Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem

Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem
Ep. 24 | Siapa Pencurinya?!


__ADS_3

Sean menghampiri Eden dengan perasaan marah yang menggebu-gebu. Sean menarik kerah baju milik Eden.


"Tuan Sean anda sungguh tidak bermoral" Ujar Eden


"Apa maksudmu tidak bermoral, sangat jelas kau yang tidak bermoral! bagaimana bisa seorang selir mencuri barang selir lainnya" Kesal Sean


"Sean kau jangan keterlaluan, lepaskan tangan mu darinya" Suruh Tiara


Mendengar perkataan Tiara, Sean langsung melepaskan tangannya dari kerah milik Eden. Eden membenarkan kerah bajunya.


"Yang mulia, jangan bilang anda membelanya! Dia sudah mencuri barang selir mu ini!" Kesal Sean


"Aku ingin penjelasan lebih lanjut dari Eden" Ujar Tiara


"Mengapa anda membelanya? apa anda benar benar memiliki hubungan rahasia dengannya?" Tanya Sean kesal


"Aku bilang kau diam! Aku ingin mendengar penjelasan dari mulut Eden, bukan ocehan kau!" Kesal Tiara


Sean terdiam dan hanya mengepalkan tangannya sementara Eden tersenyum licik.


"Saya berani bersumpah bahwa bukan saya yang mencuri barang anda! Saya memiliki hubungan rahasia dengan yang mulia apa tidak boleh? Saya hanya menjalankan permintaan manis yang mulia" Jelas Eden


Sean semakin kesal karena ia tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan dari Eden. Tak cuma Sean yang saat ini kesal, tiga selir lainnya pun sama kesalnya ketika mendengar bahwa Eden memiliki hubungan rahasia dengan Tiara.


'yang dia maksud itu, dia menemui anggota Black Blood nya untuk melakukan apa yang ku suruh, bukan? aku tidak boleh membiarkan selir yang lainnya tau.. aku tidak bisa menjamin mulut mereka bisa di tutup rapat rapat' Pikir Tiara


Tiara tak membuka suaranya. Melihat Tiara yang diam tanpa suara seakan sedang berpikir, Aaron membantu Tiara untuk menenangkan Sean terlebih dahulu.


"Tuan Sean, anda tenangkan diri anda terlebih dahulu, saya rasa anda harus duduk di tempat anda kembali.. mari kita selesaikan secara kekeluargaan" Pinta Aaron


Sean menurut dan kembali duduk di tempat sebelumnya ia yang duduki.


"Tuan Sean anda tidak bisa langsung menyimpulkan suatu hal, apalagi menuduh orang yang mencurinya tanpa bukti kuat apapun.. Apalagi disini anda juga salah karena telah teledor, anda lalai menjaga barang anda." Ujar Tiara


"Tapi yang mulia--" Ujar Sean yang di potong Tiara


"Aku tidak ingin mendengar pembelaan diri kau, semuanya salah di mataku.. aku akan membantu mu asalkan kau tidak membuat keributan!" Ujar Tiara yang memotong perkataan Sean.


Sean pun diam tak berani bersuara. Kesunyian terjadi beberapa saat hingga terdengar suara ketukan pintu.

__ADS_1


"Siapa?"


"Artem, yang mulia"


"Masuklah"


Ketika mendengar jawaban Tiara yang memperbolehkannya untuk masuk, Artem pun memasuki ruangan dengan membawa jimat milik Sean.


Sean yang melihatnya langsung berlari ke arah Artem untuk mengambil jimatnya. Sean langsung memeluk Jimatnya.


"Jimat keberuntunganku! Akhirnya kau kembali!" Ujar Sean


"Dimana kau menemukannya?" Tanya Tiara


"Itu tergantung di atas pohon yang berada di taman dekat Harem" Jawab Artem


Mendengar jawaban Artem, Selir selir Tiara pun mulai berdebat lagi tentang siapa yang melakukannya.


"Sudah ku bilang Tuan Claude yang melakukannya! Ia masuk ke kamar Tuan Sean lalu pergi ke taman dekat Harem untuk menaruhnya di pohon! Sekarang semua sudah jelas!" Ujar Dayn


"Tidak, aku tidak melakukannya! untuk apa aku melakukannya? sudah ku bilang aku ke taman untuk bermain dengan kucing! Lihatlah Tuan Eden, ia tidak jelas berada dimana, bukankah dia yang kemungkinannya lebih besar melakukan hal ini?" Kesal Claude


"Tidak! aku percaya kalian semua tidak seperti itu, aku yakin kalian tidak mungkin memanjat pohon itu benar benar membuang tenaga bukan?" Ujar Sean


"Benar!" Jawab Dayn


"Berarti sudah pasti orang itu adalah Tuan Lucifer, si penyihir menyebalkan!" Sambung Sean


"Kau masih saja menuduhku? Aku sudah bilang berkali kali, aku tidak akan menggunakan sihir ku untuk hal sepele seperti ini! kau benar benar cari mati ya?" Kesal Lucifer


"Ini sudah jelas kau yang melaukannya! Kau tidak perlu membuang tenaga mu, karena kau cukup menggunakan sihirmu untuk menaruh jimat ku di atas pohon!" Ujar Sean


"Seorang penyihir juga tidak melakukan segala hal menggunakan sihirnya! itu memakan banyak energi!" Jawab Lucifer


Perdebatan antara para selir Tiara pun terus berlangsung. Aaron dan Artem berusaha untuk menenangkan mereka namun, mereka tetap tidak memberhentikan perdebatan mereka hingga Tiara yang membuka suaranya.


"Kalian bisa berhenti?!" Bentak Tiara yang tidak bisa menahan amarahnya lagi


Seketika semua yang ada di ruangan itu diam. Tiara yang mulai kesal membawa Selir selirnya menuju depan gerbang Harem.

__ADS_1


Tiara meminta untuk selir selirnya berjejer bersama para pelayannya di depan gerbang Harem.


"Kalian semua benar benar sudah membuat keributan yang luar biasa! Terlepas siapa yang mengambil Jimat tuan Sean dan kelalaian tuan Sean yang tidak menjaga barangnya dengan baik.. aku akan menghukum kalian semua!" Bentak Tiara


Di saat ini, Tidak ada satu pun yang berani berbicara. Entah itu Lucifer sang penyihir ataupun Eden si ketua Black Blood tidak berani membuka suaranya.


"Udara di malam hari memang segar! Jadi aku berencana untuk menghukum kalian untuk mengelilingi Harem ini sebanyak 20 Kali!" Titah Tiara


"A-apa? Y-yang mulia.. bukankah itu terlalu berlebihan? Harem ini sangat besar, yang mulia" Ujar para pelayan selir


"Kalian berani melawanku?" Tanya Tiara dengan mata yang seakan ingin membunuh semua orang


Para pelayan menelan ludahnya sendiri tak berani untuk melawan. Selir selir Tiara dan pelayannya pun mulai menjalani hukuman mengitari Harem sebanyak 20 Kali.


Tiara mengawasi mereka dari jauh bersama dengan Aaron dan Artem.


"Apa ini tidak apa apa, yang mulia?" Tanya Aaron


"Aku tidak mau mereka selalu membuat keributan! Jika mereka tidak di hukum mungkin mereka akan selalu membuat keributan!" Jawab Tiara


Saat Tiara mengawasi para selirnya. Eden dan Tiara tiba tiba saja melakukan kontak mata, Eden pun tampak mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Tiara.


Bukan merasa tergoda justru Tiara malah semakin kesal. Aaron yang melihat kejadian tersebut pun tertawa kecil.


"Tuan Eden masih saja ya" Ujar Aaron


Tiara tampak tak berekspresi meskipun Aaron berbicara seperti itu.


"Artem, bagaimana bisa kamu menemukan jimatnya di atas pohon?" Tanya Tiara


"Seorang pengawal yang membantuku mencarinya yang menemukannya" Jawab Artem


"Bagaimana jimat itu bisa berada di situ ya? Tidak mungkin kan, Sean sengaja melakukannya?" Ujar Tiara


"Sebenarnya saya curiga dengan salah satu dari mereka" Ujar Aaron


"Siapa?" Tanya Tiara penasaran


"Orang yang saya curigai itu adalah Tuan Dayn" Jawab Aaron

__ADS_1


"Dayn?!"


__ADS_2