
Xiuhuan mengamati mereka satu-persatu dan tampak waspada, mereka sangatlah mirip dengan Chang yi oleh karena itu Xiuhuan harus berhati-hati jangan sampai dia melemparkan jarum pada Chang yi yang asli.
Jeritan-jeritan yang entah berasal dari mana semakin terdengar nyaring begitu juga dengan aroma bau busuk yang semakin menyengat, dan itu semua mulai mengganggu kepalanya. Selain itu juga, mereka yang mengelilinginya kadang-kala bersilih ganti menjadi sosok wanita tanpa kepala.
Fikirannya mulai kacau, dia bahkan kesulitan untuk berkonsentrasi. Hingga salah satu dari mereka mulai menyerangnya dengan menendang perut Xiuhuan yang membuat dia tersungkur tanah, lantaran Xiuhuan tidak menyadarinya dan tidak sempat menghindar.
"Xiuhuan ini aku Chang yi" ujar mahluk halus yang baru saja menendangnya sembari tersenyum menyeringai.
"Suara mengerikan apa ini? mengapa rasanya suara itu berada dekat dengan telinga ku? sampai membuat ku kesakitan" gumam Xiuhuan.
Xiuhuan kemudian berdiri sembari memegang kedua telinganya yang mengeluarkan banyak darah.
"Xiuhuan, Xiuhuan" belum usai dengan suara jeritan, sekarang mahluk halus yang tengah mengelilinginya itu tidak berhenti memanggil namanya yang membuat Xiuhuan semakin menderita kesakitan lantaran suaranya seperti menusuk telinganya.
Lalu tiba-tiba sihir beraroma busuk yang juga ada di sana menjerat kedua tangannya dengan sangat kuat, kemudian salah seorang mahluk halus lainnya menerjang-nya dengan keras sampai membuat Xiuhuan terlempar jauh dan membentur sebuah batu yang cukup besar. Benturan itu sampai membuat mulutnya keluar darah, dia juga terlihat mencengkram dadanya yang mendadak sakit.
"Mereka di selimuti dendam yang begitu besar, apa yang terjadi pada mereka sampai sejahat itu!" bisik Xiuhuan seraya menahan sakit.
"Jika saja jeritan-jeritan itu tidak mengganggu ku, aku pasti tidak akan kesulitan melawan mereka"
Xiuhuan berusaha kembali berdiri sembari menahan tubuhnya yang sakit juga terlihat sesekali memegang dadanya, namun Xiuhuan tetap menahan semua itu.
Dia kemudian membalas serangan mereka meski beberapa kali harus terlempar, tapi Xiuhuan tidak berhenti menyerah dan berusaha menyelamatkan Chang yi yang tengah di rasuki mahluk halus.
"Chang yi sadarlah" gumamnya seraya melemparkan beberapa serangan.
Hingga pertarungan berada pada puncaknya, Xiuhuan terlihat sudah tidak berdaya dan bersimpuh sembari mengerutkan wajahnya pada mereka. Chang yi yang tengah di rasuki lalu berjalan ke arahnya dengan di ikuti sebelas tiruannya, kemudian bertinggung di hadapannya dan dia tampak senang dengan keadaan Xiuhuan yang seperti itu. Telunjuk kanannya lalu menyentuh dagu Xiuhuan dan membuatnya melihat ke arahnya.
Seraya tersenyum dia berkata. "Kau terlihat menyedihkan siapa sangka seorang roh seperti mu tenyata bisa ku kalahkan"
"Apa masalah mu? mengapa kau melakukan ini dan menjebak kami?" tanya Xiuhuan.
Chang yi tertawa lepas seakan pertanyaan Xiuhuan terdengar lucu di telinganya. "Masalah ku? tidak ada, aku hanya ingin main-main dengan kalian terutama dengan mu. Ku dengar para roh seperti mu sangatlah kuat, namun nyatanya kau tidak ada apa-apanya"
Setelah mengatakan itu dia lalu berdiri dan berjalan pergi sambil membelakanginya. Xiuhuan yang dari tadi menyembunyikan jarum di tangannya juga ikut berdiri, dan berkata. "Ternyata kau yang asli"
" ... Ya aku yang asli" balasnya seraya menoleh pada Xiuhuan.
__ADS_1
Saat itu juga Xiuhuan melemparkan jarum miliknya dan berhasil mengenai sebelas tiruan Chang yi sampai membuat mereka lenyap tak tersisa di iringi dengan teriakan kesakitan yang keluar dari mulut mereka seakan terdengar ke seluruh penjuru hutan, Xiuhuan kemudian terbang ke arah Chang yi asli dan menyerangnya dari atas. Dengan sigap Chang yi menahan tangan Xiuhuan dengan menggunakan sikut kanannya.
"Hampir saja"
"Keluar dari tubuhnya" balas Xiuhuan dengan tegas.
"Dia sekarang milik ku" Chang yi yang tengah di rasuki kemudian mendorong tangannya dan hampir membuat Xiuhuan kembali terlempar, namun kali ini Xiuhuan berhasil menahannya.
Pertarungan kembali terjadi dan kini hanya menyisakan mereka berdua, keduanya sama-sama tidak mau kalah dan terus mengeluarkan kemampuan mereka. Sihir darah yang menyelimuti tubuhnya kemudian dia lemparkan pada Xiuhuan tanpa henti, sihir itu menyerupai seekor ular yang meliuk-liuk dengan gesit ke arahnya. Xiuhuan yang terlihat cekatan kini tidak terkena serangannya dan berhasil menghindar. Dia kemudian membalasnya dengan memutar tubuhnya dan mengeluarkan sebuah angin yang sangat tajam menyerupai bumerang lalu melemparkannya pada Chang yi.
Pemuda itu tidak sempat menghindar hingga terkena serangannya, Xiuhuan kemudian mengeluarkan tiga buah kertas dari tangannya yang merupakan jimat yang kemudian dia lontarkan padanya. Ke tiga jimat itu terlihat berjejer dari dada hingga perut Chang yi dan membuatnya berteriak kesakitan.
"Aaaa!!"
Xiuhuan kemudian turun dan membiarkannya sampai mahluk halus jahat itu keluar dari tubuhnya, terlihat gumpalan asap berwarna merah keluar dari tubuh Chang yi di sertai dengan jeritan-jeritan yang tidak berhenti terdengar. Tidak lama Chang yi berhenti berteriak dan tubuhnya jatuh menimpa tanah, dia lalu tidak sadarkan diri. Xiuhuan kemudian mendekatinya dan menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon.
Sesaat dia memandanginya lantaran merasa kasihan pada Chang yi yang baru saja di rasuki mahluk halus, Xiuhuan kemudian mengarahkan tangannya pada keningnya untuk menyembuhkannya, tetapi mendadak dia berhenti karena ternyata jantung pemuda itu berdegup lambat. Sekarang kondisinya tengah kritis dan jika dia membiarkannya maka Chang yi akan mati.
Xiuhuan tidak akan membiarkan itu terjadi, dia kemudian mengubah posisinya dan mulai bermeditasi. Tubuhnya yang sebelumnya babak belur perlahan mulai sembuh, setelah itu dia menaruh salah satu tangannya tepat di mana jantung Chang yi berada. Lalu sesuatu yang mengeluarkan cahaya keluar dari tubuhnya dan berpindah pada tubuh Chang yi. Setelah selesai Xiuhuan kembali membuka matanya dan tersenyum melihat Chang yi yang sekarang sudah membaik.
...****************...
"Kau sudah sadar?" ujar Xiuhuan seraya membuka kedua matanya.
"Xiuhuan?"
"A-Apa ini nyata? mengapa aku masih hidup?"
"Chang yi, tadi malam kau di rasuki mahluk halus, tapi aku berhasil mengeluarkannya dari tubuh mu"
"Mahluk halus?, "Chang yi kembali teringat dengan kejadian semalam saat di mana dia melihat Xiuhuan tiba-tiba mendorongnya ke jurang.
"Ada apa?" tanya Xiuhuan melihatnya yang mendadak terdiam.
"Tadi malam kau mendorong ku ke jurang"
"Jurang?"
__ADS_1
"Tapi sepertinya itu bukan kau"
"Itu adalah mahluk halus, dia menyamar menjadi seperti ku agar kau masuk ke dalam jebakannya"
"Ya, aku tau seharusnya aku tidak ceroboh, "Chang yi yang tadi baik-baik saja mendadak batuk tanpa henti, dia juga terlihat memegang dadanya.
"Kau baik-baik saja?"
"Ya"
Bersamaan dengan itu mendadak Xiuhuan merasakan sebuah aura sihir hitam dari tubuh Chang yi, dia kemudian membuka kerah baju pemuda itu. di sana Xiuhuan melihat sebuah tanda kutukan berbentuk lingkaran warna merah yang melingkar di dadanya.
"Ini?"
Dia lalu mengeluarkan sihirnya untuk menghilangkan kutukan itu, namun ternyata sihir miliknya tidak bisa menghilangkan kutukan itu. Xiuhuan terus berusaha agar kutukan itu menghilang tetapi berapa kali pun dia berusaha hasilnya sama saja, yaitu sia-sia.
"Xiuhuan?" ujar Chang yi tidak mengerti apa yang tengah di lakukannya.
"Chang yi kau terkena kutukan"
"Kutukan?"
"Sepertinya saat mahluk halus itu memasuki tubuh mu, dia juga menempelkan kutukan ini padamu"
"Jika di biarkan kau akan mati, karena setiap hari sedikit demi sedikit mereka mengambil nyawa mu" lanjut Xiuhuan.
Mendengar itu Chang yi tersenyum dan berkata. "Tidak apa-apa biarkan saja, jika aku mati aku mungkin akan bertemu kembali dengan adik ku, selain itu untuk apa aku hidup jika terus seperti ini"
Xiuhuan kemudian memegang salah satu bahunya. "Tapi bukankah kau memiliki sebuah tujuan? Chang yi kau masih belum sampai pada tujuan mu, yaitu berjalan terus ke arah barat"
"Chang yi, jika kau membiarkannya begitu saja mungkin pada suatu saat nanti kau akan menyesalinya"
"Menyesal? apa yang akan aku sesali?"
"Sesuatu yang membuat mu merasa dekat, sesuatu yang dulu pernah kau harapkan"
Kali ini Chang yi tidak membalas perkataannya, dia juga memalingkan wajahnya dari Xiuhuan. Wajahnya tampak lesu namun dia masih bisa tersenyum, dan di dalam hatinya Chang yi berkata. "Sesuatu yang pernah ku harapkan?"
__ADS_1
"Kau tidak akan pernah tau kehidupan mu mungkin akan berubah seiring berjalannya waktu, dan harapan mu mungkin sudah dekat dengan diri mu. Jika kau tiada, bagaimana dengan semua itu?"