
"Sudah yang mulia.. tapi hasilnya akan keluar beberapa jam lagi, apa anda tetap ingin ke Harem?" Tanya Aaron memastikan
"Ya, aku akan tetap ke sa-"
Suara Tiara terpotong ketika mendengar suara teriakkan yang terdengar sedang kesakitan saat Tiara berada di depan gerbang Harem.
"Akkhh"
Tiara bergegas menuju sumber suara. Saat sampai di sumber suara, Ia melihat Sean dengan Claude sedang bertengkar. Sean memukul wajah Claude dan terus menarik kerah baju milik Claude.
Sedangkan Claude berusaha melepaskan tangan Sean dari bajunya. Ia tak tampak ingin membalas pukulan yang di berikan Sean. Pelayan pribadi Claude ikut berusaha meleraikan sementara pelayan pribadi Sean hanya menonton dengan ketakutan.
Tiara berpura pura batuk di depan mereka. Sean langsung melepaskan tangannya dari baju Claude dan Claude merapihkan baju miliknya.
"Yang mulia?"
Suasana canggung pun mulai terasa. Tiara diam mengamati Sean dan Claude yang hanya menunduk tak berani bersuara lagi.
"Sudah cukup bertengkar nya?" Tanya Tiara dengan pandangan mematikan
"Ya, yang mulia" Jawab Claude
"Apa yang sebenarnya kalian lakukan? kenapa Sean memukul Claude?" Tanya Tiara dengan kesal
Dengan penuh emosional Sean menjawab "Dia duluan yang menghinaku! Dia mengatakan bahwa aku tak layak berada di Harem ini!"
Jawaban Sean yang penuh emosional itu justru malah membuat Tiara semakin kesal. Claude masih menunduk tak membalas argumen Sean.
Tiara menghela nafasnya dan berkata "Kalau begitu kenapa kau tidak balas menghinanya saja?! Dia menghinamu lalu mengapa kau malah memukulnya?!"
Sean tak bisa berkata kata apapun lagi melihat Tiara yang kesal dengan Sean. Pada akhirnya Sean menunduk dan tak membalas ucapan Tiara.
"Sean, kau selalu terlibat dalam masalah. Apa kau adalah mata mata kerajaan Elleweith?!" Tanya Tiara
Sean terkejut mendengar pertanyaan Tiara, Dengan cepat ia menyangkalnya "Mana mungkin saya menjadi mata mata yang mulia, semua yang saya lakukan ini adalah tulus atas kemauan saya sendiri"
"Berarti kau memiliki kemauan untuk membuat masalah di kerjaan ku?!" Tanya Tiara kesal
"K-kalau itu.."
Sean kembali menunduk karena ketakutan. Tiara menenangkan dirinya dan mulai berpikir hukuman untuk mereka.
__ADS_1
"Sean, Karena kau telah berkali kali membuat masalah maka kau akan ku berikan hukuman untuk tetap di dalam kamar mu selama lima hari untuk merenung!" Tegas Tiara
Sean terkejut dengan hukumannya yang begitu memakan waktu yang lama namun, ia tak berani untuk memprotesnya kepada Tiara. Ia hanya bisa mengangguk setuju.
"Sedangkan kau Claude, kau merenung juga di kamar mu selama 1 hari ini" Titah Tiara
"Baik yang mulia" Jawab Claude dengan sopan
Sean dan Claude kembali ke kamarnya masing masing untuk menjalani hukuman. Di kamar Claude, Pelayan pribadinya sangat senang ketika mengetahui bahwa Sean akan di kurung selama lima hari untuk merenung.
"Anda memang hebat tuan! Yang mulia memihak anda begitu saja" Senang pelayan pribadi Claude
Namun, Claude tampak tak begitu senang. Pelayan nya pun bertanya dengan khawatir "Ada apa tuan? mengapa anda tidak senang?"
"Kau lupa bahwa aku tadi di pukul? ia memukul wajahku, apa aku masih terlihat tampan?" Tanya Claude lesu
Pelayan pribadi Claude pun teringat bahwa Sean tadi memukul tuannya. Dengan panik ia segera mengambil obat obatan untuk mengobati wajah Claude. Claude melihat ke cermin memperhatikan setiap inci wajahnya.
"Tenang saja tuan! Wajah anda pasti akan baik baik saja" Ucap pelayan Claude
Pelayan milik Claude mengoleskan obat di bagian pipi kanan Claude yang terkena pukulan Sean.
"Hey, apa kau tidak merasa kan ada sesuatu yang aneh?" Tanya Claude tiba tiba
Pelayan Claude pun terkejut mendengar ucapan Claude yang tak ada kepastiannya tersebut. Claude pun menjelaskannya.
"Berdasarkan cerita yang kau bilang bahwa seorang penyihir di tangkap dan tuan Lucifer yang menginterogasinya, aku jadi merasa bahwa mereka memiliki hubungan spesial di belakang" Jelas Claude
Pelayan Claude terheran heran dengan pikiran Claude yang aneh dan selalu berpikir hal hal yang buruk.
"Anda perlu mengubah pikiran anda! meskipun seandainya mereka memiliki hubungan di belakang, Anda harus memenangkan hatinya!" Kesal pelayan Claude
Claude tertawa lepas ketika pelayannya memarahi majikannya sendiri. Pelayan tersebut mulai merasa malu karena telah memarahi tuannya.
"Iya, kalau itu aku tau! Tapi kalau begitu aku harus singkirkan orang itu lebih dahulu" Ujar Claude sembari tersenyum jahat
Pelayan Claude meneguk ludahnya sendiri melihat Claude yang tersenyum seperti orang jahat. Sementara Tiara memegangi kepalanya yang pusing akibat ulah Sean dan Claude yang bertengkar.
"Yang mulia, anda baik baik saja?" Tanya Aaron khawatir
Tiara menjawabnya dengan mengangguk lalu pergi memimpin jalan pergi dari Harem. Aaron pun bingung.
__ADS_1
"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Aaron bingung
"Aku akan ke perpustakaan, kau tak perlu mengikuti ku" Jawab Tiara
Aaron pun mengikuti Tiara sampai istana dan berpisah sebelum Tiara sampai di perpustakaan istana. Tiara masuk ke dalam perpustakaan istana dan menemukan Dayn yang sedang duduk membaca buku.
Tiara menghampiri Dayn dan menyapanya. "Halo, Dayn.. kau masih suka membaca buku ya?"
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan yang mulia disinu. Bagi saya buku adalah teman terbaik" Jawab Dayn
Tiara duduk di samping Dayn. Dayn pun berhenti membaca buku yang sedari tadi ia baca dan bertanya kepada Tiara.
"Yang mulia ingin membaca buku apa?" Tanya Dayn ramah
"Aku akan melihat lihat terlebih dahulu" Jawab Tiara
Dayn membalas Tiara dengan anggukan dan senyuman. Ia menunggu untuk Tiara bangun dari kursi di sebelahnya dan mencari buku, akan tetapi Tiara sama sekali tak bangun dari duduknya. Tiara hanya melihat ruangan perpustakaan begitu saja membuat Dayn kebingungan.
"Bukankah yang mulia ingin melihat lihat buku untuk di baca? Mengapa anda hanya melihat sekeliling ruangan dari tempat duduk anda?" Tanya Dayn kebingungan
"Ucapan mu terdengar seperti menyuruhku untuk pergi di samping mu" Ujar Tiara
Dayn pun menjadi panik mendengar Tiara yang justru menyalah artikan ucapannya sebelumnya. "E-eh.. Saya tidak bermaksud seperti itu.."
"Hahaha, aku bercanda.. tadinya aku memang ingin membaca buku tapi, melihatmu berada disini membuatku hanya ingin duduk disini" Ujar Tiara
"E-eh?"
Mengetahui bahwa Tiara tidak jadi membaca buku karena melihatnya Dayn pun menjadi salah tingkah. Pipi dan telinga Dayn memerah mendengar perkataan Tiara.
'Aku harus memakai kesempatan ini sebaik mungkin untuk menanyakan soal liontin itu!' Pikir Tiara
"Dayn?" Panggil Tiara
"Ya?" Sahut Dayn
"Aku memiliki beberapa pertanyaan untukmu, Apa kau akan menjawab pertanyaan ku?" Tanya Tiara
"Tentu saja, saya akan menjawabnya sejujur mungkin untuk anda" Jawab Dayn
"Apa kau orang yang memiliki Liontin Energi itu?" Tanya Tiara penasaran pada Dayn
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Tiara, Ekspresi Dayn yang sebelumnya senang kini berubah menjadi gugup.
"A-Apa maksud anda?"