Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem

Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem
Ep. 15 | Malam Pertama


__ADS_3

Tiba tiba saja Claude membuka kancing bajunya dan mendekap Tiara ke pelukannya.


"apa yang mulia dapat mendengarnya? Jantung saya berdetak lebih cepat dari biasanya ketika saya bertemu dengan yang mulia" Ujarnya


Tiara tak menjawab perkataan Claude. Claude menciumi pucuk kepala Tiara dan membawa Tiara ke kasurnya.


Tiara berbaring di kasur Claude, Claude berada di atasnya. Claude memandangi Tiara dengan lembut. Saat Claude ingin memulai aksinya tiba tiba Tiara membuka suaranya.


"maaf hari ini aku sangat lelah.. aku akan tidur duluan" Ujar Tiara sembari membalikkan badannya ke arah kanan


Claude tidak bisa berkata kata ia pun bangun dari atas Tiara dan tiduran di samping Tiara setelah melihat Tiara yang langsung tertidur.


......................


Pagi pun datang, Sinar matahari memasuki kamar Claude. Tiara pun terbangun dan langsung merasakan sesuatu yang ia peluk.


'apa yang aku peluk? kenapa seperti..' Pikir Tiara


Tiara langsung membuka matanya dan benar saja, yang ia peluk adalah Claude. Claude memakai baju yang sama dengan tadi malam dan masih terbuka yang memperlihatkan otot perut miliknya tersebut.


"yang mulia sudah bangun ya?" Tanya Claude sembari tersenyum


"ya" jawab singkat Tiara


Tiara bangun dari Tidurnya dan hendak pergi namun, Di tahan oleh Claude


"apa anda sudah ingin pergi?" Tanya Claude lagi


"ya" dan masih dengan jawaban singkat dari Tiara


"bagaimana jika kita mandi bersama terlebih dahulu?" Tawar Claude


"apa? mandi bersama?" Kaget Tiara


"iya yang mulia.. tadi malam kan kita tidak melakukannya" Ujar Claude


"Tidak.. tidak.. tidak usah" Ujar Tiara panik


'kenapa dia sebegitu nya' Batin Tiara


Claude berdiri dan mengambil mantel yang sudah ia siapkan untuk Tiara. Claude mendekati Tiara dan memasangkan mantel.


"apakah nanti malam anda akan datang ke sini lagi?" Tanya Claude dengan sopan


"eh.. hmm"


"anda tidak datang?"


"hmm.. sepertinya aku akan sibuk hari ini" Jawab Tiara


'aku belum mau membuat keturunan, aku harus memperkuat tahtaku terlebih dahulu.. Nona Diana masih berencana untuk membunuhku, aku harus mencari cara menyelesaikan masalah itu terlebih dahulu dan lagi pula.. aku tak mau mengutamakan satu selir saja.. bagaimana jika yang lain marah dan malah berhasil untuk di provokasi oleh Diana? itu adalah masalah yang besar' pikir Tiara


Claude pergi mengambil sisir di mejanya sembari berbicara dengan Tiara.

__ADS_1


"Apakah anda memang berniat untuk tidak ke sini lagi dan mencari cara untuk menyibukkan diri anda?" Tanya Claude


"eh?"


"anda mengatakan 'sepertinya aku akan sibuk' bukannya 'aku sibuk'. Apakah anda tidak menyukai saya?" Tanya Claude


Tiara panik mendengar perkataan Claude. Claude menghampiri Tiara dengan sisir di tangannya. Ia menyisir rambut Tiara dengan lembut.


"a-aku bukannya tidak menyukaimu.." Jawab Tiara


"begitu ya? apa saya kurang tampan untuk anda lihat di malam hari?" Tanya Claude lagi


Tiara tak menjawabnya, Claude pun tak berbicara lagi. Tak lama Claude selesai menyisir rambut Tiara, Tiara pergi meninggalkan ruangan Claude.


Claude duduk di sofa miliknya sembari memegangi kepalanya.


"apakah buku yang ku baca kurang 1 bab? kenapa ini tak bekerja?" Kesal Claude kepada dirinya sendiri


Claude pergi mandi dan mengganti pakaiannya. setelah itu, ia berencana berjalan jalan untuk mengetahui ada apa saja di Harem tersebut.


pelayan pribadinya telah bersama Claude, berjalan di belakang Claude sambil berbicara banyak hal.


"saya benarkan! yang mulia pasti memilih anda! anda sangat tampan dan pintar! tidak bisa di bandingkan dengan selir lainnya! yang mulia juga dapat melihatnya dengan jelaskan!" Ujar pelayan pribadinya


"mereka semua tidak bisa bersaing dengan anda" Lanjut pelayan pribadi nya tersebut


Claude berpapasan dengan Sean. Sean juga sempat mendengar perkataan pelayan pribadi milik Claude, Ia pun merasa kesal.


Claude hanya melewatinya tanpa sepatah kata pun, di ikuti oleh pelayan pribadinya. Merasa ada yang aneh dengan Claude, pelayan pribadinya pun bertanya.


"mengapa anda tidak membalas perkataan Tuan Sean? Tuan kan sudah jauh lebih unggul dari padanya karena sudah di pilih oleh yang mulia di malam pertama" Ujar pelayan tersebut


perkataan pelayan pribadinya membuat Claude teringat kejadian semalam, Tiara meninggalkannya Tidur. Claude menjadi kesal dan mempercepat langkahnya.


pelayan pribadinya ikut mempercepat langkahnya. Tiba di jalan yang sepi, Claude langsung berbalik arah. Ia mendorong pelayan pribadi Laki laki nya ke tembok dan mengunci pergerakannya.


"bagaimana rasanya?" Tanya Claude


"E-eh apa?" kaget pelayannya


"aku tanya sekali lagi, bagaimana rasanya berada di sudut itu?" Tanya Claude sekali lagi


"oh.. tentu saja, saya merasa sangat berdebar bisa melihat anda sedekat ini.. saya juga merasa malu dan saya.." Ujar pelayan pribadinya


"saya ingin mencium anda sekarang!" Lanjut pelayan pribadinya dengan semangat


Tiba tiba saja ada suara laki laki lain di samping Claude, suaranya seperti tak asing bagi Claude.


"wahh jadi kau punya rahasia seperti ini ya? Cinta terlarang antara kau dengan pelayan pribadimu ya?" Ujar seorang pria tersebut.


Pria itu adalah Lucifer yang baru saja datang dan hanya mendengar perkataan pelayan pribadi Claude yang mengatakan ingin menciumnya.


Lucifer tertawa yang menyindir Claude. Claude memperbaiki posisinya dan tak lagi mengunci pergerakan pelayannya.

__ADS_1


"kalian lanjutkan saja, aku pergi dulu.. aku tak akan mengganggu kisah cinta kalian" Ujar Lucifer yang pergi begitu saja meninggalkan Claude dengan pelayan pribadinya


Hati Claude semakin muram. Pelayan pribadinya menjadi tidak enak kepada Claude.


"I-ini.. ini bukan salah saya.. saya hanya mengatakan apa yang tuan suruh.. perasaan seperti itu kan wajar" Ujar pelayannya


Claude kembali memimpin jalan, Pelayan masih mengikutinya dari belakang.


"kalau memang reaksi itu wajar, mengapa aku di tinggal tidur begitu saja?" Kesal Claude


"eh?"


"tadi malam aku tidak melakukannya sampai akhir dengan yang mulia.." Jelas Claude


"oh.. hmm eh? kalau begitu apa yang tuan lakukan tadi malam?" Tanya pelayannya bingung


"Tidur, dia tidur di pelukanku" Jawab Claude


Pelayan pribadinya kaget mendengarnya "bukankah anda sudah banyak belajar untuk itu? bagaimana bisa yang mulia tidur?! anda sudah benar benar belajar semaksimal mungkin untuk itu kan?!"


"itu.. yang mulia yang tidak ingin melakukannya" jelas Claude sembari memegangi kepalanya yang pusing


Disisi lain, Tiara sedang berjalan dengan Aaron dan juga Artem. mereka menanyakan dengan apa yang di lakukan Tiara tadi malam namun, Tiara tak menjawab apapun. hingga pertanyaan Artem.


"bagaimana jika yang mulia memberikan hadiah kepada Tuan Claude?" Tanya Artem


"hadiah?"


"iya, hadiah.. hadiah karena telah menemani anda di malam pertama" Ujar Artem senang


'aku memang melakukan malam pertama dengannya tapi bukan malam pertama itu.. haruskah aku tetap memberikannya hadiah? tapi.. demi membuat dia menjadi baik padaku lebih baik tetap ku kirimkan, bukan?' Pikir Tiara


"ya.. tolong berikan dia hadiah" Pinta Tiara


"baiklah! akan saya kirimkan dia hadiah" Ujar Artem sembari pergi dari hadapan Tiara dengan senang


"kenapa dia sangat senang?" Tanya Tiara kepada Aaron


"entahlah, mungkin karena anda akhirnya anda memiliki pasangan" Jawab Aaron


Tiara memasuki perpustakaan, Di sana telah ada Dayn yang duduk sembari membaca buku. mengetahui adanya Dayn di perpustakaan pun membuat Aaron pergi meninggalkannya. Dayn yang menyadari adanya Tiara pun langsung menyapanya.


"senang bertemu anda yang mulia" Sapa Dayn


Tiara mendekati Dayn yang sedang membaca buku dan bertanya. "Apa yang kau baca?"


"saya hanya membaca tentang sejarah kerajaan ini" Jawabnya


Tiara duduk di sebelah Dayn. Dayn tampak murung yang membuat Tiara bertanya.


"kau terlihat sedang murung, ada apa?" Tanya Tiara penasaran


"I-itu.. sebenarnya.."

__ADS_1


__ADS_2