Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem

Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem
Ep. 33 | Pembunuhan Berantai?


__ADS_3

Tiara yang mengingat perjanjian itu pun lagi dan lagi pipinya kembali memerah. Eden tersenyum melihat pipi Tiara yang memerah karena itu.


'Bagaimana bisa aku membuat perjanjian seperti itu? Apa aku sedang mabuk saat itu? Tiara bodoh!' Kesal Tiara dalam batinnya


"Yang mulia, anda sudah ingat kan?" Tanya Eden memastikan


Tiara menghela nafasnya untuk menenangkan diri dan menjernihkan pikirannya. Tiara ingin menjawab pertanyaan Eden namun, tiba tiba saja suara ketukan pintu kembali berbunyi.


"Yang mulia, tolong izin kan saya masuk" Ujar seorang pria dengan nada panik


Orang yang mengetuk pintu tersebut ialah Artem. Mendengar Artem yang memakai nada seakan sedang panik, Tiara langsung mempersilahkannya untuk masuk ke ruang kerja miliknya dan mengabaikan Eden.


Artem masuk ke dalam ruangan lalu langsung menutup pintu dengan rapat. Ia melihat Eden berada di sana namun karena berita yang ia bawa harus segera di sampaikan maka ia langsung memberitahukan semuanya di depan Eden.


"Yang mulia, Ada berita tentang pembunuhan berantai" Ujar Artem dengan panik


Tiara sontak terkejut. Tak hanya Tiara yang mengeluarkan ekspresi yang terkejut, Aaron pun mengeluarkan ekspresi itu bahkan Eden pun sama.


"Pembunuhan berantai? bagaimana bisa?" Tanya Tiara terkejut


"Saya tidak bisa memastikan hal itu, tapi yang pasti pelakunya telah tertangkap namun ia berusaha untuk memberontak! Beberapa prajurit sudah terluka parah karenanya!" Jawab Artem


Mendengar penjelasan Artem, Tiara langsung bergegas menuju ke lokasi bersama dengan Aaron dan Eden di belakangnya. Hanya butuh waktu 15 Menit untuk mereka sampai di tempat tujuan. Sesampainya ia di sana Tiara terkejut.


Karena Pelaku tersebut mengatakan hal hal yang konyol seolah sedang kesurupan dan pelaku justru mencoba untuk menyerang serta melukai dirinya sendiri.


"Jangan mendekat! Aku bisa membunuh kalian atau pun aku bisa bunuh diri" Ujar seorang pria yakni pelaku pembunuhan berantai tersebut


Suaranya seperti orang yang mabuk dan tingkahnya seperti orang yang sedang kesurupan membuat Tiara berpikir.


'Apa dia sebenarnya orang gangguan jiwa?' Curiga Tiara dalam pikirannya


Di tengah Tiara yang sedang berpikir, Pelaku tersebut melihat ke arah Tiara yang memakai pakaian seorang Ratu. Pakaian Tiara membuat pelaku ingin menyerang Tiara.

__ADS_1


"Kau pasti pemimpinnya! Akan ku bunuh kau!" Ujar Pelaku sembari mengayunkan pedang kepada Tiara


Tiara tak sempat untuk menghindar karena ia terlalu terlarut dalam pikirannya. Meski begitu, Ia yakin bahwa seorang prajurit akan melindunginya.


PRAANGG


Suara pedang sedang beradu pun muncul. Eden dengan sigap melindungi Tiara menggunakan pedang miliknya. Tiara tak berekspektasi bahwa yang melindunginya adalah Eden namun, ia pun tak begitu terkejut karena Eden berada di lokasi kejadian.


"Beraninya kamu menghalangi aku!" Kesal seorang pelaku


"Lancang sekali kau ingin melukai orang yang paling aku cintai! Aku tidak bisa memaafkan mu" Ujar Eden sembari mengayunkan pedang.


Eden menunjukan kemampuan pedangnya di depan orang orang yang berada di sana. Ia berhasil untuk membuat pelaku tersebut tersungkur di tanah dan menjatuhkan pedang yang di bawa oleh pelaku ke semak semak.


Meski saat itu Eden memperlihatkan kemampuannya yang hebat akan tetapi, akibat kata katanya tadi membuat suasana menjadi tidak tegang sama sekali. Orang orang yang menyaksikan itu justru terheran akibat ia berkata demikian.


"Huh, kau itu lemah" Ejek Eden


"Biarkan aku membunuhmu!" Lanjut Eden


Akan Tetapi, Eden tiba tiba saja menghentikan pedangnya tepat di depan wajah si pelaku. Eden memberhentikan pedangnya ketika Tiara menepuk pundak miliknya sembari berkata.


"Berhenti, Jangan membunuhnya! Kita masih harus menginterogasinya!" Ujar Tiara yang menghentikan Eden


"Tapi dia sudah lancang ingin membunuh yang mulia!" Ujar Eden tak terima


"Sudahlah, mau bagaimana pun kita harus mendapatkan informasi darinya" Jawab Tiara


Eden menenangkan dirinya dan menarik pedang yang berada tepat di depan wajah si pelaku. Eden kembali menghadap Tiara lalu mencium tangan Tiara.


"Jika yang mulia sudah berkata demikian, Saya mana mungkin bisa melawan" Ujar Eden


Karena tingkah Eden yang mencium tangan Tiara. Mereka pun menjadi pusat perhatian para prajurit termasuk Artem dan Aaron yang berada di sana.

__ADS_1


Tiara hanya tersenyum risih ketika Eden mencium telapak tangannya dan para prajurit menggodanya. Namun, Semua itu berakhir ketika.


"Konyol sekali disini" Ujar Pelaku


Si pelaku bangun dari tempatnya dan berlari begitu cepat meninggalkan tempat kejadian tersebut. Eden dan Para prajurit berusaha untuk mengejarnya namun, sayangnya para prajurit tidak dapat mengejarnya karena si pelaku terlalu cepat.


Eden mengejar si pelaku sendirian di depan. Mereka masih berlari dan mengejar. Hingga Eden berhenti karena ia melihat si pelaku masuk ke dalam suatu menara yang asing.


"Dia masuk ke sini untuk apa? Apa di sana ada jebakan? Aku harus masuk atau tidak ya?" Ujar Eden yang bingung


"Kalau aku tidak masuk, aku tidak bisa menangkapnya dan membuat yang mulia menyayangiku tapi kalau aku masuk dan ternyata ada perangkap di dalamnya bagaimana?" Lanjut Eden yang semakin membuatnya merasa kebingungan


Tak lama ia mendengar suara kuda yang berada di dekatnya. Ia pun langsung mengira bahwa itu adalah para prajurit, Ia pun memberi tanda kepada para prajurit untuk menghampirinya.


Akan tetapi, Lebih dari dugaannya. Tiara juga ada di antara para prajurit tersebut.


"Bagaimana? Dimana dia? Apa terkejar?" Tanya Tiara pada Eden


Eden pun langsung memberitahu kepada Tiara bahwa si pelaku masuk ke dalam menara asing sembari menunjuk menara tersebut.


'Menara ini terlihat sudah tua' Pikir Tiara


"Yang mulia, saya khawatir kalau di dalam sana ada jebakan" Khawatir Eden


Para prajurit yang mendengar kekhawatiran Eden pun membuat mereka menjadi takut untuk masuk ke dalam. Mereka berbisik sembari berdiskusi untuk siapa yang akan di tumbal kan untuk masuk ke dalam menara tersebut. Tapi, Tak ada seorang pun yang mau.


"Cukup, Kalian lakukan lah secara bersama dan perlahan! Kita lihat dulu apakah di dalam terlihat meyakinkan atau tidak.. Jika tidak meyakinkan maka tidak perlu ada yang masuk" Titah Tiara


Semua prajurit pun setuju. Mereka berniat untuk mengikuti perintah Tiara dengan mengecek kondisi menara tersebut apakah layak untuk di masuki atau tidak.


Namun Saat mereka mencoba mendekati menara, Terdengar samar samar suara langkah kaki yang membuat mereka menjadi merinding.


Mereka saling berbisik ketakutan, Berpikir bahwa menara tersebut adalah menara yang angker. Tapi, Saat ini mereka tak bisa berbalik arah untuk menyerah karena Tiara dan Eden mengawasi mereka dari belakang.

__ADS_1


Mereka pun memberanikan diri untuk semakin dekat Namun, Tiba tiba ada hal yang mengejutkan. Seseorang pria keluar secara tiba tiba dari dalam menara yang membuat mereka semua terkejut, Termasuk Tiara.


"T-tunggu.. Lucifer?!" Kaget Tiara


__ADS_2