
Tiara menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum ia mulai bercerita tentang seluruh kejadian yang baru saja terjadi tadi.
"Tuan Lucifer?! Memang tidak salah lagi! Dugaan saya pasti benar!" Ujar Aaron
"Hah? Dugaan apa?" Tanya Tiara bingung
Tiara menatap Aaron dengan penuh rasa penasaran sementara Aaron memunculkan ekspresi yang terlihat sedang emosi berat.
"Saat itu saya melihat bahwa tuan Lucifer pergi dari harem di tengah malam dan bertemu dengan seseorang, lalu saat saya ingin diam diam memperhatikannya, tapi ia langsung menyadari kehadiran saya dan langsung menghampiri saya seolah tak terjadi apapun" Jelas Aaron
"itu wajar bukan? Dia seorang penyihir, seharusnya dia peka akan sekitarnya. Tapi, ada yang membuatku penasaran! Kalau dia menghampirimu di saat seperti itu, apa yang ia katakan?" Tanya Tiara penasaran
"Saat saya bertanya dia sedang apa, dia menjawab bahwa ia memesan kalung untuk yang mulia tapi buktinya sampai sekarang kalung itu tidak di berikan kepada yang mulia kan? Sudah jelas dia pasti ada macam macam! Orang yang bertemu dengannya juga mencurigakan, tidak seperti seorang kurir!" Jelas Aaron dengan penuh emosi
Tiara mengerutkan keningnya lalu bersandar ke sandaran kursi kerja miliknya. Tiara di buat pusing oleh semua masalah yang terjadi, ia berusaha untuk menelaah semuanya.
Aaron hanya diam memperhatikan Tiara, Karena ia tau bahwa Tiara sedang berpikir dan tidak ingin ada yang mengganggunya. Akan tetapi, Tiba tiba suara ketukan pintu muncul.
TOK TOK TOK
Seakan sudah muak dengan segala masalah yang ada.Tiara merespon ketukan pintu itu dengan perasaan kesal "Siapa lagi itu?! Benar benar membuat otak pusing saja!"
"Ini saya, Artem yang mulia" Jawabnya
Setelah mengetahui bahwa Artem yang mengetuk pintu ruangan kerjanya, Tiara pun menyuruh Artem masuk ke dalam ruangannya.
Artem masuk dengan membawa tumpukan tumpukan berkas yang membuat Tiara kebingungan dan bertanya.
"Apa itu yang kau bawa?" Tanya Tiara penasaran
"Ini adalah surat surat penting yang anda harus baca" Jawab Artem
Meski Tiara kebingungan, kenapa ia mendapatkan banyak surat secara mendadak ia tak menanyakan hal itu melainkan ia langsung menyuruh Artem untuk membacakan surat surat tersebut untuknya.
Artem pun mulai membacakan surat tersebut, Ia memulainya dari surat yang berada di tumpukan paling atas.
__ADS_1
"Untuk yang terhormat, Yang mulia Tiara Silverwings dari kerajaan Silverley. Kami mengundang anda untuk datang ke kerajaan kami dalam rangka pernikahan putra mahkota Dawson dengan putri Diana yang akan di laksanakan 2 minggu lagi. Salam hormat, Raja Winteads" Ujar Artem
Tiara yang mendengar isi dari surat tersebut pun sontak terkejut. Bahkan, Aaron yang berada di sebelahnya pun tak bisa menahan ekspresi terkejutnya.
"Diana? Dengan putra mahkota dari kerajaan Winteads, apa tidak salah? Bukankah ini semua karena ia mencintai Dayn?" Tanya Tiara yang terkejut
"Jadi ini semua benar benar murni akibat tuan Dayn memiliki liontin itu dan karena mereka merasa bahwa anda memiliki potensi yang kuat untuk menguasai dunia?" Tanya Aaron yang sedang terkejut juga
Situasi itu juga membuat Artem, yang membaca surat itupun ikut terkejut dan kebingungan. Ia tak tau harus merespon mereka dengan apa.
"Ku rasa ada yang tidak beres, yang mulia" Ujar Aaron
"Aku tau, tapi aku merasa bahwa mau bagaimana pun, aku tetap akan menghadapi mereka semua" Ujar Tiara
Aaron dan Artem yang mendengar perkataan Tiara seperti orang yang baru mendengarkan kata kata mutiara. Mereka memandang Tiara dengan pandangan mata yang terlihat jelas sedang kagum.
Tiara yang merasakan pandangan itu pun langsung salah tingkah, Pipinya mulai memunculkan warna kemerahan tanda malu karena pandangan mereka.
"Ja-jangan memandangku dengan pandangan seperti itu, Cepat bacakan surat lainnya dan jangan lupa untuk membalas surat tadi" Titah Tiara yang sedang salah tingkah
"Untuk yang terhormat, Yang mulia Tiara Silverwings. Saya ingin mengundang anda secara formal untuk melakukan pesta minum teh bersama sebelum saya menjadi putri mahkota dari kerajaan Winteads. Salam hormat, Diana" Ucap Artem
Lagi dan lagi, Tiara dan Aaron di buat terkejut dengan isi surat tersebut. Semua semakin terlihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang di rencanakan oleh mereka.
"Mereka ingin sekali bertemu anda sepertinya, ya? Hingga meminta anda untuk bertemu di berbagai macam acara" Ujar Aaron yang terkesan menyindir
"Hmm, kapan surat itu datang?" Tanya Tiara
Artem langsung mengecek list yang ia bawa untuk mengetahui kapan surat itu datang. Setelah ia menemukan tanggal surat itu datang, Ia pun menjawab.
"Surat ini datang bersamaan dengan surat yang tadi, Surat ini sampai pagi ini pukul 7 pagi" Jawab Artem
Seketika banyak pikiran prasangka buruk muncul bersamaan di dalam pikiran Tiara dan Aaron.
'Mereka memang terlihat ingin sekali bertemu denganku, Apa hanya perasaan ku karena kerajaan Winteads ingin melakukan pemberontakan jadi aku terus berpikiran buruk dengan kerajaan itu. Tapi tidak ada salahnya juga aku untuk berjaga jaga, sampai sekarang aku masih belum tau kapan tanggal mereka melakukan pemberontakan itu' Pikir Tiara
__ADS_1
Aaron dan Tiara larut di dalam pikirannya, Mereka terus memikirkan hal hal buruk tentang kerajaan Winteads dengan serius.
Keheningan pun tercipta Lagi dan lagi, Artem terjebak ke dalam keheningan dan tak tau harus berbuat apa. namun kali ini ia membuka suaranya untuk memecahkan keheningan yang tercipta cukup lama.
"Jadi bagaimana, yang mulia? Apa anda sudah dapat menyimpulkan untuk bagaimana membalas surat ini?" Tanya Artem dengan sopan
Tiara dan Aaron pun sontak terbangun dari pikiran mereka setelah mendengar perkataan Artem yang memecah keheningan.
"Iya, Ku rasa aku telah memutuskan" Ujar Tiara
"Yang mulia, Pikirkan baik baik" Sela Aaron khawatir
"Iya, aku sudah pikirkan baik baik untuk menolak ajakannya" Lanjut Tiara
Seakan ada angin segar yang mengatasi kekhawatiran dari Aaron setelah mendengar jawaban Tiara yang menolak ajakan Diana. Artem pun langsung mengikuti perintah yang di berikan oleh Tiara.
Artem lanjut membacakan surat surat lainnya, Butuh sekitar 40 menit untuk selesai membaca dan membalas semua surat.
Setengah surat itu berasal dari kerajaan Winteads yang menginginkan untuk bertemu dengan Tiara dan setengah surat lainnya berasal dari penyihir barat yang juga ingin bertemu dengan Tiara.
Namun, Semua surat itu Tiara tolak kecuali surat pertama yang berisi undangan pesta pernikahan.
'Aku benar benar merasa bahwa mereka itu memang merencanakan sesuatu hingga mengirim surat sebanyak itu dari banyak orang untuk menyuruhku menemui mereka' Pikir Tiara
"Yang mulia, apa anda baik baik saja?" Tanya Aaron khawatir
Tiara sedari tadi tak mengeluarkan ekspresi senang ataupun tersenyum. Ia hanya mengeluarkan ekspresi serius di ikuti dengan mengerutkan dahi yang membuat Aaron khawatir.
"Tentu saja, aku baik baik saja. Bagaimana bisa aku tidak baik baik saja" Ujar Tiara
Setelah Tiara mengatakan hal itu, Tiara langsung bersandar di kursinya dan mengeluarkan ekspresi lelahnya.
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu lagi dan lagi terdengar. Artem telah keluar untuk menjalankan perintahnya. Saat mendengar ketukan pintu, Tiara langsung merasa kesal karena ia kali ini yakin bukan Artem yang mengetuk pintunya.
__ADS_1
'UKHH! SIAPA LAGI HAH?! Tidak bisakah tidak menggangguku? Lama lama aku bisa trauma karena ketukan pintu!' Kesal Tiara di dalam hatinya