
"Saya ingin anda memperlakukan saya sebagai laki laki anda, saya ingin anda memberikan kasih sayang kepada saya!" Tegas Eden
"Pfft.."
Tiara menahan tawanya saat mendengar permintaan Eden.
"mengapa anda malah tertawa?" Tanya Eden bingung
"tak apa, hanya merasa seperti kau mengatakan hal konyol" Ujar Tiara
"saya serius!" Tegas Eden
"ya.. baiklah" Jawab Tiara sembari mengelus kepala Eden
"sekarang mengapa anda malah menganggap kepala saya sebagai gosokan?"
"bukankah tadi kau bilang ingin saya lakukan anda sebagai laki laki saya" Ujar Tiara sembari tersenyum
Eden pun tak menjawab apapun lagi dan malah ikut tertawa.
'dasar.. kau menarik ku semakin dalam untuk menyukaimu.. mengapa daya tarik yang kau keluarkan untukku sangat besar?' Pikir Eden
......................
tiga hari telah berlalu, selama tiga hari itupun Tiara sama sekali belum datang ke Harem untuk melihat keadaan di sana.
Selama Tiga hari ini Tiara terlalu fokus bekerja hingga lupa akan selir selirnya namun, Aaron mengingatkan hal itu kepada Tiara.
"apa mereka baik baik saja?" Tanya Tiara
"saya mereka lebih akur dari sebelumnya" Jawab Aaron
"aku ingin mengeceknya sebentar" Ujar Tiara
Tiara bangun dari duduknya lalu pergi bersama dengan Aaron menuju Harem. Akan tetapi, tepat di saat itu juga keributan sedang berlangsung.
__ADS_1
"Kau benar benar ya!" Bentak Sean sembari menuangkan botol yang berisi air ke kepala pelayan pribadi milik Claude
terlihat Claude berada di dekatnya sudah basah kuyup dan berusaha untuk menghentikan pertengkaran. sementara pelayan pribadi Sean hanya diam di dekat Sean panik tanpa melakukan apapun.
"apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Tiara yang membuat semua menoleh ke arah Tiara
Semua berhenti melakukan aktivitasnya ketika menyadari bahwa Tiara ada di sana.
"y-yang mulia"
"Sean?"
"Orang ini yang duluan mengatakan ujaran kebencian kepada saya!" Kesal Sean
sementara Claude langsung memohon ampun kepada Tiara.
"maafkan saya yang mulia, pelayan saya tidak berniat melakukan hal itu.." Ujar Claude dengan wajah yang memelas
"apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Tiara kepada pelayan Harem di dekat sana
"seseorang telah menyiram tuan Claude dari lantai 2, Tuan Sean tiba tiba datang setelah kejadian tersebut dan pelayannya baru saja turun dari lantai 2" Jawab pelayan Harem
"Dia mengatakan bahwa sebentar lagi saya akan di buang oleh yang mulia karena tempramen saya yang buruk! dia juga mengatakan bahwa otak saya tidak memiliki isinya dan memang cocok dengan rumor pangeran yang terlupakan!" Ujar Sean yang masih kesal
"pelayan saya tidak mungkin mengatakan hal seperti itu yang mulia" Ujar Claude sembari menangis sedih
"Hey! pelayanmu mengatakan hal itu!" Bentak Sean
"sudah, sudah.. Claude, mengapa pelayanmu langsung menyalahkan Sean seperti itu?" Tanya Tiara
"2 hari yang lalu, ada keributan juga! tuan Sean mengatakan bahwa ia akan menyiram tuan Claude.. lalu pelayannya turun dari lantai 2, bukankah sudah jelas?!" Ujar pelayan pribadi Claude
"Meski aku ada niatan untuk balas dendam seperti itu tapi aku belum melakukannya!" Balas Sean
"jadi kau memang ada niat untuk melakukannya?" Tanya Tiara
__ADS_1
"ya.. sedikit" Jawab Sean
Tiara tampak berpikir sejenak sebelum membuat keputusan.
"kalian memiliki pernyataan yang berbeda tapi bagiku semuanya masuk akal.. jadi kalian pilih, untuk tidak mempermasalahkan sama sekali atau pelayan Claude menerima hukuman karena telah menghina Sean dan Sean menerima hukuman karena telah memukul pelayan Claude" Ujar Tiara
"T-tapi yang mulia.."
"aku tak ingin mendengar tapi, tapi" Tegas Tiara
Claude dan Sean saling melirik acuh tak acuh. dan Claude langsung menyatakan pilihannya.
"kami tidak akan mempermasalahkan ini yang mulia" Ujar Claude
Meskipun Sean menatap Claude dengan perasaan benci tapi ia tetap setuju dengan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"ya, saya tak akan mempermasalahkannya" Ucap Sean
Sean bangun dan langsung berjalan ke arah pelayannya. sementara Claude bangun bersamaan dengan pelayannya dan langsung pergi menuju kamarnya.
"sepertinya meski sekarang permasalahannya sudah selesai namun, saya rasa mereka nanti akan bertengkar lagi" Bisik Aaron kepada Tiara
"Mau bagaimana lagi.." Balas bisik Tiara
Tiara hendak pergi dari Harem namun, di tahan oleh Sean. Tiara pun menoleh ke arah Sean.
"Yang mulia sudah ingin pergi?" Tanya Sean
"ya.. aku masih punya banyak pekerjaan.." Jawab Tiara
Sean memasang Ekspresi sedihnya. Tiara pun bertanya kepada Sean.
"apa ada lagi yang ingin kau katakan?" Tanya Tiara
Sean diam sejenak lalu berkata "Tidak ada yang mulia"
__ADS_1
Tiara pun pergi dari Harem sementara Sean pergi menuju kamarnya.
Disisi lain, Ada yang menikmati pertunjukan itu di lantai kedua. tak ada yang menyadarinya bahwa ia sedang melihat keributan tersebut. Orang itu memunculkan senyum liciknya.