TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 15 (LANGKAH KEDUA)


__ADS_3

Chang yi bersama dengan Xiuhuan sama-sama melangkahkan kaki mereka menuju gerbang, saat berada di dalam keduanya di suguhkan dengan suasana kota seperti pada umumnya, di sana ada banyak orang berlalu-lalang, saling berinteraksi satu sama lain dan terdengar juga para pedagang yang tengah mempromosikan dagangan mereka. Tampak juga sebuah hiasan lentera dengan berbagai bentuk tergantung di setiap sudut kota yang membuat kota itu semakin meriah.


Sejenak keduanya merasa heran dengan apa yang sedang mereka lihat, semua desas-desus tentang kerajaan raja Jiao long yang di kenal sebagai tempat yang sangat kelam juga tidak ada kehidupan di sana, nyatanya sangat jauh berbeda dengan apa yang ada di depan mereka saat ini. Yang mereka lihat sama sekali tidak ada kesengsaraan di tunjukkan dari raut wajah orang-orang, justru mereka semua terlihat sangat bahagia dan terus menunjukkan senyuman di wajah mereka.


"Apa ini halusinasi?" bisik Chang yi seraya memperhatikan sekitarnya.


Dia kemudian menoleh pada Xiuhuan dan kembali berkata. "Xiuhuan, kau melihat apa yang ku lihat bukan?"


"Kota yang ramai dan di penuhi dengan kesenangan orang-orang" balas Xiuhuan yang juga menoleh padanya.


"Ya benar, itu artinya semua ini bukan halusinasi melainkan kenyataan"


Di tengah kebingungan mereka tiba-tiba jauh dari depan terdengar suara langkah kaki kuda yang tidak lama terlihat iring-iringan keluarga kerajaan, terlihat juga beberapa prajurit sedang membawa sebuah tandu yang dimana ada seorang gadis muda sangat cantik dengan pakaian bagusnya tengah duduk di sana, dia mengenakan pakaian berwarna kuning serta selendang hijau yang terdapat sebuah corak bunga warna emas, juga hiasan kepala di rambutnya yang terurai tampak seperti terbuat dari emas.


Di sana gadis itu sepertinya tidak sendirian, di sebelahnya tampak seorang lelaki muda sedang melambai-lambaikan tangannya pada semua orang sama sepertinya, dia berpakaian biru dengan pedang di tangan kanannya juga sebuah hiasan kepala dari perak dengan rambutnya yang terikat, kebahagiaan terlihat jelas dari wajah mereka yang tidak berhenti tersenyum pada semua orang.


Keduanya di jaga oleh sekelompok prajurit yang membawa sebuah pedang di masing-masing tangan mereka, serta beberapa ada yang menaiki seekor kuda. Kedatangan mereka lantas di sambut hangat oleh semua orang di sana, orang-orang berkumpul hingga membentuk sebuah jalan dan membiarkan rombongan kerajaan itu melintas di hadapan mereka.


Terdengar juga sorakan bahagia dan pujian yang mereka lontarkan untuk keduanya.


"Ah haha aku semakin tidak mengerti" ujar Chang yi.


"Mereka adalah pasangan serasi, semoga mereka selalu di dampingi oleh kebahagiaan"


"Ku dengar nona Jia Li dan tuan muda Liu Changhai baru saja melaksanakan pertunangan"


"Mereka terlihat sangat sempurna sama sekali tidak ada kekurangan dalam diri mereka"


"Nona Jia Li?" Chang yi tampak melihat ke arah gadis itu dan melihat wajahnya. "Bukankah dia masih sangat muda?"


"Kau mengenalnya?" tanya Xiuhuan yang dari tadi memperhatikannya.


"Ah ya, dia adalah putri Jiao long"


Mengetahui itu Xiuhuan kembali melihat rombongan kerajaan dan kedua pasangan yang sekarang tengah melintas di depannya, entah apa yang tiba-tiba muncul di dalam pikirannya tampak Xiuhuan tersenyum sembari menatap gadis itu. Chang yi yang menyadarinya lalu menepuk salah satu bahunya seraya berkata. "Hei jangan mengatakan kau menyukainya?"


"Tentu saja tidak"


"Lalu mengapa kau tersenyum seperti itu dan terus melihatnya?"


Xiuhuan lalu menoleh padanya dengan tersenyum menyeringai. "Apa itu salah?"


"Emm ti-tidak aku hanya ingin memperingati mu, berasal dari mana dia dan apa hubungannya dengan Jiao long"

__ADS_1


"Apa dia kehilangan akal? Xiuhuan menyukai anak Jiao long yang tidak lain ayahnya adalah orang yang akan kami bunuh, selain itu nona Jia Li baru saja bertunangan" batin Chang yi seraya melihat Xiuhuan dengan aneh.


Xiuhuan yang mendengar isi pikirannya terlihat tidak mempedulikannya dan kembali mengalihkan perhatiannya pada rombongan itu masih dengan senyuman yang sama, begitu juga dengan Chang yi perlahan mengalihkan pandangannya dari Xiuhuan lalu melihat Jia Li.


"Bukankah nona Jia Li tidak ingin menikah di usia muda? lantas mengapa sekarang aku mendengar kabar dia baru saja bertunangan? sepertinya ada sesuatu yang terjadi"


...----------------...


"Hahh sekarang kita harus memikirkan sebuah cara agar bisa masuk ke dalam istana dan bertemu dengan Jiao long" ujar Chang yi yang tengah berjalan bersama Xiuhuan.


Keduanya sengaja pergi dari kerumunan orang-orang yang sedang melaksanakan perayaan, karena bagi mereka itu bukanlah hal yang menyenangkan apa bila harus berbahagia dengan musuh meskipun Jia Li tidak ada sangkut pautnya dengan semua yang telah di lakukan Jiao long, tapi tetap saja dia adalah anak seorang penjahat yang telah banyak membunuh manusia tidak berdosa.


"Kita pikirkan itu nanti"


"Xiuhuan kita tidak bisa menundanya, apa kau lupa aku adalah jaminannya?"


"Sekarang aku meragukan perkataan mu, kau terus mengatakan bahwa aku tidak akan mati oleh Qiaofeng, tapi sepertinya aku semakin dekat dengan kematian karena sekarang kau menunda niat kita untuk menghabisinya"


Xiuhuan menghentikan langkah kakinya lalu melihatnya "Chang yi kau harus percaya pada ku, Qiaofeng tidak akan membuat mu mati"


"Benarkah? Xiuhuan, dia tidak memberikan kutukannya padamu jadi kau tidak pernah merasakan apa yang kadang aku rasakan"


"Aku selalu merasakannya, bagaimana rasanya jantung mu sakit di waktu yang tidak menentu, juga sulitnya untuk bernafas, aku sama seperti mu"


"Beberapa orang memiliki masalah dengan tubuhnya" balas Xiuhuan yang setelah itu kembali berjalan.


Namun Chang yi tetap diam sembari melihatnya dari belakang, di dalam pikirannya terlintas ucapan wanita tua yang saat itu mengatakan sesuatu padanya tentang Xiuhuan.


____________________


"Kadang kala kau melihatnya tengah melakukan meditasi, apa kau tau untuk apa dia melakukan itu?"


"Tentu saja karena dia seorang petapa"


"Bukan, melainkan ada sesuatu yang selalu membuatnya harus merasakan rasa sakit, oleh karena itu dia selalu melakukannya agar apa yang ada di dalam tubuhnya menjadi lebih sempurna, dan sepertinya itu juga ada di dalam tubuh mu, karena sebagian dia memberikannya padamu untuk sebuah alasan"


____________________


"Jadi apa yang dikatakannya benar" bisik Chang yi lalu berlari menghampiri Xiuhuan.


"Xiuhuan, "ia juga berteriak memanggilnya dan berjalan di sebelahnya.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan?"

__ADS_1


"Ada sesuatu yang harus kita lakukan dan itu lebih penting dari Jiao long"


"Benarkah? apa itu?"


...****************...


Keduanya kini terlihat tengah duduk dan hendak menyantap beberapa makanan yang tersusun di atas meja kecil, Chang yi dan Xiuhuan sekarang sedang berada di sebuah penginapan yang kebetulan pemiliknya menyediakan sebuah tempat makan untuk para tamu yang menginap di sana.


"Menurut mu ini lebih penting dari pada membunuh orang itu dan membiarkan para arwah yang di penuhi dendam mengambil nyawa ku!!"


"Chang yi kita belum makan siang" balas Xiuhuan seraya mengunyah makanan yang penuh di dalam mulutnya.


"Xiuhuan kau! ... "


"Chang yi, apa kau lupa yang di katakan wanita tua itu?"


Dengan tatapan kesal Chang yi bertanya padanya. "Memangnya apa? aku tidak mengingatnya"


"Kita tidak bisa melawan Jiao long tanpa tenaga, jadi kita harus mengisi perut kita dengan makanan"


"Kau juga sepertinya lupa, semua bekal yang dia berikan untuk kita, kau orang yang paling banyak memakannya"


"Dan sekarang semua daging yang ada di atas meja ini, kau juga yang akan menghabiskannya"


"Kalau begitu cepatlah makan jika kau tidak ingin aku memakan semuanya"


"Hahh baiklah, "Chang yi tampak mengambil sumpit dan mulai makan.


Waktu berjalan sangat cepat dan sekarang malam telah tiba, Xiuhuan yang berada di kamarnya terlihat sedang berdiri di depan jendela seraya melihat ke luar, di malam hari tempat itu tampak menakjubkan lantaran lentera yang terpasang di sana tidak berhenti menyala dan mengeluarkan sebuah cahaya yang membuat seisi kota menjadi terang. Bukan hanya itu meski langit sudah gelap namun orang-orang masih berada di luar dan menikmati malam yang indah.


Dari tempatnya berdiri Xiuhuan dapat melihat Chang yi berada di antara kerumunan orang-orang, ia sepertinya tengah melihat anak-anak kecil yang tengah bermain. Chang yi hanya terdiam di saat semua orang tengah bersenang-senang, dari dekat tatapannya yang sendu juga kembali terlihat.


"Seandainya adik ku masih hidup" ujarnya yang terdengar lirih.


"Changpu apa kabar?" lanjut Chang yi yang kemudian melihat langit malam dengan di penuhi taburan bintang.


Tidak lama Chang yi kembali menurunkan pandangannya dan di saat itu juga dia melihat Xiuhuan dari lantai atas tengah berdiri dan melihat ke arahnya. Chang yi lalu berteriak padanya sembari melambaikan tangan kanannya. "Oh, Xiuhuan"


"Kau belum tidur??"


Bersamaan dengan itu tiba-tiba terdengar suara kembang api yang baru saja meluncur ke atas langit yang kemudian meletus dengan berbagai warnanya yang indah, kembang api itu seakan menghiasi langit gelap dan menambah kemeriahan malam. Semua orang di sana yang melihatnya juga terdengar bersorak gembira saat beberapa kembang api di luncurkan ke atas langit.


"Kembang api?" ujar Chang yi.

__ADS_1


Xiuhuan dan Chang yi juga merasa kagum dengan semua kembang api itu, cahayanya bahkan terlihat dari kedua bola mata mereka yang tampak bersinar.


__ADS_2