
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu lagi dan lagi terdengar. Artem telah keluar untuk menjalankan perintahnya. Saat mendengar ketukan pintu, Tiara langsung merasa kesal karena ia kali ini yakin bukan Artem yang mengetuk pintunya.
'UKHH! SIAPA LAGI HAH?! Tidak bisakah tidak menggangguku? Lama lama aku bisa trauma karena ketukan pintu!' Kesal Tiara di dalam hatinya
"Yang mulia, bisakah saya masuk?" Tanya orang yang berada di luar tersebut.
Terdengar dengan jelas di telinga Tiara dan Aaron, Suara dari luar merupakan suara seorang pria yang sudah tak asing lagi di telinga mereka.
Suara itu ialah suara Lucifer. Dengan spontan, Tiara dan Aaron langsung tegak dan berubah menjadi sangat serius. Akan tetapi, Tiara tak langsung menyuruh Lucifer untuk masuk.
"Yang mulia, apa saya masih belum boleh masuk?" Tanya Lucifer sekali lagi untuk memastikan.
"Iya, silahkan masuk" Ujar Tiara
Setelah Tiara telah mengizinkan Lucifer untuk memasuki ruangan kerjanya, Lucifer pun masuk ke dalam ruangan kerja Tiara sendirian.
Ia berjalan menuju tempat duduk di depan Tiara sembari menatap Aaron dengan pandangan seperti mengintimidasi. Aaron pun terkejut melihat Lucifer yang menatapnya seperti itu, namun ia tak mengatakan sepatah katapun.
"Jadi, ada perlu apa kau datang kemari?" Tanya Tiara penasaran
"Saya ingin memberitahu sesuatu yang penting kepada anda, Tapi apakah anda yakin hal ini boleh di ketahui oleh orang lain?" Tanya Lucifer sembari melirik tajam Aaron
Tiara menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi antara Lucifer dengan Aaron. Lucifer dan Aaron tampak tidak begitu saling menyukai satu sama lain.
'Kenapa dia sebegitu nya? Apakah terjadi sesuatu antara mereka? Apa ada hubungannya dengan apa yang Aaron cerita kan tadi?' Tanya Tiara di dalam pikirannya
Lucifer menatap Tiara seolah meminta jawaban kepada Tiara untuk mengusir Aaron dari ruangan kerjanya. Karena tidak tau apa yang salah antara mereka, Tiara pun menolak untuk mengusir Aaron pergi.
"Memangnya kenapa kalau dia ada disini? Dia adalah orang kepercayaan ku" Tegas Tiara
Lucifer menutup mulutnya menggunakan tangannya namun terdengar jelas di telinga Tiara bahwa Lucifer tertawa kecil.
"Apa yang bisa saya perbuat jika anda benar benar sudah mempercayai orang aneh itu" Ujar Lucifer
Lucifer mengeluarkan ekspresi seolah sedang mengejek Aaron. Aaron tampak mulai kesal namun tak bersuara. Di tengah kejadian itu, Tiara semakin di buat bingung oleh kedua orang tersebut.
"Sudahlah, langsung saja ke intinya! Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya Tiara penasaran
"Penyihir itu sudah buka suara dan mengatakan semuanya dengan sejujur jujurnya" Jelas Lucifer
__ADS_1
Mendengar perkataan Lucifer yang membicarakan tentang penyihir, Secara tidak sadar Tiara memukul mejanya sendiri.
"Apa yang dia katakan?! Cepat bawa aku ke sana!" Titah Tiara
Tiara bangun dari duduknya dan bersiap untuk pergi menuju tempat penyihir tersebut namun, Lucifer tak bangun dari tempat duduknya dan justru mencoba untuk menyuruh Tiara kembali duduk.
"Apa yang kau tunggu lagi? Cepat bawa aku!" Kesal Tiara
"Maafkan saya yang mulia, penyihir itu bunuh diri" Ujar Lucifer
Tiara tak bisa menahan rasa terkejutnya lagi. Perasaan kesal campur terkejut menyelimuti Tiara, Namun ia tak mengatakan sepatah katapun.
Sedangkan Aaron sebaliknya, Ia langsung mengeluarkan emosinya dan mulai menuduh Lucifer.
"Sudah sangat jelas! Kau menutupi semuanya, Kau pasti yang membunuh penyihir itu! Kau pasti adalah salah satu bagian dari kerajaan Winteads yang membantu penyihir barat!" Tuduh Aaron dengan perasaan kesal
Lucifer tak berargumen meski ia sudah di provokasi sedemikian rupa oleh Aaron. Aaron terus mencoba untuk mencari cari kesalahan Lucifer dan Lucifer masih tak menanggapinya.
Sedangkan Tiara masih di tempatnya dan masih tak mengeluarkan suaranya saking terkejut dirinya.
'Kenapa semua jadi seperti ini? Apa benar Lucifer adalah seorang penghianat?' Pikir Tiara
"Yang mulia jika ada yang ingin anda tanyakan, Anda bisa menanyakannya ke saya dan saya akan menjawab semua pertanyaan anda dengan jujur! Dan--" Ujar Lucifer dengan tenang
Sejenak Aaron merasa ketakutan ketika melihat Lucifer menunjuknya dan mengeluarkan tatapan yang seolah akan membunuh.
Akan tetapi, Hal yang di rasakan oleh Aaron hanya terjadi sejenak, Ia kembali sadar dan langsung mengadu kepada Tiara.
"Lihatlah yang mulia! Baru saja sebelumnya ia mengatakan bahwa ia akan menjawab semua pertanyaan anda dengan jujur, Tapi setelah itu dia mengatakan ia tak akan menjawab pertanyaan pertanyaan ku! Sudah jelas dia pelakunya dan tidak ingin mengakuinya!" Ujar Aaron
Emosi Lucifer mulai terpancing ketika Aaron mulai menjawab perkataannya barusan.
"Aku tidak bilang seperti itu, Jika yang mulia ingin menanyakan hal yang sama tentu akan saya jawab tapi tidak dengan anda! Anda tidak punya hak untuk menanyakan hal konyol seperti itu kepada saya!" Ujar Lucifer yang semakin memanas
Aaron seakan tak rela untuk kalah berargumen, ia kembali menentang perkataan Lucifer. Keributan pun terjadi.
Dan tanpa mereka sadari, Tiara sedari tadi mereka lupakan sedang mengamati kelakuan mereka dalam diam.
'Tidak, pasti ada sesuatu yang tidak beres hingga mereka ingin menjatuhkan satu sama lain! Aku tidak pernah melihat Aaron se-emosi ini, Apa yang sebenarnya telah terjadi?' Curiga Tiara di dalam hatinya
Tak lama, Lucifer kembali tenang ketika melihat raut wajah Tiara yang sedang memperhatikan pertengkarannya dengan Aaron dalam diam.
__ADS_1
"Akan lebih baik jika yang mulia saja menilai semua ini" Ujar Lucifer
Lucifer langsung memalingkan wajahnya dari Aaron. Aaron pun melakukan hal yang sama. Mereka semua diam yang membuat Tiara menghela napasnya.
"Aaron, aku tidak begitu mengerti, kenapa kau tiba tiba se-emosi itu? Ini pertama kalinya aku melihatmu se-marah itu" Ujar Tiara
Aaron tak merespon Tiara dengan perkataan melainkan dengan menundukkan wajahnya dengan ekspresi menyesal. Tiara kembali menghela nafasnya dengan panjang.
"Lucifer, aku butuh penjelasan dari mu tapi sepertinya tidak akan baik jika kalian bersama dalam satu ruangan kali ini" Ucap Tiara
"Aaron?" Panggil Tiara
"Ya? Yang mulia?" Sahut Aaron
"Bisakah kau pergi meninggalkan kami berdua terlebih dahulu untuk berdiskusi?" Titah Tiara
"Tapi yang mulia" Jawab Aaron
"Ini demi kebaikan bersama" Ujar Tiara
"Baik yang mulia" Jawab Aaron terpaksa
Aaron pun dengan terpaksa mengikuti perintah yang di berikan oleh Tiara, Ia pun pergi keluar dari ruangan. Sejenak Lucifer terlihat mengeluarkan senyum kemenangan di wajahnya namun itu tak berlangsung cukup lama.
"Terima kasih yang mulia sudah mengerti perasaan saya sedari tadi" Ujar Lucifer dengan senyuman
"Kau bilang tadi akan menjawab semua pertanyaan dariku secara jujur" Ujar Tiara
Lucifer mengangguk yang menandakan hal yang di katakan Tiara adalah benar. Ia akan menjawab semua pertanyaan Tiara dengan jujur.
"Saya akan bersumpah mengatakan hal yang sejujurnya" Tegas Lucifer
Tiara tersenyum kecil yang menandakan puas dengan jawaban yang di berikan oleh Lucifer.
"Bagus, kalau begitu aku akan langsung ke intinya. Pertanyaan ku sama seperti Aaron tadi, Apa kau sebenarnya yang membunuh penyihir dari barat itu?" Tanya Tiara dengan sangat serius
"Itu tidak benar!" Jawab Lucifer dengan tegas
"Kalau begitu, jelaskan padaku secara detail! Mengapa dia bisa mati begitu saja?!" Tanya Tiara dengan kesal
Lagi-lagi Tiara tak sadar bahwa ia telah memukul mejanya sendiri saking kesalnya. Namun, Lucifer tampak masih tenang meskipun Tiara menunjukkan emosinya.
__ADS_1
"Itu--"