Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem

Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem
Ep. 32 | Berencana Perang?!


__ADS_3

Mereka terkejut dan langsung beranggapan bahwa yang datang adalah Lucifer karena ia baru saja di tugaskan untuk membuka mulut penyihir barat tersebut. Aaron dan Tiara saling menatap satu sama lain bingung harus mengatakan hal apa ketika Lucifer datang. Namun, Semua hal itu di patahkan ketika suara dari pintu muncul.


"Yang mulia, Bisakah saya masuk?" Tanya seorang pria


Dengan pertanyaan itu, Aaron dan Tiara pun langsung mengetahui siapa yang ingin masuk ke dalam ruangan. Orang itu ialah Eden. Tiara pun langsung mempersilahkan masuk, Dan Aaron langsung pergi berdiri di sebelah Tiara.


Eden pun masuk ke dalam ruangan Tiara dengan membawa tumpukan kertas di tangannya. Tanpa di suruh untuk duduk, Eden langsung duduk di hadapan Tiara.


"Saya telah menyelesaikan semua tugas yang anda berikan, yang mulia" Ujar Eden sembari memberikan berkas berkasnya tersebut.


Tiara menghela nafasnya dengan tenang lalu berkata "Lain kali jika kau ingin kemari, kabari aku terlebih dahulu"


"Maafkan saya, saya tidak bertemu dengan tuan Artem jadi saya langsung kemari saja" Jawab Eden


"Ya baiklah, aku tidak akan mempermasalahkannya jika kau datang kesini membawakan ku informasi yang bagus" Ujar Tiara


Tiara pun mengambil dan membaca semua berkas yang di berikan oleh Eden. Dan Eden hanya memperhatikan Tiara di ikuti dengan senyumannya.


Tiara yang merasa sedang di perhatikan seperti itu pun mulai merasa malu dan Pipi Tiara pun mulai memerah akibat di perhatikan oleh Eden. Namun, pipi milik Tiara semakin memerah ketika Eden menyadari bahwa pipi Tiara memerah.


"Yang mulia, apa anda sedang demam? Wajah anda terlihat merah" Tanya Eden kepada Tiara


Tiara yang mengetahui hal itu langsung menutupi pipinya, Karena ia tau bahwa pipinya memerah karena sedang salah tingkah. Aaron yang khawatir pun segera mengecek kondisi Tiara.


"A-aku tidak apa apa, ja-jangan memandangku seperti itu" Ujar Tiara sembari menutupi wajahnya dengan lembaran kertas.


'Sialan, dia menggodaku dengan cara seperti itu!' Batin Tiara


Eden masih tersenyum lebar pada Tiara menunggu Tiara selesai membaca berkas yang ia berikan. Tak lama Tiara menyelesaikan berkas yang ia baca, dan membuat batuk kecil.

__ADS_1


"Bagus kau menyelesaikannya dengan baik" Ujar Tiara


Eden semakin memancarkan senyumannya. Tiara berusaha untuk tak salah tingkah, ia pun sengaja membuat batuk batuk kecil.


"Tapi, apa benar mereka sedang mempersiapkan perang besar?" Tanya Tiara


Eden mengangguk lalu merubah Ekspresinya menjadi sangat serius dan berkata "Aku bisa menjaminnya, 100% mereka sedang mempersiapkan hal itu"


Tiara pun berpikir keras mengetahui hal itu. Pasalnya dalam berkas tersebut mengatakan bahwa penyihir barat dengan kerajaan Winteads sedang melakukan kerjasama secara diam diam untuk menghancurkan kerajaan Tiara.


Dalam berkas itu pula menjelaskan alasan mereka ingin menghancurkan kerajaan Tiara, bagi mereka Tiara adalah ancaman karena Tiara memiliki selir selir yang hebat. Mereka pun ingin mendapatkan liontin Energi yang di miliki oleh Dayn meskipun liontin itu tak akan berguna jika bukan Dayn yang memakainya.


Tak hanya itu, Karena karena kerajaan Silverley memiliki tempat yang strategis mereka pun ingin mengambil alih daerah kekuasaan Silverley tersebut.


"Aku kira semua ini akan lebih mudah jika aku berhasil menyingkirkan Diana. Tapi ku rasa ini tak semudah itu jika ini berkaitan dengan kerajaan kerajaan dan peperangan" Pikir Tiara


Di saat Tiara sedang berpikir dengan serius, Eden tiba tiba saja memecah suasana keseriusan di ruangan tersebut dengan mengatakan "Yang mulia tenang saja, saya pasti akan melindungi anda dengan penuh cinta"


"Eden berhenti mengatakan hal konyol, aku sedang serius" Ujar Tiara kesal


"Tapi saya juga serius" Jawab Eden dengan senyuman tanpa dosa miliknya


Tiara menepuk dahinya ketika mendengar jawaban Eden seperti itu. Tiara memasang muka kelelahan miliknya membuat Eden menjadi khawatir.


"Yang mulia, apa yang mulia baik baik saja? Anda terlihat sangat lelah" Ujar Eden


"Aku lelah karena mu" Jawab Tiara


"Tapi bukankah kita belum melakukannya? Kenapa anda sudah lelah duluan?" Tanya Eden dengan senyuman menggoda miliknya

__ADS_1


Tiara terkejut dengan perkataan Eden, Ia tak begitu mengerti dengan perkataan yang di keluarkan oleh Eden. Namun saat Tiara melihat ke arah Aaron, Aaron terlihat sedang menutupi wajahnya yang sedang memerah karena perkataan Eden barusan.


"Apa maksudmu?" Tanya Tiara bingung


Eden tersenyum kecil. Ia mengambil tangan kanan Tiara yang berada di atas meja dan menaruh tangan Tiara tepat di dada miliknya.


"Maksud saya, Anda kan belum pernah mencoba tubuh saya ini" Ucap Eden dengan senyuman yang menggoda


Tiara pun langsung mengerti maksud perkataan Eden dengan jelas. Ia menarik tangannya yang berada di atas dada milik Eden. Pipi Tiara pun mulai memerah lagi, Tiara berusaha untuk menutupi pipi merah miliknya dengan cara memalingkan wajahnya.


Eden hanya tersenyum seperti anak kecil yang tak tau tentang apapun. Tak lama, Tiara kembali serius lagi.


"Tolong serius lagi, Jadi apa saja yang sudah mereka siapkan untuk peperangan ini?" Tanya Tiara dengan serius


Eden tersenyum kecil mendengar pertanyaan tersebut dan berkata "Yang mulia, hal seperti itu tidak ada dalam perjanjian kita"


Jawaban yang tak terduga oleh Tiara pun muncul. Eden tak ingin memberitahu tentang persiapan yang sudah di lakukan oleh penyihir barat dengan kerajaan Winteads. Aaron pun langsung berwaspada kepada Eden.


"Apa maksudmu? kau tidak mau memberitahu ku?" Tanya Tiara kesal


Eden menggelengkan kepalanya dengan tenang lalu berkata "Aku akan memberitahukan hal itu ketika perjanjian kita sebelumnya telah selesai"


Tiara sempat bingung dengan perjanjian yang sudah ia janjikan dengan Eden. Eden yang mengetahui bahwa Tiara lupa dengan isi perjanjiannya tersebut pun langsung mendekati Tiara.


"Sepertinya anda lupa bahwa saat itu anda menjanjikan kepada saya untuk tidur bersama saat saya telah menyelesaikan tugas saya" Bisik Eden kepada Tiara


"A-apa?"


Tiara yang mengingat perjanjian itu pun lagi dan lagi pipinya kembali memerah. Eden tersenyum melihat pipi Tiara yang memerah karena itu.

__ADS_1


'Bagaimana bisa aku membuat perjanjian seperti itu? Apa aku sedang mabuk saat itu? Tiara bodoh!' Kesal Tiara dalam batinnya


__ADS_2