TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 23 (MENYAMAR)


__ADS_3

"Xiuhuan kita bisa memanfaatkannya untuk memasuki istana, kemarilah aku punya rencana"


Chang yi tampak berbisik padanya setelah itu keduanya saling bertukar pandang di ikuti dengan bibir mereka yang sama-sama tersenyum. Xiuhuan sepertinya menyetujui rencana Chang yi, tiba-tiba keduanya tertawa hingga membuat pedagang yang sebelumnya berbicara dengan mereka merasa heran.


"Kedua pemuda ini sudah tidak waras" ujar pedagang seraya menatap keduanya, namun tidak lama ia kembali fokus pada dagangannya.


"Aku menyukainya kau sangat pintar, "Xiuhuan merangkul bahu Chang yi kemudian mereka berjalan meninggalkan tempat itu dengan raut wajah senang.


...****************...


Dari balik jendela penginapan yang terbuka terlihat Chang yi bersama dengan Xiuhuan. "Bagaimana penampilan ku?, "Xiuhuan baru saja muncul dari balik pintu dengan penampilan yang berbeda.


Rambutnya sekarang berwarna putih seperti aslinya dan terurai, namun anehnya Xiuhuan memiliki kumis putih yang cukup panjang. Tubuhnya juga di balut kain berwarna coklat, di tangannya ia membawa seruling yang selalu di mainkannya. Temannya Chang yi yang juga ada di sana tidak berhenti memperhatikan seluruh penampilan barunya itu, ia begitu kagum melihat Xiuhuan.


"Xiuhuan, aku hampir tidak mengenal mu"


"Aku juga hampir tidak mengenali mu, "bukan hanya Xiuhuan, Chang yi juga mengubah penampilannya. Sekarang dia seperti seorang tuan muda yang terlahir dari keluarga yang sangat kaya.


"Dengan begini tidak akan ada yang mengenali kita sampai tugas kita selesai, meski pun terbongkar orang-orang hanya akan mengenali seorang pertapa tua dan muridnya yang baru saja lari dari istana karena telah berani membunuh raja mereka"lanjutnya.


Xiuhuan dan Chang yi berencana memasuki istana dengan menyamar, jika suatu hari nanti mereka berhasil membunuh Jiao long dan pergi meninggalkan istana, mereka tidak perlu khawatir jika anak buah Jiao long memburu keduanya, karena identitas asli mereka tidak ada yang tahu.


"Ku harap ini akan berhasil"


"Chang yi aku percaya rencana mu akan berjalan dengan baik"


Pemuda itu sangat senang mendengar apa yang baru saja di katakan Xiuhuan, ia lalu berjalan mendekati jendela dan melihat salju yang kembali turun. "Apakah semuanya akan berakhir sebelum salju terakhir turun?"


Xiuhuan kemudiaan membalasnya. "Kita memiliki tujuan yang sama, semuanya akan berakhir sebelum


itu terjadi. Tapi mungkin juga tidak, itu jika kau dan aku memiliki tujuan yang berbeda"


Senyuman yang sebelumnya terukir di wajahnya pudar begitu saja setelah mendengar perkataan Xiuhan, "memangnya jika tujuan kita berbeda apa yang akan terjadi?"


"Dahulu saudara ku pernah bercerita padaku kisah dua orang teman dekat yang berkahir menyedihkan karena salah seorang dari mereka berkhianat"


"Aku tidak bisa menceritakan seluruh kisahnya karena itu sangat panjang, tapi aku akan memberitahu mu apa yang ku pelajari dari mereka. Orang asing yang selalu membantu kita dalam keadaan senang atau pun duka, itu bukanlah seorang teman meski pun kau dekat dengannya"

__ADS_1


Mendengar itu membuatnya terkejut lantaran Chang yi juga mengetahui siapa dua orang teman yang Xiuhuan maksud, ia lalu berbalik dan melihatnya. "Xiuhuan itu tidak akan terjadi pada ku"


"Tentu saja"


"Tapi hal lain mungkin bisa terjadi"


Untuk sesaat Xiuhuan terdiam dan terlihat seperti orang yang tengah di selimuti rasa bingung, namun tidak lama ia kembali berbicara. "Begitu ya ... Chang yi jika itu terjadi aku akan tetap menjadi teman mu meski pun kau menolaknya. Aku akan mencari tahu apa alasannya kau melakukan hal yang entah apa itu"


Chang yi hanya mengangguk, lalu kemudian ia berjalan pergi meninggalkan penginapan dengan di ikuti Xiuhuan yang berjalan di belakangnya. Saat tiba di luar langkah mereka mengarah menuju istana.


"Xiuhan kau harus berbicara seperti seorang kakek tua"


"Itu keahlian ku"


Beberapa menit kemudian mereka tiba di depan gerbang, di sana banyak prajurit yang berjaga sembari membawa pedang, karena kejadian tadi malam sekarang penjagaan istana lebih ketat.


"Sekarang pergilah temui salah seorang dari mereka, dan katakan apa tujuan kita kemari" ujar Chang yi.


Xiuhuan tampak berjalan mendekati salah seorang prajurit yang berada dekat dengan gerbang sedangkan Chang yi menunggunya dari jauh seraya diam-diam melihat dalam istana yang pada saat itu gerbang masuk terbuka. "Semoga aku panjang umur, melihat apa yang ada di hadapan ku saat ini membuat ku tiba-tiba merinding"


"Chang yi?" Xiuhuan terdengar memanggilnya dan menyuruhnya untuk mendekat, Chang yi kemudian berjalan dengan elegan menyerupai seorang tuan muda menghampiri Xiuhuan.


"Tidak ada aku hanya ingin memperkenalkan mu pada prajurit ini, "diam-diam Xiuhuan mengedipkan matanya pada Chang yi untuk memberi tahunya agar ia berperilaku seperti tuan muda lainnya.


"Oh, maaf sepertinya saya lancang. Perkenalkan saya Chang yi murid petapa Xiuhuan"


Prajurit itu terlihat memperhatikan penampilannya, ia merasa orang yang baru saja memperkenalkan dirinya itu pernah bertemu dengannya. "Sepertinya aku tidak asing dengan mu"


"Be-Benarkah?"


"Sial orang ini prajurit kemarin. Sepertinya dia mengenal ku" batin Chang yi.


"Ah haha benarkah? tapi aku baru bertemu dengan mu"


"Entahlah aku merasa seperti pernah bertemu dengan mu"


Xiuhuan tiba-tiba tertawa seraya mengusap kumisnya. "Lucu sekali, anak muda mungkin itu hanya perasaan mu saja. Aku dan murid ku baru saja tiba di sini, lalu kami kemari setelah mendengar kabar dari orang-orang mengenai tuan muda Liu Changhai"

__ADS_1


"... Bagaimana? apa kami di perbolehkan masuk?" lanjutnya.


"Aku akan bertanya pada tuan Chang Yang, kembalilah besok pagi kalian akan mendapatkan jawabannya"


"Besok? tapi kami tidak bisa menunggu selama itu" sahut Chang yi.


"Aku tidak bisa mengijinkan kalian masuk, itu sudah peraturannya"


"Apa tidak bisa sekarang?" tanya Xiuhuan.


"Tidak, tuan Chang Yang sedang sibuk"


Dengan terpaksa juga kecewa Xiuhuan dan Chang yi harus kembali besok, akan tetapi baru saja mereka melangkah dari arah gerbang seseorang berteriak menyuruh keduanya untuk berhenti. "Tunggu"


Mendengar suara itu keduanya lantas menoleh melihat orang yang baru saja berteriak, "Nona Jia li?" orang itu ternyata Jia li, ia terlihat mendekati keduanya seraya menatap mata mereka.


Setelah berada dekat dengan mereka sesaat Jia li melihat prajurit tadi dan menyuruhnya untuk pergi. "Pergilah"


Ia kemudian mengalihkan perhatian pada Chang yi dan Xiuhuan. "Apa kalian benar bisa menyembuhkan Liu Changhai?"


"Tentu saja, semua penyakit atau pun luka kami bisa menyembuhkannya" balas Xiuhuan.


Jia li tiba-tiba menundukkan kepalanya ia juga tampak meremas kedua tangannya, Chang yi yang berdiri di hadapannya ternyata melihatnya. Dalam hatinya ia merasa gadis itu sedang ada masalah.


"Bagaimana kondisi tuan muda Liu Changhai


sekarang?" tanyanya.


"Dia tidak baik-baik saja keadaannya memburuk, orang itu memasang kutukan di tubuhnya"


"Kutukan? apa berbentuk lingkaran dan berwarna hitam?, "Xiuhuan terlihat mengerutkan keningnya.


"Iya, bagaimana kau mengetahuinya?"


"Kutukan seperti itu di buat oleh arwah yang di selimuti dendam besar, sebelumnya aku pernah melihat seperti apa sihir itu. Dan aku baru tahu ternyata manusia bisa mengendalikannya"


"Xiuhuan, jika memang ada orang yang mengendalikannya itu artinya bukan hanya tuan muda Liu Changhai saja yang terkena kutukan itu, tapi orang lain juga dan jumlah mereka ada banyak," Chang yi juga terkejut sepertinya, ia tidak percaya ternyata bukan hanya dirinya seorang yang mendapatkan kutukan seperti itu.

__ADS_1


"Tentu saja, tapi siapa orang itu? dan untuk apa dia melakukannya?"


__ADS_2