TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 24 (MEMASUKI ISTANA)


__ADS_3

"Xiuhuan, jika memang ada orang yang mengendalikannya itu artinya bukan hanya tuan muda Liu Changhai saja yang terkena kutukan itu, tapi orang lain juga dan jumlah mereka ada banyak," Chang yi juga terkejut sepertinya, ia tidak percaya ternyata bukan hanya dirinya seorang yang mendapatkan kutukan seperti itu.


"Tentu saja, tapi siapa orang itu? dan untuk apa dia melakukannya?" balas Xiuhuan.


"Semakin banyak orang yang mengendalikannya maka sihir itu akan sama mengerikannya seperti sihir hitam"


Sesaat Jia li mengalihkan perhatiannya dan lagi-lagi meremas kedua tangannya, perkataan Xiuhuan membuatnya tidak nyaman lantaran orang pengendali sihir hitam itu adalah ayahnya. Ia sebenarnya tidak terlalu menyukai Jiao long, karena ulahnya banyak orang-orang tidak berdosa harus mati sia-sia. Namun Jia li tidak dapat melakukan apa pun karena ia tidak sehebat ayahnya, jika saja Jia li memiliki sebuah kekuatan atau keahlian beladiri dia pasti akan menentang Jiao long serta membalas semua perbuatannya pada orang-orang.


"Menurut kalian bagaimana tempat ini?, "Perlahan matanya mengamati apa yang ada di sekelilingnya, kemudian berhenti melihat Xiuhuan juga Chang yi satu persatu.


Chang yi tampak mengalihkan pandangannya pada sebuah bangunan istana yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya berdiri. "Tempat ini sangatlah nyaman sekaligus membuat ku iri, kota yang tertata rapih serta budaya dan tradisi yang masih melekat aku sangat menyukainya. Tapi semua orang di sini membuat ku sangat iri pada mereka, orang-orang memiliki keluarga lengkap yang sekarang itu tidak pernah aku rasakan lagi"


"Memangnya apa yang terjadi pada keluarga mu?" tanya Jia li.


"Sebuah tragedi membuat ku tidak dapat bertemu dengan mereka"


"Tragedi?" Xiuhuan tidak tahu apa yang terjadi pada keluarga Chang yi, dari wajahnya ia sangat penasaran tragedi apa yang menimpa mereka.


"Guru petapa aku sudah menceritakannya, kau melupakannya? mengapa kau selalu melupakan semua yang aku ceritakan?"


"Be-Benarkah?, "Xiuhuan tidak mengerti apa maksudnya.


Karena takut penyamaran mereka terbongkar, Chang yi kembali tertuju pada Jia li lantaran jika ia terus berbicara dengan Xiuhuan, itu tidak akan berakhir sampai identitas aslinya terungkap di hadapan Jia li.


"Nona Jia li, apakah kami di izinkan memasuki istana? kami ingin tahu bagaimana kondisi tuan muda Liu Changhai sekarang"

__ADS_1


"Tentu saja, tapi jangan mengira aku percaya sepenuhnya pada kalian berdua. Beberapa prajurit akan selalu mengawasi"


"Tenang saja kami tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat seluruh istana gempar, "Chang yi menoleh pada Xiuhuan lalu kembali melihat Jia li.


"Ikuti aku"


Keduanya berjalan mengikuti Jia li dari belakang dan hendak memasuki istana, saat mereka baru saja melangkahi gerbang hawa yang terasa dingin serta menusuk kulit kembali mereka rasakan seperti saat memasukkan kota hantu, akan tetapi kali ini sedikit berbeda karena kekuatan sihirnya lebih besar. Dengan matanya Xiuhuan dapat melihat sekumpulan sihir hitam bertebaran dimana-mana bahkan beberapa arwah yang terlihat menyedihkan.


Jia li mengajak Xiuhuan dan Chang yi memasuki sebuah ruangan yang tidak lain adalah kamar Liu Changhai, di sana keduanya melihat Liu Changhai dengan kondisi yang memprihatinkan. Tubuhnya seperti membatu dan matanya terbuka lebar melihat ke atas. Kali ini Xiuhuan melihat sihir merah memenuhi kamar itu dan sebagian mengelilingi tubuh Liu Changhai yang terbaring lemah.


"Sebelumnya tidak separah ini dia hanya terus batuk dan nafasnya terasa sesak" ujar Jia li seraya memandang Liu Changhai.


Chang yi sedikit berjalan mendekatinya dan memperhatikan tubuh Liu Changhai yang membatu, sungguh menyedihkan anak muda sepertinya harus merasakan semua ini, saat ini mungkin Liu Changhai tengah merasakan sakit yang luar biasa, di lihat dari matanya ia seperti menangis. "Sihir itu ternyata menyiksa orang yang dikutuknya"


"Ijinkan aku mengobatinya" ujar Xiuhan pada Jia li.


Xiuhuan kemudian mendekati pemuda yang sekarang tengah terbaring lemah di atas tempat tidurnya dan bertinggung di sebelahnya, ia lalu membuka kerah baju Liu Changhai untuk melihat tanda kutukan yang melingkar di dadanya, dan setelahnya Xiuhuan mengeluarkan sebuah sihir dari kedua jari kirinya untuk mengobati tubuh Liu Changhai dan membuatnya tidak membatu.


Tidak lama kemudian ia berhenti, Chang yi yang melihat itu lalu bertanya. "Bagaimana? apa yang sebenarnya terjadi padanya"


Setelah berdiri Xiuhuan membalas pertanyaannya. "Kutukan itu hampir menyebar di seluruh tubuhnya, jika saja ia langsung di obati saat setelah kutukan menempel di tubuhnya hal ini tidak akan terjadi, dan itu tidak akan menyebar secepat ini"


"Bolehkah aku menyegel kutukannya?" tanya Xiuhuan sembari melihat Jia li.


"Jika kau melakukan itu apa yang akan terjadi setelahnya?" Jia li berbalik bertanya pada Xiuhuan.

__ADS_1


"Itu akan membuat kutukannya berhenti menyebar ke seluruh tubuhnya, akan tetapi segel yang ku buat tidak akan bertahan lama. Maafkan aku kekuatan ku masih belum pulih sepenuhnya karena sudah lama aku tidak melakukan meditasi"


"Tetapi selama segel itu bertahan aku akan terus mengobatinya, aku juga akan mendampingi tuan muda Liu Changhai untuk mengawasinya dengan melakukan meditasi"


"Begitu ya" Jia li menatap wajah Liu Changhai sedikit lebih lama.


"Nona Jia li guru petapa pasti akan menyembuhkan," Chang yi yang tengah berdiri di sampingnya menyadari ke khawatiran Jia li.


Gadis itu terlihat menoleh melihat Chang yi yang tengah tersenyum menatap ke arahnya. "Tuan muda Liu Changhai pasti akan segera sembuh"


Jia li membalas senyumannya dan kemudian berkata pada Xiuhuan. "Lakukanlah jika kau memang berniat menyembuhkannya"


"Percaya kan padaku, "Xiuhuan kembali mengeluarkan sihirnya dan membuat sebuah segel tepat dimana kutukannya berada, setelah itu ia mulai melakukan meditasi di samping Liu Changhai.


"Ini pasti akan sangat lama dan membutuhkan waktu berhari-hari" batin Chang yi melihat Xiuhuan tengah melakukan meditasi.


Ia terlihat kembali menoleh pada Jia li. "Nona Jia li ini pasti akan sangat lama, aku tidak bisa terus menunggu guru petapa di sini-"


Sebelum ia menyelesaikan perkataannya Jia li menyela. "Aku akan memberi mu sebuah kamar untuk beristirahat dan tinggal di sini sampai Liu Changhai pulih sepenuhnya"


"Baiklah terima kasih, "tanpa Jia li sadari Chang yi tersenyum menyeringai padanya.


Jia li kemudian menyuruh beberapa pelayan yang ada di sana untuk mengantar Chang yi menuju kamarnya. "Antar orang ini ke kamar yang biasa di tempati oleh para tamu kerajaan"


Saat Chang yi dan beberapa pelayan hendak pergi meninggalkan kamar ternyata Chang Yang tengah berdiri di depan pintu masuk dan melihatnya dengan tatapan dingin. Niatnya yang hendak pergi beristirahat terpaksa ia urungkan lantaran Chang yi harus terlebih dahulu mengahadapi-nya dan kembali mendalami perannya sebagai tuan muda.

__ADS_1


"Tuan Chang Yang, "Chang yi tampak membungkuk hormat padanya dan setelah itu memberinya senyuman.


__ADS_2