
Sudah waktunya untuk Tiara pergi, Tiara berpamitan kepada anak anak kecil tersebut.
"kalian semua anak anak baik dan pintar semua orang pasti akan menyukai kalian, kakak pamit dulu ya.. nanti kita ketemu lagi" Pamit Tiara
"apa Aya bisa bertemu yang mulia lagi?" Tanya Aya
"tentu, apa Aya mau menjadi adik kakak?" Tanya ramah Tiara
Aya mengangguk girang kesenangan mendengar tawaran Tiara, Tiara langsung memeluk Aya dan mengucapkan salam perpisahan.
Saat di dalam kereta kuda, kesunyian selalu tercipta sebelumnya akan tetapi kali ini Mei memecah keheningan tersebut.
"Nona, anda tidak terlihat seperti biasanya jika saya di perbolehkan untuk bertanya saya ingin bertanya, sebenarnya apa yang terjadi hingga anda berubah?" Tanya Mei dengan sopan
Tiara melihat keluar jendela sejenak lalu tersenyum kecil.
"Entahlah, aku hanya ingin jadi diriku yang aku inginkan sekarang" Jawab Tiara
'apa jawaban seperti itu terdengar meyakinkan' pikir Tiara
"Benar juga, melihat anda sangat baik kepada anak anak itu pasti anda teringat adik adik anda yang tak bisa bertahan hidup bukan?" Tanya Mei
Tiara Silverwings tentunya dulu bukan anak tunggal, Ia memiliki 2 adik laki laki. namun sayangnya adik laki lakinya harus pergi meninggal di karena kan di culik dan di sekap oleh pembunuh bayaran.
'Tiara yang asli menjadi begitu tertutup karena peristiwa itu, sebelumnya Tiara di tuduh sengaja tidak mau menolong adik adiknya bahkan ada yang mengira bahwa semua itu ulah Tiara. Meskipun masalah itu telah selesai dan hanya kesalahpahaman namun, Hati Tiara tak berubah yang membuat ia benci pada orang orang' batin Tiara
"ya, tapi bukankah lebih baik kamu tidak mengungkitnya? itu masa lalu" Ujar Tiara
"ahh benar! mohon maafkan saya"
Mei dengan rasa bersalah ia meminta maaf karena ia tak bermaksud untuk membuka kenangan buruk itu.
'aku tidak ingin mengetahui masa lalu Tiara Silverwings ini, karena sekarang ini adalah hidupku bukan Tiara Silverwings! merepotkan jika aku harus mengikuti alur dan jalan pikiran Tiara Silverwings ini' Pikir Tiara
......................
5 hari telah berlalu, hari ini merupakan hari upacara penghormatan terakhir bagi mendiang raja dan ratu atau ayah dan ibu Tiara Silverwings.
__ADS_1
Saat penghormatan terakhir selesai Tiara menyapa beberapa bangsawan negara lain yang datang. Lalu seorang bangsawan menghampiri Tiara.
"Hormat kepada yang mulia, suatu kehormatan dapat bertemu anda" Hormat Seorang bangsawan
'tunggu, kriteria orang ini sama persis seperti bangsawan yang menghasut itu.. rambutnya hijau, suka memakai perhiasan yang mencolok, apakah dia Diana?' pikir Tiara
"ya, suatu kehormatan juga dapat bertemu dengan nona..?" Kata Tiara yang seolah bertanya namanya.
"Diana! nama saya Diana!" Ujar Diana
mendengar nama Diana, Tiara langsung waspada terhadapnya dan memikirkan banyak hal.
'dia ada disini juga? aku belum membaca sampai Tiara Silverwings bertemu dengan Diana secara langsung. Wajah Diana saja masih di Bluurr dalam komik itu! aku sial sekali!' batin Tiara
kecanggungan mulai terasa antara Tiara dengan Diana namun tiba tiba saja Dayn datang karena melihat Tiara, Ia berencana untuk menghabiskan waktu dengan Tiara. akan tetapi, melihat Tiara yang sedang mengobrol dengan bangsawan ia hanya ikut bergabung dengan Tiara dan bangsawan tersebut
"Tiara? apa kau baik baik saja?" Tanya Dayn yang melihat Tiara diam saja.
"aku baik baik saja" Jawab Tiara
"ahh iya, senang bertemu dengan anda juga nona Diana, yaa memang mungkin sudah cukup lama" balas sapa Dayn dengan senyum canggung
"tuan Dayn, jika anda punya waktu lebih anda mungkin bisa minum teh bersama saya? bukankah anda sangat menyukai teh?" Tawar Diana
"itu ide yang bagus jika Tiara juga ikut" Jawab Dayn
mendengar jawaban Dayn yang malah mengajak Tiara untuk ikut meminum teh membuat Diana geram.
"haha, ya, tapi saya dengar nona Tiara tidak menyukai acara perjamuan teh seperti itu" Ujar Diana sembari menatap Tiara sinis
'hoo tadi dia memanggilku yang mulia, sekarang nona ya.. kenapa jika dia yang mengatakannya terasa sangat menyebalkan!' batin Tiara
"nona Diana benar benar mengerti saya, tuan Dayn! saya rasa anda perlu meminum teh bersama nona Diana untuk refreshing. saya masih ada kerjaan, saya pergi dulu" Ujar Tiara sembari meninggalkan Diana dan Dayn
Dayn terpaksa meminum teh bersama Diana karena Tiara sendiri yang mengatakannya. Diana sendiri sangat senang dan berusaha untuk lebih dekat dengan Dayn.
di sisi lain Tiara pergi ke taman istana sendirian untuk menghirup udara segar karena selama 5 hari ini dia terus belajar mengenai menjadi ratu dan tak pernah keluar melihat tanaman tanaman. akan tetapi hal yang tak di inginkan terjadi, ia tak sengaja tersandung dan menindih seorang pria.
__ADS_1
Tiara dan pria itu bertatap tatapan untuk beberapa detik sebelum mereka sadar dengan apa yang telah terjadi.
"hey! wanita! apa kau mencoba untuk menggoda ku?" Tanya pria tersebut
"kau!" Kaget Tiara
Tiara bangun dari badan pria tersebut. Pria tampan yang berkulit sawo matang dengan rambut putihnya yang seperti perak, ia adalah Sean Alexandre.
'apakah ini berkah atau sial? aku bertemu salah satu dari 4 orang yang akan menggangguku nanti, aku harus berbuat baik padanya!' pikir Tiara
"maafkan saya tuan, saya tadi tersandung dan tak sengaja menindih tuan" Ujar Tiara
Sean tersenyum kecil "hoo, apa kau bangsawan dari kerajaan ini? kau cantik juga"
'tunggu, apa? apa dia playboy?' pikir Tiara
Tiara hanya merespon dengan senyuman terpaksa nya. Sean segera bangun dan berdiri bersamaan dengan Tiara.
"sayang sekali meskipun kau cantik, aku sama sekali tidak tertarik padamu tapi aku akan memikirkannya kembali jika kau langsung melamar ku" Ujar Sean dengan kepercayaan dirinya yang tinggi
"haha, Tuan Sean memang memiliki segalanya ya, selain ketampanan anda yang luar biasa ternyata kepercayaan diri anda juga sangat luar biasa" Sindir Tiara
wajah Sean memerah mendengarnya dan berkata "k-kau bagaimana bisa tau namaku? apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
Tiara terdiam mendengar pertanyaan tersebut namun, ia tidak ingin membuat Sean curiga.
"hmm siapa yang tidak tau anda adalah pangeran ketiga di kerajaan Elleweith" Ucap Tiara canggung
Sean menatap Tiara dengan penuh arti, akan tetapi telinga nya memerah. Tiara pun menjadi keringat dingin.
'bodoh sekali, aku baru ingat dia adalah pangeran yang terlupakan karena tak bisa bertarung dan tak pernah ikut pesta apapun, bodoh! dia pasti curiga padaku' Batin Tiara
saat Tiara berpikir Sean akan curiga kepada Tiara, Sean membuka suaranya kembali
"apa kau benar benar menyukaiku?" Tanya Sean
"E-eh apa?" Kaget Tiara
__ADS_1