
"baik--" Ucap Tiara yang di potong
"Apa? Lucifer?!"
"Ya, ada apa dengan Tuan Lucifer, yang mulia? apa ada yang salah?" Tanya Artem bingung
"Tidak salah sih.. hanya saja.. aneh sekali jika aku harus bersama seorang penyihir" Ujar Tiara
"mau bagaimana pun juga kan tuan Lucifer adalah selir anda, yang mulia" Jawab Artem dengan senyumannya
"huhh.. baiklah, baiklah" Ujar Tiara terpaksa
Tiara pun bersiap untuk pergi menuju Harem di temani oleh Artem. Saat di depan Harem Tiara mengingat kejadian selirnya yang bertengkar.
"Artem, apa mereka sering bertengkar?" Tanya Tiara penasaran
"saya rasa mereka memang sering berdebat jika bertemu tapi, tidak sampai bermain fisik.. yang anda lihat waktu itu adalah pertengkaran fisik pertama di Harem" Jawab Artem dengan sejelas mungkin
"Oh begitu ya?"
Tiba tiba di akhir percakapan Tiara dengan Artem terdengar suara keributan dari dalam Harem. Tiara dan Artem bergegas mendatangi sumber keributan tersebut.
"Kau pasti pencurinya!" Tuduh Sean
"Bagaimana bisa kau menuduhku tanpa bukti?" Tanya kesal Lucifer
"Kau pasti menggunakan sihirmu!" Bentak Sean
"Aku bukan orang yang tidak jelas seperti kau! untuk apa aku mengambil barang milikmu! benar benar tidak berguna!" Kesal Lucifer
Sean sedang berdebat dengan Lucifer terdapat juga Dayn dan Claude berada di dekatnya. Ketika Tiara datang semua langsung diam.
"Ada apa?" Tanya Tiara
"Jimat keberuntungan ku hilang! seseorang telah mencurinya!" Keluh Sean
"Apa kau sudah mencarinya dengan benar? mungkin saja itu terselip di kamarmu" Ujar Tiara
"Saya sudah memeriksa kamar tuan Sean dan di bantu dengan pelayan pelayan Harem di sini tetapi tetap tidak ketemu, yang mulia" Jawab pelayan Sean
"Benar itu yang mulia! Seseorang pasti telah mencurinya! Tuan Lucifer pasti adalah orangnya!" Tuduh Sean lagi
"Kenapa kau masih menuduhku?! Sudah ku bilang, aku tidak akan melakukan hal yang tidak memiliki keuntungannya bagiku! sekarang aku tanya padamu, untuk apa aku mencurinya, hah?!" Kesal Lucifer
'Astagaa, cobaan apa lagi ini' Batin Tiara
"Kau adalah penyihir! mencuri barang dengan sihirmu adalah hal yang mudah! dan sekali lagi ku bilang, jimat keberuntungan ku yang hilang! Mungkin saja itu benar benar jimat keberuntungan dan hanya penyihir sepertimu yang akan mengerti" Jelas Sean
"Aku tidak pernah mempercayai ramalan seperti itu! Tidak ada benda benda yang akan membawa keberuntungan seperti itu! lagi pula, aku saja bahkan tidak tau jimat mu berbentuk apa!" Balas Lucifer
Tiara mengerutkan dahinya sembari memegangi kepalanya. Di saat Tiara pusing memikirkan tentang solusinya, tiba tiba Tiara melihat ke arah Dayn dan Claude yang sedari tadi ikut menonton dalam diam.
__ADS_1
"Kalian berdua, Dayn dan Claude.. kenapa kalian ke sini juga?" Tanya Tiara
"Aku kemari setelah mendengar bahwa Tuan Sean kehilangan jimatnya. Aku ingin memberitahu sebelumnya Tuan Claude masuk ke dalam kamar Tuan Sean, makanya aku juga menyeretnya kesini" Jelas Dayn
"Aku tidak masuk ke dalam kamar tuan Sean! aku tidak ada kepentingan untuk masuk, dan lagi pula tuan Sean selalu berada di dalam kamar!" Balas Claude
"Apa benar Sean? kau selalu ada di dalam kamar?" Tanya Tiara
"ku rasa iya.. jadi kemungkinan pelaku ini hanyalah orang yang menggunakan sihir! yaitu tuan Lucifer!"
"Kau kembali menuduhku lagi dan lagi!" Kesal Lucifer
"Tidak ada bukti jika kau tidak bersalah" Ujar Sean
"tidak ada bukti juga jika aku yang mengambilnya" Balas Lucifer
"Tidak, tuan Sean tadi sempat pergi keluar! aku melihatnya tapi aku tidak tau dia pergi kemana, jadi bukankah sudah jelas pelakunya adalah Tuan Claude?" Ujar Dayn
"Bagaimana bisa kau bilang seperti itu di saat Tuan Sean saja mengatakan bahwa ia tidak pergi keluar!" Kesal Claude
"Ooh! Benar! aku sempat keluar untuk menemui kepala pelayan!" Ujar Sean sembari menunjuk Artem
Artem kaget karena di tunjuk. Seluruh mata menuju kepada Artem tidak terkecuali Tiara.
"s-saya memang bertemu tuan Sean tadi, dia menghampiri saya untuk menanyakan apakah yang mulia akan datang atau tidak" Jelas Artem
"Berarti.. pelakunya adalah Dia!" Ujar Sean sembari menunjuk Claude
"Kau ingin memutar balikkan fakta?!" Bentak Dayn
perdebatan terus berlanjut. Pada akhirnya Tiara mengakhiri perdebatan tersebut dan membawa ke empat selirnya pergi ke ruangan miliknya. Sementara kamar kamar selir semuanya sedang di geledah.
Ke empat selirnya telah duduk di hadapan Tiara di dalam ruangan kerja Tiara.
"hal sepele seperti ini saja sampai melibatkan yang mulia. Maafkan kami" Ujar Lucifer
"hal sepele katamu?! Jimat itu adalah pemberian ibuku! itu sangat berharga!" Kesal Sean
Perdebatan kembali di mulai antara Lucifer dengan Sean. Tiara sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Sudah cukup! Jika kalian masih bertengkar lagi, akan ku kurung kalian!" Bentak Tiara
Seketika Lucifer dengan Sean memberhentikan perdebatan mereka ketika mendengar ancaman dari Tiara.
Kesunyian terjadi beberapa saat hingga Aaron masuk untuk melapor.
"Yang mulia, para pelayan sudah menggeledah semua kamar namun tidak ada jimat yang tuan Sean katakan" Ujar Aaron
"Apa? tidak mungkin!" Ujar Sean
"Apa mungkin tuan Sean ini berhalusinasi memiliki jimat untuk membuat keributan?" Sinis Lucifer
__ADS_1
"Aku tidak--" Balas Sean yang terpotong oleh Tiara.
"Cukup! Aku tidak ingin mendengarkan perdebatan kalian!" Potong Tiara
"Aaron dimana Eden? tolong panggilkan dia!" Suruh Tiara
"baik, yang mulia"
Seketika empat selir tersebut menyadari bahwa sedari tadi mereka tidak melihat Eden sama sekali. Mereka pun mulai menuduh Eden lah yang melakukannya.
"Benar! Tuan Eden sedari tidak terlihat! Dia pasti yang telah mencurinya" Ujar Sean
"Bisakah kau diam dulu? Kau menuduh semua orang yang ada! Jika sampai jimat itu sebenarnya memang tidak ada, akan ku bunuh kau!" Kesal Dayn
Sean dengan Dayn saling menatap dengan kebencian. Tak lama, Eden datang ke ruangan kerja Tiara di ikuti dengan Aaron.
"Salam yang mulia. ada masalah apa anda mencari-- eh? kenapa semua terkumpul disini? apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Eden dengan ekspresi bingung
"Kau jangan pura pura tidak tau" Ujar Dayn
"Ekspresi mu tidak natural sekali" Ujar Claude
"Sudahlah, Eden.. duduklah" Pinta Tiara
Eden duduk di banku yang kosong yakni di sebelah Lucifer. Eden tampak seperti biasanya, tersenyum lebar.
"Jadi sebenarnya ada apa yang mulia?" Tanya Eden
"Sean kehilangan Jimat keberuntungan dari ibunya yang sangat berharga, aku sudah memerintahkan orang untuk menggeledah semua kamar termasuk kamar kau, tapi mengapa kau tidak ada dalam kamar?" Tanya Tiara
"Udara di malam hari sangat segar" Jawab Eden
"Kau tidak mungkin beralasan dengan mencari udara segar hingga jam 11 malam bukan?" Tanya Claude curiga
"hmm? jika saya memberitahukan sesuatu hal yang saya lakukan mungkin yang mulia akan memarahi saya karena telah memberi tahukannya" Jelas Eden
"NAH! Sudah jelas! kau adalah pelakunya! kau takut yang mulia memarahi mu karena kau mengambil jimat ku kan?!" Bentak Sean yang langsung berdiri dari duduknya
Sean menghampiri Eden dengan perasaan marah yang menggebu-gebu. Sean menarik kerah baju milik Eden.
"Tuan Sean anda sungguh tidak bermoral" Ujar Eden
- To be continue
.
.
Halo semuanya, Author buat karya Chat story baru yang berjudul 'Pasangan Mafia' . Bagi yang tertarik bisa langsung sempatkan waktunya untuk baca ya.. makasih :)
__ADS_1