
Disisi lain, Ada yang menikmati pertunjukan itu di lantai kedua. tak ada yang menyadarinya bahwa ia sedang melihat keributan tersebut. Orang itu memunculkan senyum liciknya.
"tuan apa tidak apa apa anda menggunakan sihir anda untuk hal seperti ini?" Tanya pelayannya
orang itu adalah Lucifer, dalang sebenarnya dari keributan ini.
"tak masalah jika sekarang kita cepat pergi.. setidaknya aku sudah lega untuk balas dendam atas kejadian 2 hari lalu" Ujar Lucifer sembari pergi dari tempat itu di ikuti oleh pelayannya
"tapi tadi yang mulia datang.. apa benar benar tidak apa apa?" Tanya pelayannya khawatir
"aku juga tidak mengira yang mulia datang di saat itu.. tapi yang mulia tidak ada di kejadian saat Claude di siram, seharusnya yang mulia tak akan menyadari bahwa aku yang melakukannya.." Ujar Lucifer
"baiklah"
Lucifer dan pelayannya berjalan menuju kamar milik Lucifer seakan tak terjadi apapun.
Di kamar Sean, Sean terlihat sedang tiduran di kasurnya. Ia menaruh wajahnya di bantal. Pelayannya merasa khawatir dengan Sean dan bertanya.
"Tuan, anda baik baik saja kan?" Tanya pelayan Sean
"apanya yang baik baik saja? yang mulia membelaku dan bahkan ia tak peka ketika aku memanggilnya, aku ingin dia menghabiskan waktu bersama ku tapi yang ku dapatkan apa?" Ujar Sean dengan nada sedih
"hmm tuan, bukankah anda bilang bahwa yang mulia sangat mencintai anda?" Tanya pelayannya curiga
Sean langsung bangun lalu duduk dengan penuh semangat.
"tentu! yang mulia mencintaiku! ia adalah orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan!" Ujar Sean
"ehmm benarkah? tapi saya lihat sepertinya tidak begitu" ucap pelayan pribadi Sean
"hey! kau tau apa tentang hubunganku dengannya! jelas jelas pada saat itu.." Ujar Sean namun tak menyelesaikan perkataannya
"waktu itu kenapa?" Tanya pelayannya
'aku harus jaga rahasia agar yang mulia tidak malu! termasuk pada pelayan ku yang mulutnya ember ini! bisa bahaya kalau dia memberitahukan ke semuanya' Pikir Sean
"tidak.. tidak jadi"
Sean kembali tiduran di kasurnya, akan tetapi kini wajahnya melihat ke langit langit kamar.
......................
malam pun tiba, Tiara berencana untuk tidur di Harem karena sudah empat hari ia tidak tidur di sana. Artem selalu mengomeli Tiara karena enggan untuk pergi ke sana hingga Tiara muak.
"kalau begitu yang mulia ingin tidur bersama siapa?" Tanya ramah Artem
'hmm tadi siang aku merasakan bahwa Sean terlihat sangat sedih.. kurasa akan lebih baik jika aku menghiburnya terlebih dahulu' pikir Tiara
"aku akan pergi ke kamar Sean" Jawab Tiara
"baiklah, mari.. biar saya antar kan" Ujar Artem
'sekarang kau sangat sopan ya? padahal tadi terus mendesak ku seakan lupa bahwa aku adalah ratu di kerajaan ini' kesal Tiara dalam Batinnya
__ADS_1
tak butuh waktu lama untuk sampai di Harem. Tiara berjalan menuju kamar Sean sendirian tanpa Artem. Tiara mengetuk pintu kamar Sean namun tak ada respon.
Tiara pun masuk ke kamar Sean dan melihat siluet Sean di balik tirai kasur miliknya. Tiara membuka tirai tersebut dan mendapati Sean yang sedang bermeditasi dengan menutup matanya. Ia juga menggigit permen di mulutnya.
Sean sama sekali tak menyadari kehadiran Tiara hingga Tiara sengaja batuk. Sean membuka matanya dengan ekspresi kaget.
"Loh.. y-yang mulia?" kagetnya
Saking kagetnya Sean permen yang tadi ia gigit pun langsung tertelan begitu saja. permen itu menyangkut di tenggorokan Sean. Sean segera mengambil minum yang berada di nakas.
"hati hati.." Ujar Tiara
Sean meminum air minumnya dan merasa lega ketika permennya sudah tak menyangkut lagi.
"s-sejak kapan yang mulia ada disini?" Tanya Sean yang masih terkejut
"belum lama" jawab singkat Tiara
Tiara duduk di kasur milik Sean.
"permen apa yang tadi kau makan? bentuknya seperti berlian" Ujar Tiara
"apa anda ingin merasakannya juga? saya membawa banyak.. permen itu sangat enak" Ujar Sean dengan senang
"tentu"
Sean mengambil satu permen yang bawa dari kerajaannya dan memberikannya kepada Tiara.
Tiara memakan permen yang sudah di berikan oleh Sean.
"rasa laut?"
"iya"
Sesaat Sean dengan Tiara saling memandang satu sama lain tanpa suara. tak lama Sean mendekap Tiara.
"terima kasih sudah datang yang mulia" Ujar Sean
Tiara membalas dekapan Sean.
"hmm.. kau jangan sedih lagi" Ucap Tiara
"a-anda menyadari saya sedang bersedih tadi?* Tanya Sean senang
"ya, kelihatannya begitu" Jawab Tiara
Sean sangat senang mendengar hal tersebut. Tiara melepaskan pelukannya, dan mengajak Sean untuk tidur.
"kalau begitu ayo kita tidur.. aku sangat lelah" Ajak Tiara
"tunggu.. apa anda ingin langsung tidur? kita tidak melakukan itu terlebih dahulu?" Tanya Sean kecewa
"aku benar benar sangat lelah hari ini" Jawab Tiara sembari tiduran di kasur milik Sean
__ADS_1
"baiklah" Jawab Sean terpaksa
Sean pun ikut tiduran di sebelah Tiara sembari tidur memeluk Tiara
......................
Keesokan Harinya, Tiara sudah bersiap untuk pergi melihat prajurit milik kerajaan berlatih. Tiara pergi bersama Aaron menuju tempat latihan prajurit kerajaan tersebut. Akan tetapi pikiran Tiara seperti memikirkan hal lain.
saat sampai Tiara duduk di kursi penonton dan menonton mereka latihan fisik. Masih dengan pikirannya yang memikirkan hal lain. Aaron menyadari hal itu dan bertanya kepada Tiara.
"yang mulia, apa anda sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Aaron penasaran
"itu.. hmm.. apa anda pernah pergi ke laut?" Tanya Tiara
"saya pernah satu kali ke laut seumur hidup saya" Jawab Aaron
"apa rasanya laut?" Tanya Tiara
"hah? rasanya laut? apa maksud anda rasa air laut?" Tanya balik Aaron
Tiara tampak tak merespon Aaron. Namun, Tiba tiba saja Tiara berdiri yang membuat Aaron terkejut.
"lupakan, aku ingin latihan pedang" Pinta Tiara
"o-oh.. baiklah yang mulia"
Tiara segera menuju ke arena biasanya ia berlatih pedang dengan gurunya.
Sedangkan di Harem kini sedang ada perdebatan para selir selir.
"kemarin malam tiba tiba saja yang mulia datang ke kamar ku dan ingin tidur bersama dengaku" Ujar Sean
Sean sedang membanggakan dirinya yang telah tidur bersama Tiara di hadapan Dayn dan Claude.
Mendengar hal tersebut Claude menjadi murung karena mengingat ia tak melakukan apapun dengan Tiara selain tidur.
sedangkan Dayn menahan kesalnya sedari tadi mendengar Sean yang membanggakan dirinya sendiri. tiba tiba Lucifer datang.
"hanya tidur bersama tak usah bangga.." Ujar Lucifer
"cih bila kau iri bilang saja tak usah seperti itu" Ucap Sean
"benar benar" Lanjut pelayan Sean
"aku tau kau tak melakukan hubungan intim dengan yang mulia.. kalian hanya tidur bersama kan?" Ujar Lucifer sembari mengeluarkan senyum kecilnya
"tidak mungkin!" Jawab pelayan Sean
"kamu bahkan menipu pelayan mu sendiri.." Ujar Lucifer
Sean terlihat panik mendengarnya sedangkan Claude mulai mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk.
"A-apa kau mengintip?!" Tanya Sean
__ADS_1