
"tunggu, kenapa tuan Lucifer juga dalam kandidat?" Tanya Tiara bingung
"karena Tuan Lucifer ikut mencalonkan dirinya" Jawab penanggung jawab dengan senyum ramahnya
"APA?! YANG BENAR SAJA?! DIA MENINGGALKAN PEKERJAAN PENYIHIR UTARA?!" Teriak Tiara yang terkejut
"y-ya, seharusnya begitu" Jawab penanggung jawab yang takut mendengar teriakan Tiara
Tiara kembali tenang ketika melihat menanggung jawabnya terlihat ketakutan.
"maaf, aku tak bermaksud menakuti mu.. persiapkan perjamuan.. undang mereka di hari pengangkatan itu saja" Perintah Tiara
"maaf tapi yang mulia, bukankah Tuan Lucifer sudah di istana?" Tanya penanggung jawab dengan sopan
"aku akan memperkecuali kan dia, karena aku membutuhkan sihirnya untuk saat ini" Jawab Tiara sembari melihat berkas berkas pekerjaannya yang menumpuk di mejanya
penanggung jawab itu pun mengangguk yang menandakan akan menuruti perintah Tiara lalu mengundurkan diri dari hadapan Tiara.
Aaron yang sedari tadi sebelah Tiara merasakan bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Tiara terkait para selir tersebut.
"yang mulia, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran anda terkait selir selir tersebut?" Tanya Aaron sopan
Tiara menggelengkan kepalanya "Tidak ada, hanya mereka benar benar mengejutkan ku"
Tiara lanjut bekerja kembali dengan berkas berkas yang bertumpuk di mejanya
......................
Satu hari sebelum pengangkatan Selir, Akan tetapi Claude sudah sampai di istana terlebih dahulu karena ia adalah pendatang dari kerjaan yang cukup jauh.
ia masih berada di dalam kereta kuda Claude yang berisi kan Claude dan satu pelayan pribadinya.
"Tuan Claude? apa anda baik baik saja?" Tanya pelayannya yang khawatir
Claude sedari tadi hanya diam dengan tatapan yang dingin melihat keluar jendela.
~Flashback~
"Ayah! aku tidak mungkin menjadi selir kerajaan itu! aku adalah yang tertua disini! aku yang akan menjadi pewaris ayah!" Kesal Kakak Claude
"T-tapi, bagaimana lagi? ini perintah Raja untuk mengirim selir ke kerajaan itu dan Raja menyuruh ayah untuk mengirim mu ke sana sebagai bentuk tanda kerjasama antar kerajaan!" Jawab Ayah Claude
"Kan ada Claude ayah!" Ujar Kakak Claude
Ayah Claude tampak berpikir sejenak sebelum menjawab perkataan anak pertamanya itu.
__ADS_1
"Claude tidak bisa! dia tidak mungkin! dia sudah berkorban banyak untuk kita!" Jawab Ayah Claude
"Ayah masih saja membahas itu! aku bisa lebih baik dari Claude! aku memiliki banyak koneksi! hanya aku yang berhak menjadi pewaris ayah, bukan selir!" Kesal kakak Claude
"T-tapi"
"Akhh.. pokoknya aku Tidak mau!" Bentak kakak Claude
Kakak Claude pergi meninggalkan ruangan ayahnya dengan membanting pintu. Ayahnya tampak berpikir keras sebelum pergi ke tempat Claude berada.
Claude berada di ruang penelitian miliknya, sebelumnya ia sudah banyak meneliti tentang tanaman dan bahkan hewan hewan. Ialah yang menemukan obat obatan yang sangat efektif untuk manusia dan hewan.
sebelumnya keluarganya sudah hampir bangkrut namun di karena kan penelitiannya yang menemukan obat obatan, keluarganya tak jadi bangkrut dan menjadi keluarga yang kaya raya.
Itulah sebabnya Ayahnya sangat menyayanginya dan membuatnya seperti anak emas akan tetapi kini, Ayah Claude dengan berat hati menemui Claude untuk menyuruhnya menjadi selir.
"Claude" Panggil ayahnya
"iya ayah?"
"apa yang sedang kau lakukan?" Tanya ayahnya lembut
"aku sedang melakukan penelitian terhadap bunga ini" Jawabnya sembari menunjukan bunga yang sedang ia teliti
ayah Claude terlihat tidak enak untuk mengatakannya. Claude peka dengan situasi tersebut ia pun langsung melepaskan sarung tangannya dan duduk di kursinya.
"hmm ya, sepertinya kau sudah tau ya?" Tanya Ayah Claude
Claude mengangkat satu alisnya dan menunggu penjelasan Ayah berikutnya. Ayahnya menghela nafas panjang sebelum berbicara.
"sebenarnya yang mulia raja, menyuruh ayah untuk mengirimkan anak ayah ke kerajaan Silverley untuk di jadikan selir" Jelas Ayahnya
"selir? seorang ratu mencari selir?"
"ya, begitulah.. Raja ingin berhubungan baik dengan negara tersebut. kau tau bukan, kerajaan tersebut baru saja memenangi pertarungan besar? maka dari itu raja ingin berhubungan baik dengan kerajaan tersebut." Lanjut penjelasan Ayah Claude
Claude hanya diam menatap ayahnya dengan muka datar seakan membutuhkan penjelasan lebih.
"kakakmu tidak menginginkannya dan justru malah menyuruhmu pergi, aku tau kau pasti tidak akan mau kan.. tidak apa, aku akan cari cara untuk mengirimkan kakakmu" Ujar Ayah Claude
"Ratu Tiara Silverwings? kerajaan Silverley?" Tanya Claude tiba tiba
"ya benar ra-" Ujar Ayahnya yang terpotong oleh perkataan Claude.
Claude bangun dari duduknya dan berkata "Baik! aku akan menjadi selirnya!"
__ADS_1
Ayahnya terkejut mendengar jawaban Claude yang setuju dengan perkataan ayahnya.
"a-anakku k-kau serius? apa kau sungguh tau apa itu selir?" Tanya ayahnya
"tentu saja! aku akan memikat hati Ratu kerjaan tersebut dan di angkat menjadi Raja nantinya.. jadi ayah tenang saja" Ucap Claude dengan lantang
Ayahnya terharu mendengar perkataan Claude yang setuju hingga meneteskan air mata
"berhentilah menangis untuk hal yang tak perlu! lebih baik ayah bersiap untuk membantuku" Ujar Claude
"ya! baik! tentu saja ayah akan membantumu! apa yang kau perlukan? Racun? mata mata? atau pengawal?" Tanya Ayahnya
"aku tak perlu semua itu" Jawab Claude
"lalu apa yang kau butuhkan? ayah pasti akan memenuhinya!"
"Tolong siapkan untukku buku teknik tentang bercinta" Pintanya
"A-apa.. k-kamu benar benar.." Kaget ayahnya
~Flashback Off~
Claude masih melihat ke jendela yang memperlihatkan dirinya telah masuk ke dalam istana. Tiba tiba saja ia tertawa.
"hahaha" Tawa Claude
pelayan pribadinya terkejut mendengar tawa Claude yang sedari tadi tak berbicara.
"t-tuan?"
"aku baik baik saja" Jawab Claude
pelayan pribadinya meneguk air ludah nya sendiri melihat perubahan ekspresi Claude yang drastis.
'Tiara Silverwings, aku ingin tau seperti apa dirimu yang sebenarnya, apakah benar seperti rumor yang mengatakan ia dewi pedang atau justru ia adalah wanita penyayang pria.. ini akan menjadi menarik' Batin Claude
Saat kereta kuda miliknya berhenti dan pintu mulai di buka kan Claude keluar dari kereta kuda tersebut.
Claude di sambut dengan kepala pelayan dan beberapa pelayan lainnya. Claude segera di antarkan ke ruangannya menginap malam ini.
"silahkan sebelah sini" Ucap kepala pelayan
'aku telah menjadi kepala pelayan sejak mendiang raja sebelumnya. kalau bukan karena rasa kasih sayangku kepada Ratu Tiara. Selir ini.. aku harus tau jelas sifatnya untuk mengetahui apakah ia ada tujuan lain' Pikir Kepala pelayan tersebut
Kepala pelayan memimpin jalan, Claude dan pelayan pribadinya mengikutinya di belakangnya.
__ADS_1
mereka berjalan di koridor istana untuk pergi ke ruang menginap Claude namun, tiba tiba ia berpapasan dengan Lucifer yang tinggal di istana tersebut.