TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 9 (MENYEBRANGI DANAU)


__ADS_3

"Hah! itu hal gila, danau ini sangat luas dan begitu dalam, dengan mudahnya kau mengajak ku berenang sampai sebrang sana?" ujar Chang yi.


"Tidak ada pilihan lain"


"Aku tidak ingin melakukannya, jika aku melakukan itu maka aku akan mati tenggelam di tengah danau"


Sembari tersenyum Xiuhuan kembali membalas perkataannya. "Chang yi kau tetap akan mati karena tidak dapat membalaskan dendam Qiaofeng pada Jiao long"


Chang yi terdiam dengan perkataan Xiuhuan sambil melihatnya dengan kesal, dan di dalam hatinya dia bergumam. "Aku tertipu oleh senyumannya yang ramah, kenyataan dia lebih licik dari Jiao long"


"Aku tau" Xiuhuan dapat mendengar isi pikirannya, dia lantas membalas perkataan Chang yi sembari tersenyum getir.


"Eh! kau baru saja mendengar ku bergumam?"


Pemuda itu tidak menggubrisnya, dia terlihat mulai berjalan menuju tengah danau yang sangat dalam.


"Xiuhuan jangan lakukan itu, jika kau mati apa yang akan aku lakukan?"


Lagi-lagi Xiuhuan mengabaikannya dan terus berjalan, lutut kakinya mulai tidak terlihat sebentar lagi seluruh tubuhnya akan tenggelam. Namun tiba-tiba muncul seorang lelaki paruh baya yang berteriak pada Xiuhuan menyuruhnya untuk berhenti.


"Hei tuan muda hentikan"


Chang yi yang tengah berdiri di tepi danau sontak terkejut dengan kemunculannya tiba-tiba, dia kemudian memperhatikan penampilannya yang tampak sederhana, dia memiliki sebuah kumis tipis dan sedikit panjang. Lelaki itu lalu menoleh padanya yang diam-diam tengah memperhatikannya, raut wajahnya terlihat bengis saat melihat ke arahnya.


"Ada apa!!"


"Em, tidak ada hehe"


Setelah itu dia kembali melihat Xiuhuan dan menyuruhnya berhenti. "Tuan itu sangat berbahaya kemari lah, "tetapi Xiuhuan tidak mendengarnya dan terus berjalan, kini setengah badannya mulai tidak terlihat.


"Apa kau temannya?"


"Ah i-iya"


"Lantas mengapa kau membiarkannya berjalan ke tengah danau?, "dengan nada tinggi lelaki itu membentak Chang yi, sepertinya dia sangat marah padanya lantaran membiarkan Xiuhuan berjalan ke tengah danau begitu saja.


"Di-Dia sendiri yang ingin berjalan ke sana, aku sudah melarangnya ta-tapi Xiuhuan tetap memaksa pergi"


"Kau bukan temannya, jika kau memang teman pemuda itu, maka sekarang kau tidak akan berada di sini tapi mengejarnya"


"Ah haha aku memang baru bertemu dengannya dan tidak begitu mengenal Xiuhuan, "Chang yi terdengar berbisik sembari mengalihkan perhatiannya pada Xiuhuan yang ternyata dia kembali ke tepi.


"Xiuhuan? mengapa kau kembali?"


"Kau benar, menyebrangi danau seluas ini adalah hal gila"

__ADS_1


"Seharusnya dari awal kau mendengarkan"


Xiuhuan lalu mengalihkan perhatiannya pada pria yang tengah berdiri di dekatnya, ia kemudian bertanya. "Apa anda tau bagaimana cara menyebrangi danau ini?"


"Dahulu di sini ada sebuah sampan untuk menyebranginya" balasnya sembari melihat danau.


"Benarkah? apa kami bisa menggunakannya? kami harus menyebrangi danau ini"


"Tidak"


"Mengapa?" sahut Chang yi.


Lelaki itu menoleh pada mereka. "Karena aku telah menghancurkannya"


"Apa?" mendengar itu keduanya sontak terkejut dengan apa yang telah di lakukannya.


"Paman, mengapa kau menghancurkannya? mungkin saja ada orang seperti kami akan membutuhkan sampan itu" ujar Chang yi.


"Sampan itu milik ku dan aku bisa menghancurkannya semau ku"


"Lagi pula untuk apa kalian pergi ke sana? tempat itu sangat berbahaya, sebrang danau itu adalah titik awal dari daerah kekuasaan raja jiao long. Dia adalah seorang pengguna sihir hitam dan raja yang kejam"


"Tapi kami harus pergi ke sana" balas Xiuhuan.


"Tidak, ada sesuatu yang harus kami selesaikan," dengan tersenyum Xiuhuan kembali membalasnya.


Lelaki itu lagi-lagi kembali terdiam dan kali ini dia memperhatikan keduanya seperti orang yang tengah mengamati. Tidak lama ia berjalan mendekati sebuah pohon yang telah tumbang dan menyeretnya ke tepi danau.


"Apa yang dia lakukan?" tanya Chang yi seraya berbisik pada Xiuhuan.


Lelaki itu kemudian tampak mengeluarkan sebuah pedang miliknya yang kemudian dia gunakan untuk memotong dua buah bambu panjang yang tumbuh di sebelah pohon tumbang tadi, ia juga membersihkan beberapa daun yang menempel pada bambu. Setelah selesai dia memberikan kedua bambu itu pada Chang yi juga Xiuhuan.


"Kalian bisa menggunakannya sebagai rakit untuk menyebrangi danau ini, dan gunakan juga kedua bambu itu untuk mengayuhnya"


Xiuhuan dan Chang yi terlihat senang, keduanya kemudian berterima kasih seraya membungkuk padanya karena telah membantu mereka. "Tuan, terima kasih"


"Berhati-hatilah jangan sampai kalian mati di tangannya, cepat selesaikan urusan kalian karena kalian tidak layak mati sia-sia olehnya. Jika umur ku panjang, aku akan senantiasa menunggu kalian dan membantu kalian menyebrangi danau ini dengan menggunakan sampan, "Lelaki paruh baya itu terlihat membalas senyuman keduanya.


Chang yi dan Xiuhuan lalu menaiki rakit itu dan mulai mengayuhnya, sebelum mereka menjauh Chang yi sempat berseru pada orang itu sembari melambaikan salah satu tangannya. "Paman semoga kau panjang umur"


Xiuhuan yang berdiri di hadapannya tampak tersenyum sembari mengayuh rakit menggunakan bambu, dan lelaki yang masih berada di tepi danau terlihat membalas lambaian tangan Chang yi sebagai tanda perpisahan. Di dalam hatinya ia bergumam ...


"Mereka sangat berani"


...****************...

__ADS_1


Hari mulai sore dan keduanya terlihat masih berdiri di atas rakit sembari mendayung, Chang yi yang merasa letih kemudian duduk untuk beristirahat. Dia lalu mengambil sedikit air dari danau menggunakan kedua tangannya lalu meminumnya untuk menghilangkan rasa hausnya. Lain halnya dengan Xiuhuan yang ada di hadapannya, dia masih berdiri dan mengayuh rakit meski keringat membasahi keningnya. Chang yi yang melihatnya lantas menyuruh Xiuhuan untuk berhenti.


"Xiuhuan, apa kau tidak merasa lelah? hentikan dan istirahatlah sebentar"


Xiuhuan kemudian membalasnya. "Aku tidak akan berhenti sampai kita tiba di sebrang sana"


"Tapi itu masih sangat jauh, kita mungkin akan tiba di sana malam atau esok hari"


Kali ini Xiuhuan tidak tampak dan tetap mendayung, dia juga tidak mengalihkan pandangannya dari depan sedikit pun. Melihatnya yang tengah bekerja keras membuat Chang yi yang sedang duduk di belakangnya merasa terpukau.


"Kau membuat ku iri, ini bukan pertama kalinya aku melihat kau berusaha seperti ini. Saat kita berada di dimensi lain, tepatnya ketika aku berada di bawah kendali Qiaofeng dan menyerang mu, meski seluruh tubuh dan wajah terluka, tanpa henti kau berusaha mengeluarkannya dari tubuh ku"


"Xiuhuan, mengapa kau melakukannya? sedangkan aku adalah orang asing, kenapa lebih memilih membahayakan nyawa mu dan bukan pergi menyelamatkan diri?" lanjutnya.


Seraya sedikit menoleh ke belakang Xiuhuan membalas pertanyaannya. "Karena kita memiliki tujuan yang sama, saat berada di desa kau mengajak ku berjalan bersama menuju arah barat. Oleh karena itu aku tidak membiarkan mu mati dan pergi begitu saja, karena bagiku itu adalah sebuah perjanjian yang harus di tepati"


"Perjanjian? itu bukan perjanjian, aku hanya mengajak mu berjalan bersama dan tidak membuat sebuah perjanjian, "Chang yi menatapnya dengan heran sekaligus terkejut, dia tidak menyangka ternyata Xiuhuan menganggap ajakannya waktu itu adalah perjanjian di antara keduanya. Beberapa saat kemudian Xiuhuan yang dari tadi mengayuh mendadak berhenti dan berbalik melihatnya.


"Sepertinya kau tidak mengingatnya dengan baik, aku masih ingat perkataan mu dengan jelas, kau mengajak ku berjalan bersama sampai menemukan tujuan kita"


____________________


"Bagaimana jika kita berjalan bersama? sampai menemukan tujuan kita masing-masing"


____________________


Perkataan Xiuhuan membuat Chang yi kembali mengingat kejadian saat mereka berada di desa, setelah mengubur jasad adiknya, mereka berdua saling memperkenalkan diri dan setelah itu dia mengajaknya berjalan bersama sampai menemukan tujuan mereka.


"Kau mempercayai ku?" tanya pemuda itu.


"Aku percaya"


Mendengar perkataannya itu membuat hatinya tersentuh, Chang yi tersenyum pada Xiuhuan dan berkata. "Xiuhuan, ternyata kau tidak sama seperti mereka yang selalu memandang kami rendah. Kau membuat ku terkejut dengan sikap mu yang tidak kasar seperti mereka, terima kasih"


"Kau adalah orang pertama yang menerima kehadiran kami"


"Jangan berterima kasih, kau dan Changpu memang layak mendapatkannya"


Malam pun tiba dengan di temani ribuan bintang yang gemerlap di langit, malam itu sama seperti sebelumnya hanya ada keheningan menemani mereka bersamaan dengan hawa dingin yang menyelimuti tubuh. Terlihat juga pantulan bulan yang bersinar terang dari danau tempat mereka berada, sesekali mereka merasakan angin sepoi-sepoi yang terasa dingin menghampiri. Chang yi tampak tengah duduk seraya melihat ke atas langit, sedangkan Xiuhuan seperti biasa melakukan meditasinya.


Di sana keduanya menumpahkan rasa lelah dan letih setelah menghadapi para jiwa dengan dendam besar. Malam yang menenangkan memberi mereka energi cukup untuk melanjutkan perjalanan esok hari.


Namun entah mengapa Chang yi mendadak mengalihkan perhatiannya pada Xiuhuan dan mengatakan hal yang membuatnya menghentikan meditasinya. "Xiuhuan aku belum tau dari mana kau berasal, dan bagaimana bisa kau menyembuhkan tubuh ku yang terluka dengan begitu cepat? selain itu mengapa kau selalu bermeditasi?"


"Apa kau seorang roh?"

__ADS_1


__ADS_2