Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem

Tolong Cintai Aku! : Reverse Harem
Ep. 34 | Siapa Pelakunya?


__ADS_3

Mereka saling berbisik ketakutan, Berpikir bahwa menara tersebut adalah menara yang angker. Tapi, Saat ini mereka tak bisa berbalik arah untuk menyerah karena Tiara dan Eden mengawasi mereka dari belakang.


Mereka pun memberanikan diri untuk semakin dekat Namun, Tiba tiba ada hal yang mengejutkan. Seseorang pria keluar secara tiba tiba dari dalam menara yang membuat mereka semua terkejut, Termasuk Tiara.


"T-tunggu.. Lucifer?!" Kaget Tiara


Yang tak di sangka sangka, Orang yang keluar dari menara itu ialah Lucifer. Semua terkejut dan kebingungan bahkan Lucifer pun ikut terkejut dan kebingungan.


"Kenapa kalian semua ada disini?" Tanya Lucifer bingung


Tak ada yang langsung menjawab pertanyaan Lucifer karena Tiara saja masih memikirkan banyak pertanyaan di dalam pikirannya Kecuali Eden yang berada di situ langsung menjawab tanpa ragu.


"Kami sedang mengejar pembunuh berantai yang kabur! Dia masuk ke dalam menara ini!" Jawab Eden


"Kau keluar disini dengan tampang biasa saja, Jangan jangan kau adalah dalang dari semua ini?!" Lanjut Eden dengan penuh emosional


Lucifer yang tidak terima dirinya di tuduh pun langsung membantah perkataan Eden yang menuduhnya.


"Bagaimana bisa kau menyimpulkan seperti itu? Aku ke menara ini karena perintah yang mulia!" Bantah Lucifer dengan kesal


Tiara pun sontak terkejut dengan pembelaan yang keluar dari mulut Lucifer karena ia tak merasa untuk menyuruh Lucifer pergi ke menara tersebut.


"H-hah? Aku? Kapan aku menyuruhmu ke menara terbengkalai ini?" Tanya Tiara yang kebingungan


Saat Lucifer hendak menjawab pertanyaan Tiara, Tiba tiba seseorang di belakangnya memotong pembicaraan.


"Tuan! Mereka sudah akan-- Loh? kok?" Ujar seseorang di belakang Lucifer yang baru saja keluar dari menara tanpa tau situasi sekarang


Orang itu ialah pelayan Lucifer. Ia tak mengetahui bahwa di luar menara sedang ada masalah yang serius. Ia yang awalnya tampak senang seperti biasanya kini berubah menjadi ketakutan ketika ia melihat para pengawal kerajaan dan bahkan Tiara datang mengerumuni dia dan tuannya.


Melihat keadaan yang mencengkram, Pelayan Lucifer refleks mengangkat kedua tangannya seakan tidak tau apapun.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Eden kesal


Pelayan pribadi Lucifer hendak menjawab pertanyaan Eden namun, Lucifer memberikan kode kepadanya untuk tetap diam dan akhirnya ia pun tetap menutup mulutnya.


"Maaf, tapi ini bukanlah urusan tuan Eden.. Saya hanya bisa memberitahukannya kepada yang mulia saja" Jawab Lucifer dengan penuh penekanan

__ADS_1


Amarah Eden semakin terpicu, Ia bergerak seakan ingin menerjang Lucifer dengan semua kemarahannya namun, Tiara menahannya.


"Yang mulia?" Lirih Eden kecewa


"Lucifer, Jika hal ini memang hanya aku seorang yang di perbolehkan untuk tau mari kita bicarakan itu nanti, tapi.." Ujar Tiara


"Sebaiknya kau menjelaskan dulu dengan pembunuh berantai yang masuk ke dalam menara itu" Lanjut Tiara dengan wajah yang mengintimidasi


Mendengar Tiara yang meminta penjelasan hal yang Lucifer tak ketahui. Lucifer pun kebingungan.


"Apa? Pembunuh berantai yang mana? Tidak ada yang masuk kemari selain aku, pelayan ku dan dua penyihir barat yang waktu itu" Jawab Lucifer


Eden tak setuju pada penjelasan yang di berikan oleh Lucifer karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa orang itu masuk ke dalam menara tersebut.


"Kau berbohong! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!" Ujar Eden tak terima


"Tapi sudah jelas tak ada yang masuk! Itu artinya kau yang berbohong! Aku berani jika menara ini di geledah!" Balas Lucifer


Eden menahan amarahnya lalu tersenyum menantang lalu berkata "Kalau begitu ayo kita geledah"


Para pengawal langsung menggeledah menara tersebut di ikuti dengan Eden yang ikut menggeledah. 15 Menit berlalu, Seluruh tempat di menara tersebut telah di geledah akan tetapi tak ada si pembunuh berantai tersebut.


Bahkan di dalam menara tersebut tak ada satupun bukti yang merujuk kehadiran pembunuh berantai. Lucifer pun tersenyum meremehkan kepada Eden.


"Mana nih? Tuan Eden yang begitu percaya diri tadi tidak bisa menemukan kejanggalan sedikit pun tentang kehadiran pembunuh bayaran itu?" Ejek Lucifer


Eden sangat kesal karena ia tak bisa menemukan sedikitpun bukti pembunuh berantai dari menara tersebut.


"Tidak mungkin! Pasti dia telah menggunakan sihirnya untuk menyembunyikan pembunuh itu!" Ujar Eden tidak terima


"Sekarang kau menuduhku karena pekerjaanku sebelumnya adalah penyihir, kau ini berpikir aku penyihir apa kakek lampir? Apa gunanya aku membantu seorang pembunuh berantai?" Balas Lucifer dengan kesal


Eden dan Lucifer melanjutkan perdebatan mereka yang tidak ada habisnya itu sampai Tiara muak dan menghentikannya.


"Cukup!" Tegas Tiara


Seketika semua terdiam dan menundukkan kepalanya. Tiara menghela nafasnya untuk menenangkan sejenak dirinya.

__ADS_1


"Lucifer, sepertinya kau ada pekerjaan yang harus kau selesaikan di menara ini. Untuk sekarang aku akan membiarkanmu menyelesaikan pekerjaanmu itu, Jika sudah kau harus segera menemui ku!" Titah Tiara


Lucifer setuju dengan titah Tiara, Ia pun langsung masuk kembali ke dalam menara dengan berjalan angkuh. Eden semakin kesal melihatnya namun, Ia tak menunjukan kekesalannya.


"Eden, ayo kita kembali" Ajak Tiara


"Tapi yang mulia, bagaimana dengan pembunuh berantai itu?" Tanya Eden


"Kita perlu selidiki lebih lanjut untuk saat ini. kau pasti lelah, kembalilah ke harem.. aku juga perlu menyelesaikan beberapa pekerjaanku, tidak mungkin kan aku harus mengurus ini terus" Ujar Tiara


Eden pun tak punya pilihan lain selain menyetujui hal tersebut. Mereka pun kembali ke istana. Eden kembali ke harem sedangkan Tiara kembali ke ruang kerjanya di ikuti oleh Aaron.


Saat Tiara sampai di ruangannya, Ia langsung duduk tanpa sepatah katapun dengan ekspresi yang membingungkan Aaron.


"Yang mulia, apa yang telah terjadi?" Tanya Aaron penasaran


Aaron sedari tadi berada di istana menunggu Tiara untuk kembali, Ia tak ikut bersama Tiara tadi karena titah Tiara. Kini Aaron serasa memiliki rasa penyesalan karena ia tak mengikuti Tiara. Ia merasa bahwa ia ketinggalan sesuatu berita yang sangat penting.


"Pembunuh berantai itu tak tertangkap" Ujar Tiara dengan ekspresi seriusnya


"Saya tau mengenai hal itu, tapi apa yang anda pikirkan hingga seperti itu? Jika pembunuh itu muncul lagi pasti akan tertangkap dan tidak akan lolos lagi, anda tidak perlu berpikir terlalu banyak" Ujar Aaron yang khawatir dengan kondisi Tiara


Di mata Aaron, Tiara terlihat sedang serius memikirkan sesuatu. Aaron khawatir hal itu akan menumbuhkan rasa stress pada Tiara.


"Tapi, ini perlu di pikirkan dengan baik" Ujar Tiara tanpa melirik sedikitpun ke arah Aaron


"Apa ada masalah?" Tanya Aaron


Tiara menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum ia mulai bercerita tentang seluruh kejadian yang baru saja terjadi tadi.


"Tuan Lucifer?! Memang tidak salah lagi! Dugaan saya pasti benar!" Ujar Aaron


"Hah? Dugaan apa?" Tanya Tiara bingung


Tiara menatap Aaron dengan penuh rasa penasaran sementara Aaron memunculkan ekspresi yang terlihat sedang emosi berat.


"Saat itu saya melihat--"

__ADS_1


__ADS_2