
beberapa menit akhirnya Tiara sampai di tempat pengungsian tersebut. Ia melihat anak anak berlari lari ke sana kemari. Tiara turun dari kereta kuda miliknya. semua orang dewasa hormat kepada Tiara namun...
BRUUUKKK
seseorang menabrak Tiara hingga ia terjatuh di tanah.
"akhh" rintis nya
yang menabrak Tiara adalah seorang anak kecil perempuan berumur 3 tahun yang sedari tadi berlarian ke sana kemari. Melihat anak nya menabrak Tiara, Ibu dari anak itu pun langsung menarik anaknya dan bersujud kepada Tiara.
"Maafkan saya karena telah lalai mendidik anak saya" Permohonan maaf ibu anak tersebut
Anak itu pun ikut ketakutan melihat ibunya bersujud seperti itu namun, itu tak bertahan lama saat Tiara mengelus kepala anak itu sambil tersenyum.
"kamu tidak apa apa?" Tanya Tiara
"ya, aku tidak apa apa.. bisakah kamu memaafkan ibuku? ibuku tak bersalah"
"tentu, tidak ada juga yang menyuruhnya untuk bersujud seperti itu.. cepat suruh ibumu bangun" Ujar Tiara
"ibu ayo bangun, jangan seperti itu.. tanah itu kotor" kata anak kecil itu
mendengar perkataan Tiara, Ibu tersebut bangkit dari sujud nya. Tetapi, Ia tidak berani untuk mengangkat kepalanya.
"siapa namamu?" Tanya Tiara pada anak kecil tersebut.
"namaku Aya! senang bertemu dengan kakak! apa kakak seorang bangsawan?" Tanya Aya
Tiara tersenyum mendengar perkataan Aya. Ketika Tiara hendak menjawab pertanyaan Aya ada seseorang yang memotongnya.
"wahh saya baru pertama kali melihat yang mulia tersenyum" Ucap seorang pria
Tiara refleks menoleh ke arah suara itu berasal. Tiara terkejut melihat pria itu.
'tunggu apakah itu dia.. Eden Glory? salah satu pria dari 4 pria yang akan menjadi hambatan ku saat aku menjadi ratu nanti, di dalam komik aslinya kita seharusnya tidak bertemu disini karena Tiara tidak menghampiri pengungsian.. baguslah ini akan menjadi kesempatan yang sangat bagus' batin Tiara
"yang mulia? kenapa anda diam saja menatap saya? apa anda mau menghukum saya karena memotong pembicaraan anda?" Tanya sinis Eden
"tidak, bagaimana mungkin.. saya hanya merasa heran anda datang kesini" Ucap Tiara
"saya rasa orang orang lebih heran melihat anda datang kesini" Balas Eden
'sialan, orang ini memang dasarnya menyebalkan' kesal Tiara di dalam pikirannya
Tiara pergi meninggalkan Aya dan mengecek semua tempat di pengungsian tersebut.
"bagaimana keadaan rumah warga?" Tanya Tiara kepada Kepala Prajurit
"Keadaan di sana sudah lebih baik, korban yang tertimpa reruntuhan sudah di evakuasi semua namun, rumah mereka hancur saya rasa kita tidak bisa langsung menyuruh mereka pulang" Jawab prajurit
__ADS_1
"ya, perbaiki rumah mereka menjadi lebih bagus" Titah Tiara
"Baik yang mulia"
Tiba tiba di tengah percakapan mereka ada yang menarik kecil gaun milik Tiara yaitu Aya.
"yang mulia, maafkan saya.. saya tadi tidak tau bahwa anda adalah putri mahkota" Kata Aya dengan wajah memelas nya
Tiara tidak tega dengannya, Akhirnya Ia menggendong Aya untuk membuatnya senang.
"Aya sangat cantik dan pintar ya" Puji Tiara
Aya tertawa senang mendengar pujian dari Tiara. Teman teman Aya iri padanya karena Aya di gendong oleh Tiara. Sementara orang orang sekitarnya merasa aneh dengan perilaku Tiara.
"Tentu saja! Aya kan anak Ayah dan Bunda! tapi.."
"tapi?" Tanya Tiara penasaran
"ayah pergi ke medan perang dan tidak kembali lagi.." Ucap Aya dengan sedih
Tiara melirik ke arah ketua prajurit. Ketua prajurit pun langsung mengerti dan berbisik pada Tiara.
"Ayahnya gugur di medan perang" Bisik ketua prajurit
mengetahui hal itu Tiara mengelus kepala Aya perlahan.
"Ayah Aya sedang melakukan perjalanan yang jauh demi Aya" Ucap Tiara
Tiara diam sejenak untuk berpikir sebelum ia menemukan suatu ide yang luar biasa.
"Aya, kalau Aya kangen dengan Ayah mari kita tulis surat untuk ayah Aya.. bagaimana?" Ujar Tiara
"Ha? memang itu bisa?" Tanya Aya
"Tentu saja bisa! Jika Aya dan teman teman Aya menulis surat lalu di bentuk menjadi kapal sebanyak 200 kapal kertas dan di layar kan di sungai secara bersamaan bisa sampai loh ke tempat ayah Aya" Jelas Tiara
"Bahkan tidak hanya Ayah Aya saja, semua orang yang Aya dan teman teman saya sayangi pergi ke tempat yang sangat jauh itu juga bisa loh" sambung Tiara
"benarkah?! kalau begitu aku mau buat sekarang!" Ujar anak anak yang ada disana termasuk Aya
Aya sangat senang mendengar hal itu. Tiara menurunkannya dari gendongannya, Aya langsung berlari bersama teman temannya mencari lembaran kertas untuk di tulis surat.
'hufftt.. untung saja aku pernah mendengar mitos itu di duniaku dulu, aku jadi bisa keluar dari situasi canggung' batin Tiara
tak butuh waktu lama mereka membuat surat untuk orang orang tersayang mereka yang gugur di medan perang.
"yang mulia, apa tidak apa apa seperti ini?" Tanya kepala prajurit
"setidaknya mereka tidak akan bersedih dan berhenti menyebutku yang mulia" Tegas Tiara
__ADS_1
"ehmm.. tapi anda sebentar lagi juga akan menjadi ratu" Ujar kepala prajurit
"aku belum di Lantik jadi jangan bicara padaku seperti itu" Ucap Tiara
Kepala prajurit hanya mengangguk pelan. Tiara melihat anak anak kecil yang tertawa dan senang ketika menulis surat untuk orang yang mereka sayangi. tak butuh waktu lama anak anak sudah selesai menulis surat mereka dan membuat kapal dari surat tersebut sebanyak 200 kapal kertas.
"yang mulia! apa sekarang sudah bisa di taruh di sungai? tadi Aya sudah menghitung dengan teman teman, totalnya sudah 200 kapal" Ujar Aya
"tentu! kalau begitu ayo taruh di sungai di sana" Ajak Tiara
Tiara mengantarkan anak anak itu untuk melayarkan kapal di sungai. semua anak terlihat gembira dengan hal itu. kapal pun di layarkan di bantu oleh Tiara.
'rasanya seperti kembali menjadi anak anak.. senangnya..' batin Tiara
saat anak anak melayarkan kapal kapal miliknya masing masing, terdengar suara pria di belakang Tiara yang membuat Tiara menoleh kebelakang
"yang mulia ternyata punya sisi yang seperti ini juga ya? ku pikir anda hanyalah manusia berdarah dingin yang tak pernah menghirup angin" Ujarnya
ia adalah Eden Glory, ia bukan dari keluarga bangsawan akan tetapi ia sangat terkenal dengan bisnisnya dan kekayaannya. Ia juga merupakan Bos dari Black Blood, semacam Mafia atau Gangster di dunia ini. kedudukannya sangat penting bahkan kerajaan pun tak berani untuk menentangnya.
'sial mahluk ini benar benar menyebalkan pantas saja dia menjadi penghalang ku nanti.. aku harus sabar' pikir Tiara
"haha ya, sejujurnya aku yang paling tau mengenai diriku" Ujar Tiara
Tiara memanggil Mei untuk memberikannya suatu barang dan berkata "ini untuk anda sebagai tanda terima kasih telah membuat perang ini sukses.."
Benda itu adalah busur yang terbuat dari bahan langka dan mahal hanya ada 3 di dunia. Eden kaget karena ini pertama kalinya Tiara memberikannya hadiah sebagai tanda terima kasih.
'aku masih ingat kalau dia sangat menginginkan busur ini. ia berhasil di hasut oleh bangsawan itu karena bangsawan itu menawarkan busur ini sebagai gantinya, jika aku memberikannya lebih dulu itu akan jauh lebih baik bukan?' pikir Tiara
"mengapa anda memberikan ini? apa anda punya tujuan lain?" Tanya Eden dengan penuh curiga
"apa maksudmu tujuan lain?" Tanya Tiara
'apa? apa dia sadar kalau aku sedang mendekatinya untuk memanfaatkannya? sial aku harus lebih natural lagi!' pikir Tiara
Eden menerima hadiah tersebut "tidak apa anda lupakan saja perkataan saya yang tadi dan saya sangat berterima kasih atas hadiahnya saya tidak menyangka anda akan memberikan hadiah saya benda mahal seperti ini"
"ya itu tidak masalah, kau sudah sangat banyak membantuku" Ucap Tiara
"yang mulia! kami sudah melayarkan kapal kapal itu!" Ucap anak anak serentak
Tiara mengalihkan pandangannya dari Eden menuju anak anak tersebut lalu tersenyum ramah pada mereka.
"bagus kalau begitu, sekarang ayo kita kembali ke tempat tadi" Ajak Tiara
Tiara membawa anak anak tersebut kembali bersamaan dengan Mei mengikutinya di belakang dan meninggalkan Eden sendirian.
Eden menggenggam erat busur yang Tiara berikan dan menatapnya dengan penuh arti.
__ADS_1
"kenapa kau selalu menarik perhatian ku? apakah kau sudah tau yang sebenarnya? aku semakin tidak ingin melepaskan mu" Gumam Eden