
Lucifer dan Tiara saling berpamitan untuk pergi akan tetapi tiba tiba ada seseorang yang berteriak memanggil Lucifer.
"Tuan Lucifer anda tidak apa apa?" Tanya orang tersebut
"hmm?"
"saya dengar bahwa ada pelayan yang tidak becus di kerajaan ini yang menumpahkan minuman ke pakaian anda" Ujarnya
orang itu adalah Diana. semua orang termasuk Lucifer hanya menatapnya tanpa suara yang membuat suasana canggung untuk Diana. Diana langsung menyadari bahwa Tiara juga ada di sana.
"o-oh.. s-sudah ada nona Tiara ya disini.. t-tadi.. hmm saya kira anda sedang di taman bersama seorang pria" Canggung Diana
'sial! pelayan yang tak bisa di harapkan, mencari informasi begini saja tidak becus!' Kesal Diana di dalam hati
"bukankah seharusnya saya yang bertanya pada anda, nona Diana? mengapa anda disini? bukankah anda sedang minum teh dengan tuan Dayn.. cepat juga ya anda datang ke sini, apa jangan jangan nona yang menyuruh pelayan itu ya?" Ucap Tiara sembari memasang ekspresi senyum mematikan miliknya
ketika Diana mendengar perkataan Tiara, Keringat dingin bercucuran di sekujur tubuh Diana.
"ahh.. a-apa maksud anda, mana mungkin saya melakukan itu? saya kan mempunyai hubungan yang baik dengan tuan Lucifer.. saya tidak mungkin melakukan hal hal kotor seperti itu" Ujar Diana
Ia mencoba untuk menatap Lucifer untuk mengetahui apakah Lucifer percaya padanya ataupun tidak namun, Lucifer pergi begitu saja.
"maaf saya tidak punya waktu untuk meladeni anda lady" Ujar Lucifer sembari pergi melambaikan tangan
"Nona Diana?" panggil Tiara
"ahaha, saya.. saya harus segera pulang karena ada beberapa masalah di rumah yang mulia. saya izin pamit dulu" Ucap Diana
setelah berpamitan Diana langsung pergi begitu saja. sedangkan Tiara berusaha menenangkan Hatinya.
'tidak apa apa Tiara, kau harus sabar.. Aku akan melepaskannya hari ini tapi, jika nanti dia ketahuan menggangguku maka aku tak akan segan lagi. Aku tidak bisa berdiam diri begini terus.. besok adalah hari penobatan ku! aku tak boleh bersantai! waktunya kerja!' Batin Tiara
"Mei" panggil Tiara
"ya, Nona?" Jawab Mei
"aku ingin bertemu dengan Aaron!" Pinta Tiara
"beliau ada di ruangannya nona" jawab Mei
__ADS_1
Aaron adalah sekertaris kerajaan. Sebelumnya Tiara sudah bertemu dengannya namun, Tak berbicara begitu banyak dengannya.
Tiara menyuruh Mei untuk memanggil Aaron ke ruangannya. saat Aaron sampai di ruangan Tiara, Tiara langsung menyuruh Mei untuk membawakan Teh. Mei mengikuti perintah Tiara dan pergi dari ruangan tersebut.
"ada perlu apa Nona memanggil saya?" Tanya Aaron dengan sopan
"saya ingin bertanya tentang besok, apa semua sudah di siapkan dengan baik?" Tanya Tiara
"sudah saya siap kan semua nya nona" Jawabnya
"bagus, tapi saya masih ada pertanyaan lain" Ucap Tiara
"baik! saya akan menjawab dengan sebaik mungkin" Ucap Aaron
"bagaimana hubungan kerajaan Silverley dengan para penyihir Utara?" Tanya Tiara
"selama ini penyihir Utara jarang menemui atau mengikuti pesta yang di selenggarakan oleh kerajaan, keberadaan mereka juga tak tentu.. bahkan jika mereka di panggil pun sangat jarang mereka akan datang" Jawab Aaron
Tiara tampak berpikir, Aaron yang melihatnya pun ikut berpikir sesuatu.
"apa nona berniat untuk mengundang penyihir Utara?" Tanya Aaron
"saya mendengar rumor bahwa ia datang kemari, itu adalah suatu keberkahan bagi kita karena beliau datang memberikan berkahnya kepada mendiang raja dan ratu, sebelumnya ia tak pernah datang maka tak ada juga yang mengundangnya" Jelas Aaron
penyihir sangat di sanjung tinggi di tempat ini karena tak sembarangan orang dapat memakai sihir. Di dunia ini dapat terhitung jari orang yang dapat menggunakan sihir dan penyihir paling hebat ialah penyihir Utara. Kerajaan kerajaan pun tunduk padanya.
"ya, tolong kau undang dia besok" pinta Tiara
"Anda ingin mengundangnya besok?" tanya Aaron
"tentu saja, ia hari ini datang kemari bukankah tidak enak jika kita tak mengundangnya?" Tanya balik Tiara
Aaron mengangguk pertanda menyetujui pendapat Tiara. Mei datang membawakan teh dan perbincangan mereka berlanjut membicarakan tentang penobatan besok.
......................
hari penobatan pun datang, Tiara sudah di nobatkan sebagai Ratu Silverley. Kini, Tiba saat orang orang berdansa. Tiara duduk di tempatnya tiba tiba saja ada seseorang yang menghampirinya.. itu adalah Eden.
"Selamat atas penobatannya yang mulia" Ujar Eden
__ADS_1
"terima kasih juga Tuan Eden telah meluangkan waktunya untuk datang kemari" Ucap Tiara
"itu sudah suatu kewajiban bagi saya, yang mulia" Jawab Eden
Tiara tak merespon perkataan Eden lagi, Eden pun tak bersuara namun masih di tempat yang sama. tak lama Eden membuka suaranya.
"yang mulia, apakah anda ingin berdansa denganku?" Ajak Eden dengan senyum lembutnya
Tiara terkejut mendengarnya namun, ia menahan Ekspresinya tersebut.
'apa hanya karena aku memberikannya busur itu dia sudah merasa sangat dekat denganku hingga mengajakku berdansa? atau dia merencanakan sesuatu? atau dia tau aku tak begitu baik dalam berdansa maka dia mengajakku berdansa untuk mempermalukan ku?' pikir Tiara
Dayn yang sedari tadi mendengar percakapan Tiara dengan Eden pun datang menghampiri Tiara dan Eden,
"yang mulia, saya rasa anda juga harus mempertimbangkan juga untuk berdansa dengan saya" Ujar Dayn
'cobaan macam apa lagi ini? bagaimana bisa datang satu orang lagi? kenapa dia juga malah menawarkan ku berdansa? bukankah dia tau bahwa Tiara Silverwings dari dulu tak pernah belajar dansa' kesal pikiran Tiara
Dayn menatap Eden seperti sedang menatap musuhnya, Eden pun menatap Dayn seperti musuhnya.
"saya rasa saya belum pernah melihat ataupun mendengar tuan Dayn si master racun bisa berdansa" Ucap Eden dengan mata sinisnya
Dayn kesal mendengar perkataan Eden. Akan tetapi itu hal yang benar, Dayn tak pernah mau berdansa dan tiba tiba mengajak Tiara berdansa.
"saya rasa tuan Eden memang pandai bersosialisasi ya.. saya memang tak pernah berdansa dengan wanita yang tak saya inginkan, saya hanya akan berdansa dengan orang yang saya inginkan" Ucap Dayn
"memang saya tak bisa di bandingkan dengan anda yang akan berdansa dengan semua orang yang dapat menguntungkan bisnis anda" Sambung Dayn dengan tatapan sinis pada Eden
Eden pun mulai kesal dengan perkataan Dayn.
'k-kenapa kalian malah bertengkar seperti ini? kalau mereka seperti ini bagaimana cara aku untuk menolaknya? seseorang tolong aku!' Batin Tiara
"kalau begitu saya rasa hanya yang mulia yang dapat menentukan ingin berdansa dengan siapa" Ujar Eden yang menahan kesalnya
"hmm untuk hal itu.."
tiba tiba ada seorang pria yang menyela percakapan Tiara dengan Eden dan Dyan.
"saya rasa yang mulia tidak akan memilih seseorang di antara kalian" Ujar seorang pria yang baru saja datang
__ADS_1