
Pada akhirnya Tiara mengerti bahwa teh itu memang berharga bagi Dayn mau bagaimanapun setiap orang memiliki kesukaannya masing-masing dan Tiara menghargai itu. Tiara pun ingin meminta maaf namun tiba-tiba seseorang menyela.
"Baiklah aku mengerti, aku minta ma-" ucap Tiara yang terpotong oleh seseorang
"Maaf saya memotong Tapi menurut saya itu terlalu berlebihan jika mengatakan anda hanya akan bisa mencicipinya tahun depan" Ucap seseorang yang tiba tiba saja datang di belakang Tiara
Orang tersebut menarik semua perhatian orang yang berada di sana tak terkecuali Tiara dan orang itu ialah Claude.
"Maaf menyela tapi saya rasa kata-kata itu memang terlalu berlebihan, bunga komando itu bukan hanya tumbuh setahun sekali yang sebenarnya bunga klomanza itu bisa tumbuh kapan saja asalkan udaranya benar-benar dingin dan dirawat dengan baik karena bunga klomanza adalah bunga yang istimewa" jelas Claude
Semua terdiam tidak ada yang mengatakan sepatah kata pun mendengar Claude yang begitu mengerti tentang bunga tersebut.
Namun Dayn menolak pendapat dari Claude dengan berkata "Bagaimana bisa kau tahu kau bahkan tidak pernah melihat bunga itu"
Claude pun tersenyum tipis, ia mengeluarkan satu kantong plastik yang beberapa berisikan kelopak bunga.
"Ini adalah bunga klomanza baru saja aku teliti beberapa hari terakhir ini. Aku telah membudidayakannya sekarang Kalau kau mau kau bisa beli padaku" Ujar Claude sambil memperlihatkan kelopak bunga klomanza miliknya
Dayn pun terdiam karena memang benar itu adalah bunga klomanza. Perasaan Dayn kini pun menjadi campur aduk, perasaan malu, marah dan tidak terima menjadi satu dalam diri Dayn.
"Cih bunga bunga yang belum tahu dibudidayakannya bagaimana ternyata. jika kau menyukainya Kenapa kau tidak tahu cara membudidayakannya" ujar Sean yang ingin mengejek Dayn
Tiara segera membaca situasi dan perasaan Dian pun berkata "Baiklah Jadi cukup Sean, Dayn tolong maafkanlah Sean yang tidak sengaja menjatuhkan selendang miliknya, kau bisa membeli bunga teh klomanza itu di Claude. Dan kau Sean, kau juga harus memaafkan Dayn yang tiba tiba marah"
Dayn dan Sean hanya saling memandang canggung. Tiara pun kembali membuka suaranya "Sekarang Aku harap dayn dan Sean saling meminta maaf."
"Ha-harus tetap minta maaf juga yang mulia?" Tanya Sean dengan nada tidak setuju
"Tentu saja harus! Kalian bertengkar bahkan sampai menggunakan kekerasan masa tidak minta maaf" Ujar Tiara
"Kapan?" Tanya Sean
"Menurutmu saja kapan" Jawab Tiara sedikit kesal
"Kalau begitu bagaimana dengan minggu depan, aku rasa kita perlu saling meredakan emosi dulu" Jawab Sean dengan mudahnya
__ADS_1
Mendengar jawaban Sean yang benar benar mengeluarkan pendapatnya untuk kapan meminta maaf membuat Tiara menjadi kembali kesal.
"Aku perintahkan, Kalian saling meminta maaf sekarang juga!" Titah Tiara dengan nada tingginya
Meskipun keduanya sama-sama tidak terima dan masih saling menyalahkan mereka tetap mengikuti arahan Tiara untuk saling meminta maaf.
"Baiklah maafkan aku" Ucap Sean
Sel mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan sebagai tanda sudah berbaikan.
Dayn menghela nafas panjangnya lalu berkata "Iya aku maafkan aku juga minta maaf karena terlalu gegabah"
Meski ada yang sudah meminta maaf tapi uluran tangan Sean tidak digubris sama sekali oleh Dayn membuat Sean kesal.
"Lihat yang mulia dia begitu sombong Bahkan dia tidak mau berjabat tangan" Ujar Sean yang mengadu kepada Tiara
Tiara menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya, ia merasa lelah melihat Sean dan dayn yang bertengkar seperti anak kecil.
"Dayn?" Ucap Tiara
Sean tersenyum seolah kemenangan ada di dirinya. Namun saat yang sama justru ada tatapan dingin lainnya. Tatapan itu berasal dari Lucifer yang memandang Claude.
Kau deh yang menyadari pandangan Lucifer kepadanya pun bertanya "Kenapa kau melihatku seperti itu? ada masalah?"
Lucifer menggelengkan kepalanya lalu pergi begitu saja meninggalkan semuanya. Tiara tak mencoba untuk menahan Lucifer, Iya hanya melihat Lucifer berjalan menjauh darinya.
"Yang mulia, bisa saya minta waktunya sebentar?" tanya Claude
Aduh apa lagi ini batin Tiara
Meski dalam hati Tiara ingin menolak ajakan Claude tapi ia tetap menyetujui ajakan Claude demi menunjukkan sikap peduli kepadanya
" Iya, Baiklah Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Tiara
"Saya memiliki pertanyaan yang penting Bisakah kita mengobrol di tempat yang tertutup?" tanya Claude
__ADS_1
Tiara mengangguk dan segera menyuruh Claude untuk pergi ke ruangan kerja milik Tiara bersamanya diikuti oleh Aaron. Saat kau udah sampai di ruangan milik Tiara ia langsung dipersilahkan untuk duduk di depan Tiara.
"Jadi apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Tiara
"Hmm sebelum itu Bolehkah Tuan Aaron meninggalkan kami berdua terlebih dahulu?" Pinta Claude
Meski dengan berat Hati Aaron tetap mengikuti perintah ia pergi dengan hati yang sedih.
"Sialan baru aja aku datang udah disuruh pergi" batin Aaron
Aaron pergi meninggalkan ruangan dengan perasaan kesal dan sedih meninggalkan Tiara dan Claude berdua di ruangan.
Tiara semakin penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan oleh Claude. "Aaron sudah pergi jadi apa yang ingin kau tanyakan?"
"Menurut Anda tuan Lucifer itu orang yang seperti apa? Apakah dia dapat dipercaya bagi anda?" Tanya Claude serius
Tiara tak menyangka bahwa Claude hanya ingin menanyakan hal itu sampai harus pergi ke ruangan yang tertutup dan meminta Aaron untuk keluar dari ruangan seolah ini adalah perbincangan yang sangat rahasia.
"yah meski dia orang yang terlihat mencurigakan tapi kurasa dia dapat dipercaya" Jawab Tiara
"Hmm begitu ya, Sebenarnya saya mendengar isu-isu bahwa Winteads ingin mengajak perang Apakah itu benar Yang Mulia?" Tanya Claude lagi
Tiara pun dengan santai menjawab "Iya ku den- tunggu kau tau dari mana?"
Tiara tersadar bahwa isu-isu itu seharusnya tidak ada karena itu bersifat rahasia antara dia dengan Eden dan Lucifer.
Tak ingin Tiara salah sangka kalau udah pun menjelaskan "saya mendengarnya saat Tuan Eden berada dalam perjalanan menuju kamar, dia melewati kamar saya dan mengatakan hal seperti itu kepada pelayannya"
Tiara pun percaya dengan apa yang dikatakan oleh Claude karena itu masuk akal bagi dirinya. Tapi itu tidak sebaiknya Eden lakukan meskipun ia membicarakannya kepada pelayannya.
"meskipun itu pelayannya setidaknya dia harus tau kondisi dong, bagaimana bisa Claude yang tidak tau apa apa menjadi tau karena ulahnya?" Kesal Tiara dalam batinnya
"Ya baiklah baiklah kalau kau sudah tahu isu itu terus kau mau apa?" Tanya Tiara
Claude tersenyum kecil "Jujur saja sebenarnya saya tahu kunci permasalahan ini"
__ADS_1