
Pagi itu terasa sangat hangat dengan mentari di langit yang cerah, jika melihat ke atas maka akan terlihat burung dengan kelompoknya tengah terbang melintasi keduanya yang berada di bawahnya. Dan bukan hanya itu, suara riuh dari daun bambu yang berjejer tidak jauh dari tempat mereka berdiri, tidak berhenti bersuara lantaran angin meniup seluruh daunnya, yang dimana suara itu akan selalu di rindukan oleh orang-orang yang mengawali hidupnya dari dalam hutan.
"Xiuhuan, hari itu pasti akan segera datang, "dengan senyuman yang terukir di wajahnya Chang yi sangat jelas menunjukkannya pada Xiuhuan, ia kemudian terlihat mengalihkan pandangannya pada ikan-ikan besar yang berada di dalam kolam.
"Banyak yang mengatakan mereka membawa keberuntungan, bagaimana menurut mu?"
"Ya itu benar, karena sekarang aku sudah mendapatkannya, "balas Xiuhuan juga tersenyum seraya memandangi kolam.
"Keberuntungan apa yang kau dapatkan?"
"Kau tidak perlu mengetahuinya"
Xiuhuan sepertinya tidak ingin memberitahu keberuntungan apa yang dia dapat padanya, kemudian Chang yi terlihat berjalan melewatinya dengan kedua lengannya yang dia taruh di belakang punggung. Namun mendadak ia berhenti dan setelah itu berkata.
"Aku sangatlah beruntung karena bertemu dengan seorang petapa yang tidak terlalu banyak bicara, dan dia sudah beberapa kali menolong ku ... suatu saat nanti aku pasti akan membalas semua jasanya"
Setelah itu dia kembali berjalan namun baru beberapa saat kakinya melangkah, dari belakangnya terdengar Xiuhuan mengatakan sesuatu yang membuatnya kembali menghentikan langkahnya.
"Senang bertemu dengan mu"
Ia pun berbalik lalu membungkukkan sedikit badannya tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya.
Dan dari kejauhan ternyata Yuxuan tengah memperhatikan keduanya dengan wujud wanita tua, dia berdiri di sebelah pilar kayu dengan raut wajah senang sekaligus lega melihat kondisi keduanya yang kembali seperti semula. wujudnya lalu berubah menjadi seorang pemuda tampan yang tengah melipat kedua lengan di depan dadanya, dan setelah itu ia bersandar pada pilar kayu yang berdiri di sebelahnya.
"Kembali seperti sebelumnya"
Suaranya terdengar halus juga lembut, wanita mana pun yang mendengarnya akan menyimpan hati untuknya, apa lagi saat melihat ketampanannya.
Bersamaan dengan itu angin berhembus dengan udara hangatnya, suara riuh dari daun-daun bambu pun kembali terdengar serta sinar mentari yang menyoroti ke tiganya.
...****************...
Waktu berlalu menjadi siang, Chang yi juga Xiuhuan kini tampak berada di dalam sebuah ruangan dan keduanya seperti sedang membicarakan sesuatu.
"Jadi setelah aku tertusuk mereka membawa mu pergi jauh dari gubuk dan menyiksa mu di sana?"
"Ya mereka memukul ku menggunakan kayu dan rotan, tapi aku sudah terbiasa dengan semua itu jadi bukanlah sesuatu yang baru bagi ku"
"Semenjak aku dan adik ku hidup sebatang kara, semua itu mulai terjadi pada kami ... bahkan saat kami tidak melakukan kesalahan apa pun" balas Chang yi dengan tatapan sendu.
Xiuhuan yang tengah duduk di hadapannya terlihat menundukkan kepalanya, ia juga meremas kedua jarinya dengan sangat kuat. "Maaf karena kau harus kembali merasakan rasa sakitnya"
Sepanjang ceritanya ternyata Chang yi terus memandangi kedua tangan Xiuhuan yang dari awal cerita ia mengepalnya dengan kuat. Meski raut wajah Xiuhuan tidak menunjukkan amarah, tapi Chang yi tau betul pemuda itu sangat marah.
"Semua itu sudah berlalu dan telah menjadi sebuah cerita, aku tidak ingin terus membahasnya dan akan melupakannya. Sekarang tujuan ku adalah membuat hidup ku menjadi lebih layak dan mendapatkan semua yang orang lain rasakan, setelah semuanya usai aku akan kembali memulai hidup ku dengan damai"
__ADS_1
"Begitu juga dengan perjanjian kita, jika kita berhasil membalaskan dendam Qiaofeng, aku tidak akan berjalan lagi di sebelah mu"
Perlahan Xiuhuan mulai mengangkat kepalanya dan melihat Chang yi, ia juga sudah tidak menggenggam erat kedua tangannya. "Hanya sebentar?"
Sesaat semuanya menjadi hening tanpa suara sedikit pun, hingga beberapa saat kemudian Chang yi mulai memecahkan keheningan itu. "Iya"
Mendengar itu sesaat membuat Xiuhuan terdiam namun tidak lama ia kembali tersenyum seperti yang selalu ditunjukannya. "Tanpa ku sadari ternyata waktu cepat berlalu"
"Berapa lama lagi kita akan tiba di sana?"
"Jika tidak ada halangan seperti semua kejadian yang beberapa waktu lalu kita alami, kita mungkin memerlukan waktu tiga bulan untuk tiba di sana"
Saat mereka tengah berbicara tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu. Chang yi kemudian berdiri dan membuka pintu, ternyata orang yang baru saja mengetuknya adalah wanita tua penolong mereka.
"Ah ternyata kau?"
"Ya memang siapa lagi? hanya ada kita bertiga di sini" balas wanita tua dengan sedikit tertawa.
Di kedua tangannya dia tampak membawa mangkuk makanan serta minuman, yang kemudian ia menaruhnya di atas sebuah meja kecil yang ada di sana.
"Makanlah ini untuk kalian berdua"
Sembari tersenyum Chang yi berkata. "Terima kasih, seharusnya kau tidak perlu membawanya untuk kami, aku dan Xiuhuan terlalu banyak merepotkan mu"
"Tidak, kalian tidak pernah merepotkan ku, justru aku sangat senang karena kalian berada di sini"
Tidak lama setelah menaruh makanan di meja dia terlihat hendak keluar namun Xiuhuan menghentikannya, dia menoleh padanya yang baru saja berjalan di depan pintu.
"Tunggu"
Wanita itu kemudian berbalik dan melihatnya seraya tersenyum. "Ada apa? kau memerlukan sesuatu?"
"Kita sepertinya pernah bertemu, aku merasa tidak asing dengan wajah mu" balas Xiuhuan.
"Kita memang pernah bertemu, apa kau tidak mengingatnya? saat itu di kota kau bertemu dengan ku yang sedang bercerita pada anak-anak kecil di sana"
___________________
"Berhati-hatilah nak, ketika kau mengunjungi sebuah tempat asing jaga dirimu baik-baik. Karena tidak semua manusia itu memiliki hati yang baik"
___________________
Xiuhuan kembali mengingat saat pertama kali dia bertemu dengannya, saat itu dia mengatakan padanya untuk berhati-hati.
"Sepertinya kau tidak mengingat perkataan ku, aku sudah mengatakan padamu untuk berhati-hati tapi kau lupa atau memang tidak mendengarkan ku"
__ADS_1
"Aku selalu mengingat semua perkataan orang lain yang menurut ku penting, tapi untuk kali ini aku melupakannya. Aku tidak menyangka para bandit itu memiliki dendam pada ku, ku kira tempat itu aman dari kejahatan namun nyatanya tidak"
"Nak, meskipun terlihat tenang dan tidak ada siapa pun kau jangan mengira tempat itu benar-benar kosong, karena orang-orang seperti mereka memiliki keahlian untuk bersembunyi"
"Aku pernah mengatakannya padamu untuk berhati-hati saat mengunjungi tempat asing, dan tempat itu sepertinya belum pernah kau kunjungi seharusnya kau berhati-hati karena kejahatan itu ada dimana-mana bahkan di tempat kosong sekali pun, namun dengan dua jenis berbeda yaitu ada yang terlihat juga ada yang tidak"
"Entah mengapa perkataan mu mengingatkan ku pada seseorang"
"Benarkah? mungkin hanya kebetulan, kalian makanlah aku akan pergi"
"Oh ya apa kalian tetap akan pergi menemui Jiao long?"
"Ya kami tetap akan pergi karena kami memegang sebuah janji, setelah Xiuhuan benar-benar pulih kami akan kembali berjalan"
"Oh baiklah jika itu memang keputusan kalian, sekarang makanlah karena kalian tidak bisa melawannya tanpa tenaga"
"Terima kasih"
Tiga hari kemudian Chang yi juga Xiuhuan terlihat akan pergi, pagi itu keduanya tampak sudah lebih membaik terutama Xiuhuan kini dia jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Terima kasih kami akan selalu mengingat kebaikan mu, "tampak keduanya membungkuk pada wanita tua yang tengah berdiri di hadapan mereka.
"Sama-sama, "orang itu lalu melihat Xiuhuan "kali ini kau harus mengingatnya, jangan sampai melupakannya"
Sembari mengangguk Xiuhuan membalasnya "ya aku akan mengingatnya dan tidak akan membiarkannya menghilang dari fikiran ku"
"Aku percaya padamu"
Wanita tua baik itu juga memberi mereka banyak bekal untuk perjalanan nanti, semua makanan yang dia berikan tampak di selimuti kain berwarna hitam.
"Kami akan pergi sekarang, nenek suatu saat nanti kita pasti akan bertemu kembali" ujar Chang yi.
"Tentu saja itu pasti akan terjadi"
Sekali lagi keduanya membungkuk padanya, setelah itu Chang yi bersama Xiuhuan mulai berjalan pergi meninggalkannya.
...****************...
Singkat cerita tiga bulan pun berlalu keduanya kini sudah tiba di tempat tujuan yang dari dulu mereka nantikan, yaitu kerajaan Jiao long. Dan tugas kedua mereka saat ini adalah harus mencari cara bagaimana bertemu dengan sang pemimpin yang di kenal kejam itu.
Xiuhuan bersama dengan Chang yi kini terlihat sedang berdiri di depan gerbang kota yang di ujungnya adalah gerbang masuk untuk ke istana.
"Kita sudah tiba, dan orang yang kita cari berada di sana, "ujar Chang yi seraya menunjuk istana jauh berada di hadapan mereka.
Xiuhuan tampak mengalihkan perhatiannya pada tempat itu, dia juga mulai terlihat serius, dengan suara tugas dia berkata. "Mari kita temui dia"
__ADS_1
Mereka kemudian berjalan memasuki gerbang, tentu saja bersama dengan keberanian dan tekad yang sudah sejak lama mereka simpan. Sekarang bahaya lebih besar yang harus mereka lawan dan sedikit pun tidak ada rasa takut dalam diri mereka.