TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 10 (MENYEBRANGI DANAU -2)


__ADS_3

"Apa kau seorang roh?, "Xiuhuan yang tengah bermeditasi mendadak berhenti dan amat terkejut dengan pertanyaan pemuda itu.


Dia kemudian berdiri dan berbalik untuk melihatnya, terlihat keduanya kini tengah menatap satu sama lain. Chang yi terlihat hanya diam tidak mengatakan satu kata pun seperti tengah menunggu Xiuhuan menjawab pertanyaannya. Xiuhuan yang masih terkejut juga tampak terdiam, dia tidak tau bagaimana menjawab pertanyaannya. Jika Xiuhuan mengatakan kebenaran tentangnya yang merupakan roh, itu sama saja dia melanggar peraturan yang dimana para roh sepertinya tidak di perbolehkan mendekati manusia bahkan memberitahu identitas mereka. Sebelumnya Xiuhuan telah melanggar peraturan lainnya dengan berinteraksi dengan manusia, jika roh lainnya melihatnya bersama dengan Chang yi yang merupakan seorang manusia, dia pasti akan mendapatkan sebuah hukuman.


"Aku ..." sembari menarik napasnya dan menatap Chang yi, Xiuhuan sepertinya hendak mengatakan rahasia yang selama ini ia sembunyikan.


"Chang yi, kau harus tau sebenarnya aku adalah ... , " Akan tetapi belum sempat dia memberitahunya, Chang yi malah memotongnya dengan mengatakan.


"Seorang petapa"


"Petapa?"


"Ya kau seorang petapa, apa kau fikir aku benar-benar mengira kau adalah roh?


"Tentu saja tidak, mana mungkin ada roh yang mau berinteraksi dengan manusia setelah kejadian yang menimpa mereka karena ulah Jiao long dan sekutunya. Bukankah para roh memutuskan untuk tidak berinteraksi lagi dengan manusia dan sekarang mereka entah ada dimana"


"Jadi kau percaya aku adalah seorang petapa?"


"Tentu saja, banyak orang seperti mu yang berkelana untuk mendapatkan kekuatan dan hidup abadi"


Xiuhuan sekarang merasa lega lantaran Chang yi ternyata tidak mencurigainya, dia kemudian duduk seraya menghadap ke arahnya dan berusaha terlihat seperti biasa agar pemuda itu tidak mencurigainya.


"Xiuhuan, saat kita berada di hutan itu apa kau melihat asap dari api yang ku buat?"


"Ya aku melihatnya, tapi saat itu aku kesulitan mencari dari mana asap itu berasal, saat aku mendekatinya asap itu malah semakin jauh dan berpindah-pindah"


"Ahhh pantas saja kau datang terlambat"


"Saat kau mendorong ku, aku fikir itu adalah akhir dari hidup ku. Ku kira aku akan mati karena jatuh dari jurang dan jantung ku tertancap batu yang sangat tajam, "Chang yi terlihat menekan jantungnya.


Saat mereka tengah berbicara mendadak hujan turun sangat deras dan mengguyur keduanya yang berada di tengah danau. "Eh? mengapa tiba-tiba turun hujan? bukankah tadi langit baik-baik saja?" ujar Chang yi.


Xiuhuan kemudian mendongakkan kepalanya dan berkata. "Apa yang kita lihat belum tentu terlihat baik"


Setelah itu ia kembali melihat Chang yi yang juga melakukan hal yang sama sepertinya, namun dia menutup kedua matanya dan terlihat senyuman yang terukir di wajahnya.


"Kau terlihat senang"


Chang yi yang masih menengadah lalu membalas perkataannya. "Sudah lama aku tidak merasa seperti ini, rasanya aku kembali ke masa lalu saat aku berusia enam tahun. Dahulu aku sangat senang bermain di bawah hujan seperti ini sendirian"


Entah kenapa hal itu juga membuat Xiuhuan merasa senang, sebentar dia melihat Chang yi yang tidak berhenti tersenyum lalu mengalihkan perhatiannya dan melihat air danau yang tampak terang walaupun di malam hari. Dia juga mencecahkan salah satu tangannya pada air danau itu yang sedikit terasa dingin. "Masa kecil memang saat-saat yang paling menyenangkan, kita belum mengenal kerasnya hidup di tengah peperangan saat ini" ujarnya.


Keesokan harinya mereka sudah tiba di sebrang danau, terlihat keduanya baru saja turun dari atas rakit. Kala itu hujan masih turun namun hanya meninggalkan rintik di sertai mentari pagi yang terasa hangat saat sinarnya menyorot tubuh mereka.


"Entah mengapa rasanya hari ini aku merasa bersemangat padahal kita akan mengahadapi iblis kematian" ujar Chang yi yang terlihat menaruh keduanya lengannya di pinggang.


"Ya iblis kematian yang akan mati di tangan kita" balas Xiuhuan sembari berjalan meninggalkan danau.

__ADS_1


kemudian di ikuti oleh Chang yi yang kini berjalan di sebelahnya. "Jangan terlalu percaya diri, mungkin saja kita yang akan mati terutama aku"


"Aku sudah mengatakannya pada mu itu tidak akan terjadi"


"Ya kita lihat nanti"


Lama berjalan hingga akhirnya mereka menemukan sebuah tempat yang sangat luas, tidak banyak pohon yang berdiri di sana hanya ada hamparan rumput hijau. Dan di kejauhan tampak gunung-gunung seperti mengelilingi mereka.


"Angin di sini sangat kencang bagus untuk pakaian kita yang basah karena hujan semalam" ujar Chang yi.


"Dahulu saat aku berjalan di sini semuanya terlihat kering dan begitu panas, untung saja semuanya kembali menghijau"


Xiuhuan yang berjalan di sebelahnya mendadak berhenti berjalan dia terlihat pucat juga kelelahan. Chang yi yang ada bersamanya merasa khawatir saat melihatnya.


"Xiuhuan ada apa? apa kau sakit?"


Xiuhuan yang terlihat lemas lalu menjawabnya. "Tidak, hanya saja tubuh ku terasa aneh dan pandangan ku kabur"


"Itu artinya kau sedang sakit ... sepertinya karena kemarin kau berjalan ke tengah danau lalu pakaian mu basah karena hujan dan udara dingin malam hari"


Tubuh Xiuhuan beberapa kali terlihat akan jatuh dan wajahnya semakin pucat, pada akhirnya Chang yi yang merasa kasihan padanya memutuskan untuk berhenti sampai Xiuhuan kembali pulih.


"Kita istirahat di sini, "Chang yi lalu membantunya duduk dan menyadarkan punggungnya pada sebuah batu besar yang ada di sana.


"Kau terlihat sangat pucat, kita tidak akan melanjutkan perjalanan sampai kau benar-benar pulih"


Angin yang tak berhenti berhembus membuat hamparan rumput hijau berdesir tanpa henti, di tambah dengan kehangatan sinar mentari yang menyorot di pagi hari memberikan sebuah ketenangan. Susana seperti ini sangat bagus untuk Xiuhuan yang tengah sakit lantaran mentari di pagi hari dapat menghangatkan tubuhnya. Selain itu di sana keduanya juga dapat melihat langit biru serta awan putih yang membentang tanpa akhir, juga sayup-sayup terdengar suara hembusan angin yang bertiup. Chang yi yang tengah duduk di sebelahnya sesaat melirik ke arahnya seraya tersenyum, dia melihat Xiuhuan sedang tertidur nyenyak.


"Orang ini tidur dengan cepat" bisiknya yang kemudian mengalihkan pandangannya pada sekelilingnya yang di penuhi rumput hijau juga beberapa pohon dan hewan seperti rusa yang tengah makan.


Beberapa jam pun berlalu Chang yi yang dari tadi terjaga mulai merasa ngantuk, kedua matanya yang terus ingin tertutup tidak dapat ia tahan hingga akhirnya dia pun tertidur. Di sisi lain Xiuhuan yang tidur lebih awal ternyata saat ini tengah bermimpi.


____________________


Di dalam mimpinya terlihat Xiuhuan yang berusia sepuluh tahun bersama seorang lelaki dengan usia sekitar empat puluh lima tahun, keduanya terlihat tengah duduk seraya membaca sebuah buku, di sekeliling mereka terlihat ada banyak buku yang tersusun rapih di tempatnya.


Mereka berada di sebuah perpustakaan dan membaca sebuah buku tentang ramuan tradisional.


Xiuhuan yang kala itu masih kecil terlihat fokus dengan buku yang tengah di bacanya, sedikit pun dia tidak mengalihkan perhatiannya dari buku itu.


Tidak lama lelaki yang duduk di sebelahnya menunjukkan sesuatu padanya dari buku yang baru saja selesai dia baca.


"Xiuhuan lihat ini"


Xiuhuan yang dari tadi fokus membaca berhenti melakukannya dan melihat apa yang dia tunjukkan padanya. "Ramuan untuk meningkatkan jiwa murni roh?"


"Ya, kau ingin membuatnya?"

__ADS_1


"Untuk apa? jiwa murni milik ku tidak sempurna, jadi tidak akan ada pengaruh apa pun jika meminumnya"


Lelaki itu tersenyum padanya dan berkata. "Kita belum mencobanya, jadi kau tidak bisa mengatakan itu sebelum melakukannya dan melihat reaksinya pada tubuh mu"


"Tapi aku tidak suka meminum obat tradisional"


"Kita pakai cara lain yaitu dengan bermeditasi, kau harus melakukan meditasi agar jiwa murni di dalam tubuh mu meningkat dan memberi kekuatan besar untuk mu"


"Meditasi? kapan saja aku harus melakukannya?"


"Saat tubuh mu merasa lemah juga jantung mu terasa sakit"


"Kau juga bisa melakukannya jika terluka, dengan begitu saat itu juga luka mu akan sembuh"


Semenjak saat itu Xiuhuan selalu melakukan meditasi untuk menyempurnakan jiwa murni di dalam tubuhnya, dia membutuhkan waktu yang cukup lama jika ingin jiwa murni miliknya sempurna dengan cepat. Hari demi hari tanpa henti Xiuhuan selalu melakukannya bahkan ketika para roh mulai menempati hutan keramat, di sana dia selalu melakukan meditasi tepatnya di bawah pohon tempatnya tidur saat dalam wujud naga putih.


Namun suatu ketika saat ia tengah melakukan meditasi kejadian yang tidak pernah ia harapkan terjadi begitu saja, tiba-tiba sekelompok manusia menyerang kawasan para roh dan menculik mereka bahkan ada juga yang hanya mengambil jiwa murni dalam tubuh para roh. Xiuhuan yang menyadari tempatnya tengah di serang lantas berhenti melakukan meditasinya dan bergegas pergi dari sana untuk melihat para manusia itu.


"Kakak apa yang terjadi?" ujarnya yang tampak berlari menghampiri kakak laki-lakinya.


"Xiuhuan?" Yuxuan yang saat itu berusia dua puluh tujuh tahun terlihat memeluk Xiuhuan yang lari menghampirinya.


Di sana juga terlihat ayahnya yang bernama Yu xiang bersama dengan pamannya Yu cheng yang hendak menghampiri sekelompok manusia itu, raut wajah mereka menunjukkan amarah besar pada para manusia yang menyerang kawasan roh.


"Kalian tetap di sini dan jangan pernah terpisah, sampai kapan pun" ujar Yu xiang seraya memegang kedua bahu putranya.


Xiuhuan saat itu tampak menangis sembari memegang tangan Yu xiang yang berada di bahunya, ia kemudian berkata. "Kenapa kau mengatakan itu? apa kau akan pergi jauh? aku tidak ingin berpisah dari mu".


Seraya tersenyum Yu xiang membalasnya. " Xiuhuan, aku tidak akan pergi jauh dari kalian, meski aku mati aku akan tetap bersama kalian"


Setelah itu Yu xiang bersama dengan adiknya pergi meninggalkan Xiuhuan serta kakaknya, saat itu keadaannya sangatlah kacau perang besar antara dua mahluk dengan alam berbeda menyebabkan banyaknya pertumpahan darah. Ratusan manusia juga roh yang gugur jasad mereka terlihat berserakan.


Hingga perang tiba pada puncaknya, Yu xiang yang terlihat sangat marah berubah menjadi seekor naga putih dan kemudian menyerang manusia-manusia itu tanpa henti.


"Pergi kalian semua dari hutan ini!" teriaknya pada semua manusia yang ada di sana.


Namun salah seorang manusia yang tidak tau identitasnya lantaran wajahnya tertutup topeng menyerangnya menggunakan sihir hitam yang sangat kuat lantaran dua buah jiwa murni roh yang berhasil dia simpan di dalam tubuhnya. Serangan itu terlihat seperti sebuah bola hitam besar yang di penuhi dengan aura jahat, bola itu menyerang Yu xiang dari belakang hingga membuatnya tumbang. Lelaki itu lalu mengambil jiwa murni Yu xiang beserta tubuhnya, setelah berhasil mengalahkannya orang itu kemudian hendak melarikan diri dari sana.


Tetapi Yu cheng yang melihatnya ia lalu menutup seluruh area hutan dengan sihirnya agar dia tidak bisa melarikan diri begitu juga dengan manusia lainnya, kemudian setelah itu Yu cheng yang terlihat mengangkat salah satu tangannya yang kemudian ia jentikan. Bersamaan dengan itu dentuman yang sangat keras terdengar bahkan sampai ratusan kilometer dari gunung roh berada.


"Kalian tidak akan bisa pergi begitu saja tanpa membayarnya dengan nyawa kalian semua"


Yu cheng yang ternyata baru saja menghancurkan sebuah bukit besar yang tidak jauh dari sana menjadi sebuah kepingan-kepingan batu besar, dia lalu melemparkannya pada semua manusia yang berada di bawahnya, dan dengan secepat kilat batu-batu itu mengarah pada mereka.


Semua manusia itu pada akhirnya mati lantaran tertimpa batu besar, dan perang pun selesai.


____________________

__ADS_1


Karena mimpi itu Xiuhuan terbangun dari tidurnya, terdengar napasnya terengah-engah juga terlihat keningnya yang di basahi banyak keringat. Selain itu dia juga di kejutkan dengan keberadaannya yang ada di sebuah gubuk bersama dengan Chang yi, tangan mereka juga terikat sangat kuat oleh sebuah tali.


__ADS_2