sean, Dayn, dan Eden mengepalkan tangannya yang menunjukan bahwa mereka sedang menahan kesal mereka.
"baiklah, mari kita bicarakan di ruangan saya.. kalian pulanglah dan beristirahat, hari ini pasti lelah.. saya akan menerima permintaan maaf kalian" Ucap Tiara
Sean, Dayn, dan Eden pun mau tidak mau pergi dari sana sedangkan Lucifer mengikuti Tiara yang memandu jalan menuju ruangannya.
Saat sampai di ruangan Tiara, Lucifer menutup pintu ruangan dengan rapat. Kini di ruangan tersebut hanya ada mereka berdua. Tiara duduk di sofa dan mengisyaratkan untuk Lucifer duduk di sofa depannya.
"apa yang sangat penting hingga kita harus berbicara hanya empat mata?" Tanya Tiara dengan penasaran
Tiba tiba bukannya Lucifer duduk akan tetapi ia justru mendekat kan tubuhnya kepada Tiara lalu mengunci pergerakan Tiara. Kini jarak wajah mereka hanyalah 3cm.
__ADS_1
"a-apa.. apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Tiara gugup