
'Hufft, Tiara kamu harus sabar.. Ambil positifnya! Kapan lagi kamu bisa melihat cowok tampan yang mabuk berat di hadapanmu' Pikir Tiara
Tiara mengangkat kepala Claude dengan lembut. Akan tetapi, Claude justru menghancurkan imaginasi Tiara yang begitu tinggi.
"Cantik sekali, apa kau bisa membantuku?" Tanya Claude yang menangis
Claude langsung memeluk kaki Tiara dengan erat seperti seorang anak yang takut kehilangan ibunya.
"D-dia.."
"Maaf yang mulia, Tuan Claude mabuk berat jadi tidak menyadari bahwa ia sedang seperti itu kepada yang mulia.. mohon maafkan tuan hamba" Pinta pelayan pribadi Claude
Tiara menghela nafasnya lalu mengelus elus kepala Claude. Claude semakin mengeratkan pelukannya.
"Bantu aku bawa dia kembali ke kamar" Titah Tiara
"Baik yang mulia" Jawab pelayan Claude dengan tegas
Claude pun di bawa ke kamarnya oleh pelayan pribadinya serta Aaron yang membantunya. Tiara hanya mengikuti mereka dari belakang.
Saat sampai, Claude di rebahkan di atas kasur miliknya. Saat Tiara ingin memasuki kamar Claude, ia tertahan oleh panggilan dari seseorang.
"Yang mulia" Panggilnya
Tiara menoleh ke sumber suara. Orang yang memanggilnya ialah Sean. Sean memanggil Tiara dengan ekspresi bahagia.
"Ada apa Sean?" Tanya Tiara
"Kenapa yang mulia kemari? apa anda ingin tidur di sini?" Tanya Sean
sebelum Tiara menjawab, Aaron keluar dari kamar Claude dan bertanya kepada Tiara.
"Yang mulia, apa anda ingin mengunjungi tuan Claude? sepertinya tuan Claude langsung tertidur, Tapi jika anda ingin tidur di sini juga tak masalah" Tanya Aaron
Aaron belum menyadari bahwa ada Sean di sana karena jarak antara Tiara dengan Sean tidak begitu dekat.
"Hmm begitu ya"
"Yang mulia! Jika anda tidak keberatan anda tidur di kamar saya saja! anda tidak mungkin ingin satu tempat tidur dengan orang yang mabuk bukan?" Tanya Sean
Aaron terkejut ketika mengetahui Sean berada di sana juga. Tiara tersenyum melihat Sean yang bersemangat.
"Tadinya aku khawatir dengan mu tapi setelah melihatmu seperti ini kekhawatiran ku jadi menghilang" Ujar Tiara
__ADS_1
"Apa anda mengkhawatirkan saya?" Tanya Sean dengan perasaan senang
Tiara menyadari bahwa ia salah mengucapkan kata kata dan mulai menyesali perkataannya.
"B-bukan begitu"
"Kalau begitu berarti anda ke sini karena mengkhawatirkan saya? Anda ingin bertemu saya dan menenangkan saya? berarti anda mencintai saya bukan?" Tanya Sean
Sean yang sangat senang mendengarnya pun tak bisa menutupi wajah rasa senangnya.
'Sudah ku duga.. aku tidak boleh memujinya sama sekali' Batin Tiara
"Hufftt.. bukankah wajar jika aku mengkhawatirkan orang ku? Kau juga tadi jatuh sangat kencang.. apa kau baik baik saja?" Tanya Tiara
Saat mendengar perkataan Tiara, ekspresi Sean berubah. Sean yang sebelumnya senang karena Tiara mengkhawatirkannya kini mengeluarkan sedih.
"Maaf yang mulia.. aku tidak sengaja terjatuh hingga membuat tuan Eden pingsan" Lirih Sean
Tiara mendekati Sean perlahan. Tiara mengelus rambut Sean dengan lembut. Sean menatap Tiara tak percaya.
"Jelaskan padaku apa yang terjadi" Titah Tiara
"Saat itu, ketika saya tak sengaja bertemu dengan tatapan Tuan Lucifer saya kehilangan keseimbangan saya dan seperti ada yang mendorong saya untuk tergelincir lalu mengenai Tuan Eden.. saya juga tidak menyangka Tuan Eden akan langsung pingsan" Jelas Sean
Tiara menarik tangannya yang sedari tadi berada di kepala Sean.
"B-bukan begitu yang mulia"
Tiara menghela nafas panjangnya. Lalu menahan mulut Sean dengan satu jarinya.
"Aku tidak mengharapkan permintaan maaf mu padaku, yang ku harapkan adalah nanti saat Eden sadar, kau meminta maaf padanya dengan tulus" Pinta Tiara
"b-baiklah yang mulia.. saya akan meminta maaf pada Tuan Eden saat ia sudah sadar" Jawab Sean
"Berjanjilah padaku" Pinta Tiara
"Saya janji yang mulia"
Tiara tersenyum saat Sean berjanji akan meminta maaf pada Eden nanti. Meskipun Tiara tidak tau apakah Eden akan menerima permintaan maafnya atau malah membuat keributan dengan menolak permintaan maafnya.
"Kalau begitu, aku pergi dulu" Ujar Tiara
"Apa? anda sudah ingin pergi? Bukannya anda ingin tidur di Harem?" Tanya Sean Kecewa
__ADS_1
"tadinya aku berencana seperti itu, tapi ku rasa aku punya satu hal lain yang harus ku selesaikan" Jawab Tiara
"T-tapi.."
"Kau istirahatlah.. besok kita akan bertemu lagi.. sampai jumpa"
Tiara memberi kode kepada Aaron untuk mengikutinya pergi dari Harem. Tiara pun mulai berjalan untuk pergi. Akan tetapi ia di tahan oleh Sean yang tiba tiba saja menggenggamnya.
"Hmm? Ada apa?" Tanya Tiara lembut
"Aku.. aku ingin memberikan sesuatu pada yang mulia" Jawab Sean
"Apa itu?"
Sean mengeluarkan 3 butir permen yang di bungkus rapi dari sakunya. Permen itu ialah permen rasa laut yang dulu Sean pernah berikan kepada Tiara di kamarnya.
"I-ini.."
"Saya ingin permen ini anda makan ketika anda sedang bekerja, agar anda ingat kepada saya" Ujar Sean
Tiara menahan tawanya ketika melihat Ekspresi Sean yang menggemaskan. Tiara menerima permen yang di berikan oleh Sean.
"Baiklah, terima kasih banyak"
"Sama sama, yang mulia"
Tiara melanjutkan jalannya untuk pergi keluar dari Harem. Aaron mengikutinya dari belakang, Aaron terkejut ketika Tiara mendadak berhenti berjalan.
"Ada apa yang mulia?" Tanya Aaron
Tiara tak menjawab. Ia hanya melihat isi genggaman tangannya yang berisikan permen permen yang Sean berikan.
'aku masih penasaran dengan rasa laut sebenarnya.. apa ini benar benar rasa laut? bukankah rasa air laut itu asin? kenapa permen ini manis?' Pikir Tiara
"Yang mulia?" Tanya Aaron yang menyadarkan Tiara dari lamunan
"Ya? Ada apa?" Jawab spontan Tiara yang tersadar dari lamunan
"Apa anda berdiam diri hanya untuk memandangi permen pemberian Tuan Sean?" Tanya Aaron yang menggoda Tiara
Wajah Tiara mulai memerah. Ia menyimpan permen pemberian Sean dalam sakunya.
"Ehem.. Aaron berhenti menggodaku seperti anak kecil" Ujar Tiara
__ADS_1
"haha baik yang mulia, tapi.. urusan yang anda maksud kan itu apa? kenapa tiba tiba sekali?" Tanya Aaron penasaran
"Itu.. aku mencurigai sesuatu yang aneh terjadi saat pesta berlangsung tapi, itu bukanlah dari penyihir yang di bawa oleh nona Diana tersebut.." Jawab Tiara dengan Serius