
Kepala pelayan memimpin jalan, Claude dan pelayan pribadinya mengikutinya di belakangnya.
mereka berjalan di koridor istana untuk pergi ke ruang menginap Claude namun, tiba tiba ia berpapasan dengan Lucifer yang tinggal di istana tersebut.
Lucifer dan Claude saling menatap dengan dingin seperti sedang bertemu dengan musuhnya.
"siapa?" Tanya singkat Lucifer kepada kepala pelayan
"beliau adalah Tuan Claude dari kerajaan Selatan yang akan menjadi selir nantinya, Tuan Lucifer. Beliau menginap disini terlebih dahulu karena beliau dari kerajaan selatan yang cukup jauh dari sini Tuan" Jelas Kepala pelayan tersebut
"ooh apakah ini tuan Lucifer yang di kenal sebagai penyihir terkuat itu?" Tanya Claude yang terdengar menyindir
"ya, sepertinya kau sudah mengenalku ya? aku juga adalah calon selir disini tapi, aku memang tinggal disini cukup lama.. semoga kita dapat bekerja sama kedepannya" Ujar Lucifer sembari memberikan senyum palsunya
Claude pun melemparkan senyum palsu kepada Lucifer. Namun tatapan mereka terlihat jelas bahwa mereka saling tak menyukai satu sama lain.
"saya tidak menyangka orang hebat seperti tuan bisa menjadi selir disini, saya dengar temperamen anda buruk.. saya harap anda tidak membawa ucapan saya ke hati ya" Ujar Claude masih dengan wajah senyum palsunya
Lucifer mengehentikan senyum palsunya dan mulai menatap sinis Claude.
"ya tentu saja, hal kecil seperti ini tak perlu di permasalahkan.. kebetulan saya baru tau bahwa anda juga akan menjadi selir yang mulia.. saya dengar anda terpaksa di terima untuk menjadi selir agar tetap ada kerjasama dengan kerajaan selatan" Ucap Lucifer
Claude juga ikut menghentikan senyumnya dan mulai mengepalkan tangannya.
"saya tidak begitu mendengar tentang anda, disini anda tidak begitu populer.. tapi saya rasa temperamen anda lebih buruk dari saya" Sindir Lucifer yang melihat Claude mengepalkan tangannya
Claude berhenti mengepalkan tangannya dan tersenyum "begitu kah? saya benar benar berharap kita dapat kenal dengan baik suatu saat nanti"
"ya" jawab singkat Lucifer
"ehem, kalau begitu saya antar Tuan Claude ke kamar tamu terlebih dahulu ya, Tuan Lucifer.. kami permisi dulu" Ucap kepala pelayan dengan sopan
"tunggu" pinta Claude kepada kepala pelayan
"bisakah anda membawa saya untuk bertemu dengan yang mulia terlebih dahulu?" Tawar Claude
"i-itu.."
"maaf, tapi yang mulia sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu. Baru saja yang mulia mengatakan hal itu kepada saya.. jadi lebih baik kau diam di kamarmu saja" Ujar Lucifer dingin
"ooh begitu baiklah.. tolong antarkan saya ke kamar" Pinta Claude dengan dingin
'apa ini perasaan ku saja? tiba tiba aku merasa sangat dingin sekali disini.. aahh yasudahlah aku perlu menyelesaikan pekerjaanku untuk mengantar tuan Claude ini dulu' pikir kepala pelayan
Kepala pelayan tersebut kembali memimpin jalan menuju kamar yang akan diinapi oleh Claude. saat sudah sampai kepala pelayan mengundurkan diri dengan sopan.
di kamar tersebut tersisa Claude dan pelayan pribadinya. Claude tampak berpikir, Pelayan pribadinya pun bertanya.
"apa ada sesuatu yang ingin tuan katakan?" Tanya pelayan pribadinya
"tadi si Lucifer itu bilang ia adalah kandidat dari selir juga, bukankah penyihir tidak di perbolehkan memiliki hubungan asmara? apalagi menikah!" Ujar Claude
"saya dengar Tuan Lucifer lebih memilih menjadi selir dan meninggalkan pekerjaan penyihir nya" Jawab pelayan pribadinya
'dia sampai meninggalkan pekerjaannya dan menghilangkan julukan nya dari penyihir terkuat Utara untuk menjadi selir? dia lawan yang patut di perhitungkan!' pikir Lucifer
"apa tuan merasa khawatir? tenang saja.. Tuan jauh lebih tampan darinya!" Ucap pelayan pribadinya
"jangan berbohong!"
__ADS_1
"saya tidak berbohong!"
"hufftt.. apa kau tau siapa kandidat selir lainnya?" Tanya Claude
"tentu saja saya tau" Jawab pelayannya
"beritahu aku!" Perintah Claude
pelayan pribadinya memberitahu Claude tentang para kandidat selir Tiara. Claude mendengarkan dengan seksama.
Di kamar Lucifer pun melakukan hal yang sama dengan Claude kepada pelayan pribadinya. Lucifer memiliki pelayan pribadi dahulunya adalah sekretaris dia di penyihir Utara.
Sekretarisnya tetap setia dan ingin selalu mengikuti langkah Lucifer hingga ia pun ikut mengundurkan diri dari penyihir Utara. Dan memilih menjadi pelayan pribadi Lucifer.
"kau sudah cari semua informasi yang ku minta?" Tanya Lucifer
"sudah tuan! saya sudah mencari semua informasi dan juga titik lemah para selir tersebut!" Jawab pelayan pribadi Lucifer dengan semangat
"kau begitu semangat lebih dari biasanya" Ujar Lucifer yang curiga
"eh.. saya.. saya hanya merasa kesal dengan Tuan Claude yang tadi! cara bicaranya benar benar membuat orang kesal!" Jawabnya
"haha.. kalau begitu cepat beritahu aku kelemahannya dan para calon selir lainnya" Perintah Lucifer
"tentu saja! Si Claude itu adalah penderita OCD!" Ucap pelayan pribadi Lucifer dengan lantang
"OCD?"
"Ya! benar! ia tidak suka ketika tempat yang kotor dan segalanya harus selaras! Katanya ruangannya sangat bersih! barang barangnya juga simetris jika itu tidak, maka ia akan bergemetar" Jelas pelayan pribadi Lucifer tersebut
"begitu ya? kalau yang lain?" Tanya Lucifer
"tak masalah! beritahu aku siapa saja calon calonnya" Pinta Lucifer
sama seperti pelayan Claude, pelayan Lucifer pun juga memberitahu siapa saja calon calonnya dan beritahu latar belakangnya.
Sedangkan disisi lain Tiara sedang mendengar kehadiran Claude di istana dari Aaron.
"jadi dia sudah sampai?" Tanya Tiara
"benar yang mulia, saya sudah menyuruh beberapa pelayan juga untuk melayaninya" Jawab Aaron
"baiklah.."
TOK TOK TOK
Bunyi ketukan pintu ruang kerja Tiara. Seseorang masuk ketika Tiara sudah memperbolehkannya untuk masuk.
"yang mulia, saya sudah selesai mengantarkannya ke kamarnya" Ujarnya
"kerja bagus Artem" Ujar Tiara sembari menulis beberapa berkas
Itu adalah Artem, kepala pelayan di kerajaan Silverley yang tadi mengantarkan Claude ke kamarnya.
"tadi tuan Claude sempat berpapasan dan mengobrol dengan tuan Lucifer" Ucap Artem
mendengar hal tersebut Tiara berhenti menulis dan menatap Artem dengan serius.
"lalu apa yang terjadi?" Tanya Tiara
__ADS_1
"mereka.. memperkenalkan dirinya masing masing dan ada perdebatan kecil di antara mereka. mereka terlihat seperti saling membenci satu sama lain" Jawab Artem
Tiara menghela nafas panjangnya lalu berdiri dan menatap ke jendela. di jendelanya terlihat prajurit prajurit istana yang sedang latihan.
'apa rencana ku berikutnya? mereka sekarang ada di sampingku seperti ini menjadi calon selir ku.. mau bagaimana pun aku harus tetap baik kepada mereka, karena kalau tidak mungkin Diana masih bisa menghasut mereka.. apalagi Claude! aku tak pernah bertemu dengannya aku harus membuat kesan yang baik padanya.. tapi aku belum siap untuk berpikir bagaimana bisa membuat kesan yang baik padanya! lebih baik jangan aku temui dulu sekarang' Pikir Tiara yang gelisah
Aaron dan Artem ikut merasakan rasa gelisah yang Tiara rasakan. Dan Aaron memutuskan untuk membuka suaranya.
"yang mulia sedang mengkhawatirkan sesuatu? apa itu tentang calon selir anda?" Tanya Aaron penasaran
"hmm.. aku tak bisa menyimpulkannya sekarang, aku belum pernah bertemu dengan Tuan Claude.. dia orang yang seperti apa?" Tanya Tiara
Aaron tampak berpikir sejenak "saya pernah mendengar bahwa ia sangat suka dengan alam makanya ia melakukan penelitian untuk mendapatkan obat obatan herbal yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit! hewan hewan juga bisa di sembuhkan olehnya bahkan harimau yang sudah sekarat pun bisa hidup kembali karenanya"
"lalu, tentang kepribadiannya bagiamana?" Tanya Tiara penasaran
"dari rumornya sih, dia sulit untuk masuk ke pergaulan, jadi orang menyimpulkan bahwa ia adalah anak yang pendiam.. tapi ada yang bilang juga meskipun dia penyayang binatang akan tetapi ia tak akan segan untuk membunuh orang yang mengganggunya" Jawab Aaron
"begitu ya"
'sepertinya Author cerita ini menyukai orang orang yang aneh! atau mungkin.. Author nya yang aneh' Batin Tiara
......................
Keesokan harinya, Tiba hari dimana pengangkatan para selir di lakukan. Tiara menunggu di balkon untuk melihat kereta kereta kuda yang datang ke kediamannya.
"Apa calon selir lainnya sudah ada yang datang?" Tanya Tiara kepada Aaron yang tepat berada di sebelahnya
"saya rasa kereta kuda putih itu ialah kereta kuda milik Tuan Dayn" Ujar Aaron
Tiara pun langsung melihat ke kereta putih tersebut. Tak lama datang kereta kuda calon selir lainnya.
"ROMBONGAN TUAN DAYN TELAH TIBA!"
"ROMBONGAN TUAN SEAN TELAH TIBA!"
"ROMBONGAN TUAN EDEN TELAH TIBA!"
Itulah suara yang terdengar kencang di telinga Tiara.
"Sean dan Eden datang berbarengan ya" Ujar Tiara
"ya.. sepertinya begitu"
"hari ini tak akan seramai pelantikkan ku kan?" Tanya Tiara
Tiara membalikkan padanya lalu membersihkan tangannya yang tadi menyentuh Tiang dengan sapu tangan miliknya.
"iya yang mulia, saya sudah lakukan sesuai permintaan anda yang menyuruh mereka untuk hanya membawa kerabat terdekat mereka saja" Jawab Aaron
"berarti Lucifer dan Claude tidak membawa kerabatnya ya?" Tanya Tiara
"benar yang mulia, Tuan Lucifer sepertinya memang tak memiliki kerabat dekat sedangkan Tuan Claude karena jaraknya cukup jauh untuk kemari maka kerabatnya tidak ada yang datang" Jelas Aaron
"kalau begitu ayo kita turun, ini sudah saatnya aku menemui mereka!" Ajak Tiara
"baik yang mulia"
Tiara meninggalkan ruangannya dan pergi turun untuk menemui para tamu sekaligus para calon selirnya. Tiara menyapa semuanya dan bertemu secara langsung dengan para calon selirnya. semua memberi hormat kepada Tiara.
__ADS_1
Acara pengangkatan selir pun di mulai.