Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem

Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem
Ep. 29 | Interogasi Penyihir


__ADS_3

"haha baik yang mulia, tapi.. urusan yang anda maksud kan itu apa? kenapa tiba tiba sekali?" Tanya Aaron penasaran


"Itu.. aku mencurigai sesuatu yang aneh terjadi saat pesta berlangsung tapi, itu bukanlah dari penyihir yang di bawa oleh nona Diana tersebut.." Jawab Tiara dengan Serius


Aaron terkejut mendengar jawaban Tiara yang mencurigai sesuatu hal terjadi.


"Kalau begitu kita harus segera membicarakannya di ruangan anda" Ujar Aaron


Tiara mengangguk lalu mulai kembali berjalan menuju ruangan kerja miliknya bersama dengan Aaron yang mengikuti di belakangnya.


Saat Tiara telah sampai di ruangannya, Ia langsung duduk di mejanya. Dan Aaron berdiri di sampingnya.


"Jadi, apa yang anda curigai yang mulia?" Tanya Aaron penasaran


"Tidak kah kau merasa aneh?"


"hmm? Aneh kenapa, yang mulia?"


"Claude mabuk berat, setahuku dia adalah orang yang sangat berhati hati.. dan apalagi ia juga bisa di bilang salah satu menanggung jawab acara ini.. kenapa dia mabuk?" Ujar Tiara


Ketika Tiara memberitahu hal itu. Aaron pun menjadi teringat sesuatu dengan kejadian Claude.


"Benar juga, Saya mengawasi tuan Claude, ia hanya meminum segelas anggur merah yang kadar alkoholnya seharusnya kecil.." Ucap Aaron


Tiara tersenyum kecil dan bertanya "Dimana dia mengambil anggur merah itu?"


"Kalo tidak salah itu di berikan oleh Tuan Dayn" Jawab Aaron


"Begitu ya? ada hal lainnya yang mengganjal.. Apa tabib telah memeriksa Eden?"


"Sudah, yang mulia. Tabib mengatakan bahwa Eden sebelumnya telah keracunan makanan yang membuat saat ia timpa oleh Tuan Sean langsung pingsan tak memiliki energi" Ujar Aaron


Tiara kembali tersenyum kecil dan kembali bertanya "Keracunan makanan? Aaron apa kau ingat di antara selir selir ku.. siapa yang mendapat julukan master racun?"


Aaron pun sadar kemana arah pembicaraan ini yang membuatnya mengeluarkan ekspresi terkejutnya.


"M-maksud anda.. tuan Dayn--"


"Kita tidak ada bukti yang lebih kuat.. Sean mengatakan ia kehilangan keseimbangan saat menatap Lucifer.. entah itu karena Lucifer menggunakan sihirnya atau Ia terkena racun makanan juga atau memang ia tergelincir" Ujar Tiara


"Apa anda ingin saya memanggil tabib untuk mengecek kondisi Tuan Sean yang sebenarnya?" Tanya Aaron


"Benar, lakukan ini secara rahasia.. Jangan sampai ada yang tau, apalagi Dayn dan Lucifer" Ujar Tiara


"Baik, akan saya lakukan"

__ADS_1


Aaron pergi menjalankan tugasnya sementara Tiara pergi ke kamarnya dan Tidur. Keesokan harinya, Tiara telah sampai di penjara bawah tanah untuk menginterogasi penyihir yang kemarin tertangkap. Lucifer ikut bersama Tiara untuk menginterogasi.


"Katakan sejujurnya, Apa yang ingin kau lakukan! Siapa yang menyuruh kalian!" Bentak Tiara


"hmp! kau pikir hanya karena kau ratu disini kami akan takut padamu?! penyihir tak takut pada kalian! Kalian yang seharusnya takut!" Ujar salah satu penyihir


"Lucifer" Panggil Tiara


"Ya, yang mulia?"


"Apa yang seharusnya kita lakukan ya? penyihir ini tidak mau memberitahu kita, ku dengar penyihir takut dengan penyihir yang lebih kuat.. apa kau tidak lebih kuat dari nya?" Ujar Tiara


Wajah Tiara seperti sedang akan membunuh siapapun. Penyihir Barat itu ketakutan ketika melihat ekspresi Tiara serta Lucifer yang berada di sebelahnya.


"A-apa pun itu.. k-kami tidak akan buka suara!" Ujar salah satu penyihir


"Lucifer.. gunakan sihirmu!" Titah Tiara


"Baik, yang mulia"


Lucifer menggunakan sihirnya untuk membuat para penyihir itu kesakitan yang sangat amat sakit. Kedua penyihir tersebut berteriak meminta tolong namun, mereka tetap enggan untuk memberitahukan informasi.


Kedua penyihir tersebut pada akhirnya pingsan. Lucifer menghentikan sihirnya dan kembali menatap Tiara.


"Apa perlu saya lanjutkan? mungkin mereka bisa mati" Tanya Lucifer


Bukannya menjawab pertanyaan Tiara, Lucifer justru mengambil tangan Tiara dan mencium punggung tangan Tiara.


"Jika itu untuk anda, saya pasti akan mencari segala cara termasuk untuk mendapatkan hati anda, yang mulia" Ujar Lucifer


Tiara tak habis pikir dengan Lucifer. Ia langsung menarik tangannya kembali dan memalingkan wajahnya.


"Tidak bisakah di saat seperti ini kau serius?" Tanya Tiara kesal


"saya serius dengan apa yang saya katakan tadi yang mulia.. untuk mendapatkan hati yang mulia saja saya mencari berbagai macam cara tanpa henti, apalagi ini.. saya akan mencari cara untuk membuka mulut mereka dengan mudah" Jawab Lucifer


Tiara membelakangi Lucifer dan mulai berjalan pergi meninggalkan Lucifer.


"Aku serahkan tugas ini untukmu.. tolong jangan mengecewakan ku!" Ujar Tiara


Lucifer mengikuti Tiara dari belakang sembari menanyakan beberapa hal.


"Anda ingin pergi kemana? buru buru sekali" Tanya Lucifer


"Aku akan pergi kembali ke ruangan kerjaku.. kau kerjakan saja tugas mu dulu" Ujar Tiara

__ADS_1


Lucifer menghentikan langkahnya dan mengatakan salam perpisahan. Tiara tak meresponnya, ia hanya pergi begitu saja di susul dengan Aaron di belakangnya. Melihat hal tersebut, pelayan pribadi Lucifer pun mulai khawatir dan panik.


"Bagaimana ini, Tuan? Mengapa yang mulia malah semakin menjauh?" Tanya pelayan Lucifer panik


"Tidak perlu panik.. seperti yang ku katakan, aku akan mencari segala cara untuk mendapatkan hatinya.. dan pada akhirnya, yang mulia pasti akan mencintaiku" Jawab Lucifer dengan tenang


"Bagaimana mungkin anda bisa setenang ini?"


Mendengar perkataan pelayannya, Lucifer langsung memandang pelayannya dengan ekspresi tidak suka yang membuat pelayannya semakin panik.


"Bukankah aku tampan?" Tanya Lucifer dengan ekspresi tidak suka


"T-tentu saja!" Jawab pelayannya ketakutan


"Siapa yang paling tampan di antara selir lainnya?"


"Tentu saja anda!"


"Apa aku berbakat?"


"Tentu saja!"


"Siapa yang paling berbakat di antara para selir?"


"sudah pasti anda! Anda adalah seorang penyihir terhebat!"


"Aku paling tampan dan berbakat.. apa lagi kurangnya aku? yang mulia pasti akan memilihku.." Ujar Lucifer dengan santai


'Sebenarnya bukan begitu.. tapi siapa yang akan menjawab dengan jujur jika anda memasang ekspresi menakutkan seperti itu!!' Kesal pelayan Lucifer dalam hatinya.


"Sudahlah lebih baik kau bantu aku" Pinta Lucifer


Lucifer menyuruh pelayannya untuk melakukan banyak hal agar para penyihir barat tersebut bisa membuka suaranya dengan kejujuran.


Sementara di sisi Tiara, Tiara bukan pergi menuju ruangannya melainkan ia pergi menuju Harem bersama dengan Aaron di belakangnya.


"Yang mulia, bukankah anda bilang tadi ingin ke ruang kerja anda? Kenapa malah berjalan ke Harem?" Tanya Aaron bingung


"Shhtt.. jangan berbicara kencang-kencang, aku ingin menemui Sean untuk mengecek kondisinya.. apa tabib telah memeriksanya?" Tanya Tiara


'Aku tak bisa bilang bahwa aku ingin pergi ke Harem kepada Lucifer.. karena aku tidak begitu yakin bahwa ia tidak ada hubungannya dengan semua ini. Lebih baik aku rahasiakan terlebih dahulu' Batin Tiara


"Sudah yang mulia.. tapi hasilnya akan keluar beberapa jam lagi, apa anda tetap ingin ke Harem?" Tanya Aaron memastikan


"Ya, aku akan tetap ke sa-"

__ADS_1


Suara Tiara terpotong ketika mendengar suara teriakkan yang terdengar sedang kesakitan saat Tiara berada di depan gerbang Harem.


"Akkhh"


__ADS_2