
'Selain Mei, Artem, dan Aaron tak ada orang terdekat lainnya yang aku percaya tapi mereka sangat buruk dalam penyamaran.. aku tak mungkin menyuruh para selir melakukannya kan? haha.. tunggu..tapi ada seorang dari mereka yang dapat di percaya melakukan tugas ini!' Pikir Tiara
'orang itu adalah.. EDEN!'
Setelah Lucifer dan Tiara membicarakan beberapa hal, Lucifer pun pergi meninggalkan ruangan Tiara.
Tiara segera meminta tolong Artem untuk memanggil Eden datang ke ruangannya. Artem pun segera pergi menemui Eden.
Namun kini, Eden sedang menggoda Claude yang terlihat sedang murung.
"hoo.. Tuan profesor Claude, saya dengar anda tadi sedari pagi buta sudah menunggu yang mulia di ruang kerjanya.. apa anda baru saja kembali? terlihat dari wajah anda sepertinya terjadi hal yang tidak anda inginkan" Ejek Eden
"lebih baik anda diam" Jawab Singkat Claude
Claude langsung pergi meninggalkan Eden di ikuti pelayan pribadinya. Eden merasa puas dengan wajah Claude yang seperti itu.
"tuan berhentilah mengejek selir lainnya.. saya rasa anda juga harus menghampiri yang mulia, anda tidak ingin tetap menjadi selir kan" Ujar pelayan pribadi Eden
"mengapa kau selalu menasehati ku seperti itu? mengejek orang sedikit bisa mendapatkan kesenangan.. apa kau tak bisa merasakannya?" Ucap Eden
"bukan begitu.. tapi anda jangan lupa bahwa tujuan anda kemari ialah untuk mendapatkan hati yang mulia dan menjadi raja.. seharusnya anda mendekati yang mulia dengan serius" Kesal pelayan pribadinya
"bukankah aku sudah bilang berapa kali padamu? Yang mulia pasti akan memanggilku dengan sendirinya" Jawab Eden
"Tuan berhentilah seperti itu.. yang benar saja.. yang mulia tidak akan memanggil anda jika anda tidak men-" Ujar pelayan pribadi Eden yang terpotong oleh sapaan Artem
"Selamat pagi Tuan Eden" Sapa Artem
"selamat pagi juga" Balas sapa Eden dengan senyumannya
"saya kemari atas perintah yang mulia, beliau ingin menemui anda secara pribadi di ruang kerjanya" Ujar Artem
Pelayan pribadi Artem langsung membelalakkan matanya tak percaya. Sementara Eden hanya tersenyum kecil
"y-yang benar?" Tanya pelayan Eden
"benar" Jawab Artem
__ADS_1
"baiklah bisa tolong antar kan aku ke ruangan yang mulia?" pinta Eden
Artem mengangguk dan mengantarkan Eden serta pelayan pribadinya menuju ke istana untuk menemui Tiara di ruangan pribadinya.
beberapa menit kemudian mereka sampai di depan pintu ruangan kerja Tiara. Hanya Eden yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
Di ruangan tersebut Tiara dan Aaron telah menunggunya dan telah menyiapkan teh.
"yang mulia, apa yang mulia memanggil saya?" Tanya Eden
"ya, duduklah.." Jawab Tiara
Eden duduk di hadapan Tiara dengan santai. Tiara memulai pembicaraan dengan basa basi terlebih dahulu.
Tiara memberikan kode kepada Aaron untuk meninggalkan Tiara berdua dengan Eden. Aaron pun keluar dari ruangan.
"bagaimana keadaan anda di Harem?" Tanya Tiara
"saya baik baik saja seperti yang anda lihat, meski saya sedikit kecewa karena anda belum menghampiri saya untuk tidur bersama" Jawab Eden secara blak blakan
Tiara menjawab perkataan Eden dengan tertawa canggung. Tiara mempersilahkan Eden untuk meminum teh yang sudah Tiara siapkan. Eden pun meminumnya.
"ternyata itu yang membuat anda memanggil saya, anda ingin mendapatkan bantuan apa?" Tanya Eden
"anda adalah pemimpin Black Blood bukan?" Tanya Tiara yang membuat Eden langsung mengangguk
"Black Blood telah bekerja sama dengan kerajaan untuk beberapa waktu lama, saya yakin anda juga mau membantu saya.." Ujar Tiara
"tentu.."
"apa anda memiliki seseorang yang dapat anda percaya untuk menjadi mata mata?" Tanya Tiara
"tentu, anda ingin saya mengawasi siapa?" Tanya balik Eden
"penyihir Barat dan Nona Diana" Jawab tegas Tiara
"begitu kah? ada apa dengan mereka?" Tanya Eden santai
__ADS_1
Tiara langsung menjelaskan segalanya kepada Eden, Eden pun mengerti. Tapi Eden merasakan sesuatu yang mengganjal dari penjelasan Tiara.
"mengapa nona Diana ingin membunuh anda?" Tanya Eden
'ahh.. benar, aku tidak mungkin mengatakan bahwa Diana ingin membunuhku karena ia iri dengan ku yang dekat dengan Dayn bukan? dan kalau di pikir pikir.. seandainya saja aku bisa memutuskan hubungan dengan Dayn mungkin ini tak akan terjadi..tapi semua pasti akan mencurigaiku karena Dayn satu satunya pria yang sangat dekat denganku dan telah membantu mensukseskan perang besar kemarin! Sial! ini mulai terasa sulit untukku.. Sekarang apa yang harus aku katakan?' Batin Tiara
Tiara diam untuk berpikir. Eden pun membuka suara ketika melihat Tiara yang sedang berpikir dengan sangat serius.
"Jika memang saya tidak di izinkan untuk tau juga tak masalah kok yang mulia" Ujar Eden
"tidak apa, Nona Diana denganku sebelumnya memang memiliki hubungan yang tidak begitu baik, saat pertama kali kami bertemu saja terlihat ia sangat membenci saya.." Jawab Tiara
"ohh.. begitu.."
"jadi bagaimana dengan orang yang akan mengawasinya nanti?" Tanya Tiara
"itu adalah hal yang mudah yang mulia" Jawab Eden
"tapi, tentu saja harus ada bayaran yang setimpal untuk itu" Lanjut Eden
"baiklah, berapa harga yang kau pasang? kerajaan akan membayar mu.." Jawab Tiara
Eden tersenyum kecil dengan perkataan Tiara.
"tidakkah anda terlalu menganggap saya sebagai bawahan?" Ujar Eden
"hmm?"
"mau bagaimana pun saya tetap laki laki anda" Lanjut Eden
"e-eh? haruskah anda bersikap seperti ini sekarang?"
"kalau saya tidak bersikap seperti ini sekarang, mungkin anda tidak akan memberikan saya kasih sayang sebagai selir.. anda hanya akan mengambil informasi dari saya.. saya tidak membutuhkan uang kerajaan kali ini.." Ujar Eden
Eden bangun duduknya dan menatap Tiara dengan lembut
"pfftt.. lalu apa yang kau inginkan?" Tanya Tiara
__ADS_1
"Saya ingin anda memperlakukan saya sebagai laki laki anda, saya ingin anda memberikan kasih sayang kepada saya!" Tegas Eden