
"hmm? Ada apa? Apa masih ada informasi lain?"
"Tentu saja saya memiliki informasi yang paling baru" jawab Lucifer dengan senyuman penuh arti
Tiara menjadi penasaran dengan informasi terbaru yang ingin lucifer sampaikan dengan wajah yang seperti itu. Dengan penuh penasaran Tiara pun menanyakan informasi tersebut.
"Informasi terbarunya adalah tuan Sean dan Dayn sedang bertengkar di aula" Jawab Lucifer dengan senyuman tanpa dosa
"Apa bertengkar?"
Tiara dengan spontan menepuk jidatnya karena ia tak menyangka bahwa di hari hari yang biasanya tentang tiba tiba kembali terjadi keributan.
"Hufftt.. Bagaimana bisa kau tau?" Tanya Tiara yang mencurigai Lucifer
Lucifer terkejut mendengar perkataan Tiara yang seolah mencurigai Lucifer. "T-tentu saja saya tau pada saat perjalanan saya kesini"
Lucifer yang terkejut justru semakin membuat Tiara curiga kepadanya. Tiara mengerutkan keningnya sembari menatap Lucifer dengan menyipitkan matanya. Lucifer terlihat semakin panik melihat perlakuan Tiara.
"Hmm baiklah, apa yang mereka sedang ributkan?" Tanya Tiara
"Itu kar--" Jawab Lucifer yang terpotong suara ketukan pintu
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu yang terdengar tidak biasa, seolah sedang terjadi hal yang darurat. Mendengar ketukan pintu tersebut, Tiara langsung menyuruhnya untuk masuk. Dan ternyata orang yang mengetuk pintu ialah Aaron.
Dengan terengah-engah Aaron berkata "Y-yang mulia tuan Dayn dan tuan Sean bertengkar di Aula hingga babak belur"
Sontak Tiara terkejut, ia tidak menyangka bahwa sekalinya bertengkar mereka akan sampai melakukan kekerasan. Tiara langsung menyuruh Aaron untuk membawanya menuju Aula.
Sesampainya di aula, terlihat Sean dan Dayn yang sudah babak belur namun mereka terlihat sudah berhasil menenangkan dirinya di bantu oleh pelayannya masing masing.
"Dasar tidak tahu malu" Kesal Dayn
Mendengar Dayn yang masih mencaci dirinya, amarah Sean kembali naik. "Siapa yang kau bilang tidak tahu malu hah?!"
"Memangnya ada orang lain selain kau yang tidak tahu malu di sini" balas Dayn
"Sudah cukup!" apa yang kalian lakukan tanya Tiara dengan tegas
__ADS_1
"Ya-Yang Mulia?" Ucap Dayn dan Sean yang terkejut kehadiran Tiara
"Sejak kapan yang mulia ada disini?" Tanya Dayn bingung
Tiara tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dayn dan justru Tiara kembali bertanya kepada Sean dan Dayn.
"Apa yang sebenarnya kalian lakukan di sini?" tanya Tiara
"Ka-kami..."
Tak ada yang berani menjawab pertanyaan Tiara, Sean dan Dayn menutup mulutnya dan tak terkecuali para pelayan mereka karena mereka merasa tidak enak.
"Jelaskan padaku Kenapa kalian bertengkar? Apa masalahnya?" tanya Tiara
Masih tak ada respon dari kedua belah pihak, mereka tidak ada satupun yang berani membuka suara.
"Kalian mau menjadi bisu terus? Berani juga kalian tidak menjawab perkataanku" Ujar Tiara sedikit kesal
Sean dan Dian sontak terlihat panik mendengar Tiara yang mengatakan seolah mereka ini kurang ajar. Namun dari kedua belah pihak pun tidak ada yang mau menjawab karena tidak tahu harus menjawab apa hingga pada akhirnya seseorang membuka suara.
"mereka bertengkar hanya karena hal konyol yang mulia"
Tiara pun bertanya kepada Lucifer " Kau tau alasan mereka bertengkar? apa yang mereka lakukan hingga mereka bertengkar?"
Lucifer tersenyum kecil sembari melihat ke arah Dayn dan Sean lalu berkata "mereka bertengkar hanya karena teh milik Dayn tumpah akibat selendang yang dijatuhkan oleh Sean dari lantai 2"
Meski terkejut mendengar Lucifer yang tahu permasalahan mereka, Sean dan Dayn tetap tidak membuka suara. Mereka tidak mengelak apa yang dikatakan oleh Lucifer karena itu memang alasannya.
"Apa benar itu Sean?" Tanya Tiara memastikan
Pada akhirnya sean menjawab " bukan saya pelakunya yang mulia itu memang selendang saya tapi itu bukan saya yang menjatuhkannya"
"Cih Bukankah itu terdengar hanya seperti pembelaan diri yang mulia?" Ujar Dayn
"Aku serius! dia saja yang terlalu melebih-lebihkan" Balas Sean
"Siapa yang melebih-lebihkan siapa sudah jelas itu selendang mu tapi kau malah menjatuhkannya tepat di atas teh ku Setidaknya kalau begitu kau harus minta maaf tapi kau malah pembelaan diri aku akan memaafkan mu jika kau minta maaf tadi" ujar Dayn
Merasa tak terima, Sean membalas berkataan Dayn. "Aku tidak mau minta maaf karena aku memang tidak bersalah itu bukan kesalahanku"
__ADS_1
"Masih ingin mengelak sudah jelas ini selendang mu kan?" Tanya Dayn kesal sembari menunjukan selendang yang sudah basah
"Iya memang benar ini selendangku tapi ini bukan aku yang menjatuhkannya!" Bela Sean
Melihat mereka yang kembali beradu argumen dengan emosi yang meluap luap membuat Tiara ikut kesal saat mendengarnya.
"SUDAH CUKUP!" teriak kesal Tiara
Kesalahan Tiara Tak Lagi Bisa dibendung dia akhirnya meluapkan emosinya karena mengetahui bahwa alasan pertengkaran mereka hanya sepele. Seketika semua terdiam tak ada yang berani membuka suaranya.
"Aku tidak menyangka kalian bertengkar karena masalah ini" Ucap Tiara dengan penuh emosi
Di tengah luapan emosi Tiara di belakangnya terlihat Lucifer yang seperti tertawa kecil menertawakan Sean dan Dayn. Dayn yang melihat tindakan Lucifer, menatap tajam ke arah Lucifer tapi Lucifer hanya membalas dengan menaikan sebelah alisnya.
"T-tapi yang mulia.."
"Apa? kalian ini sudah dewasa atau belum masa hanya karena teh bisa bertengkar sampai melakukan kekerasan?" Kesal Tiara.
Namun saat Dayn mendengar perkataan Tiara yang seperti itu Dayn pun merasa tersinggung.
"Maaf Yang Mulia, anda tidak bisa menyebutkan 'hanya karena teh' bagi saya teh ini sangat berarti" tolak Dayn dengan penuh penekanan
Tiara tak percaya dirinya dibantah Oleh dayn, Bahkan dia menunjukkan ekspresi yang kurang menyenangkan membuat Tiara pun bingung apa yang spesial dari teh tersebut.
"Memang apa yang spesial dari teh itu?" tanya Tiara penasaran
"Ini adalah teh klomanza, teh yang bisa menambahkan imunitas tubuh secara signifikan, teh ini berasal dari bunga klomanza yang hanya tumbuh setahun sekali di Puncak Gunung" Jelas Dayn
Meski Tiara tidak begitu mengerti tentang teh maupun bunga, Tiara tetap mendengarkan Dayn dengan seksama.
"Ini adalah sisa teh klomanza terakhir saya, Saya tidak akan mencicipi teh ini lagi hingga tahun depan Bagaimana bisa dia dengan mudahnya menghancurkan semuanya" Lanjut Dayn sembari menunjuk ke arah Sean
Pada akhirnya Tiara mengerti bahwa teh itu memang berharga bagi Dayn mau bagaimanapun setiap orang memiliki kesukaannya masing-masing dan Tiara menghargai itu. Tiara pun ingin meminta maaf namun tiba-tiba seseorang menyela.
" Baiklah aku mengerti ma-" ucap Tiara yang terpotong oleh seseorang
"Maaf saya memotong Tapi menurut saya itu terlalu berlebihan jika mengatakan anda hanya akan bisa mencicipinya tahun depan" Ucap seseorang yang tiba tiba saja datang di belakang Tiara
Orang tersebut menarik semua perhatian orang yang berada di sana tak terkecuali Tiara.
__ADS_1