TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 22 (MASA LALU YANG TAK TERSELESAIKAN)


__ADS_3

Lagi-lagi ingatan masa lalu kembali muncul dalam benaknya, ia mulai memperhatikan penampilan pemuda yang sekarang berdiri jauh di hadapannya, dan saat melihat wajah dengan kain hitam itu Chang Yang membayangkan dia adalah putranya yang sembilan belas tahun lalu terpisah dengannya.


Jauh dari sekarang tepatnya sembilan belas tahun yang lalu ...


Malam kala itu terasa hangat di sertai cahaya dari rembulan, dari jauh sayup-sayup terdengar suara kelompok kuda tengah berlari mendekat pada sebuah bangunan besar yang tidak lain adalah istana, dan dari balik gerbang tampak seorang wanita merupakan permaisuri tengah menanti salah seorang dari mereka tengah menunggangi kuda dan mendekat padanya. Ia tidak sendiri, di sampingnya berdiri seorang anak kecil berusia sekitar tujuh tahun sama sepertinya tidak berhenti memandang ke arah luar gerbang seraya tersenyum bahagia, seperti tengah menanti seseorang yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


Benar saja tidak lama datang sekelompok orang dengan kuda, yang dimana mereka terlihat mengenakan sebuah pakaian perang beserta pedang di masing-masing tangannya. Kemudian salah seorang dari kelompok itu yang berada di barisan paling depan turun dari kudanya, dari wajahnya ia amat senang lantaran setelah sekian lama dirinya pergi akhirnya kembali. Matanya tidak berhenti menyorot dua orang yang tengah berdiri jauh di hadapannya, bibirnya juga tersenyum.


Satu persatu ia melihat mereka dua orang yang sangat berharga di hidupnya, yaitu istri serta anak laki-lakinya. Akhirnya setelah empat tahun lamanya Chang Yang kembali dari peperangan dan bertemu dengan keluarganya.


Untuk sejenak kejadian itu kembali ia ingat terlebih saat melihat putra kecilnya yang pada saat itu tersenyum bahagia menanti kepulangannya, sampai detik ini Chang Yang masih mengingat bagaimana sebuah senyuman terukir di wajah putranya, serta kedua matanya yang seakan menunjukkan kerinduan selama empat tahun.


Di saat semua ingatan itu kembali yang sesaat membuat pikirannya teralihkan, sebuah sihir menjalar hendak mendekatinya dari arah belakang. Untung saja ia menyadari kehadirannya, Chang Yang kembali mengeluarkan pedang miliknya untuk melawannya.


"Sial dia menyadarinya" ujar lelaki yang baru saja akan menyerangnya dari belakang di saat ia tidak memperhatikan.


Xue Fang yang menyadari keadaan Liu Changhai semakin memburuk pada saat itu juga ia membantunya dengan sihir penyembuhan yang di kuasainya. "Dasar bodoh! seharusnya kau menyadarinya, setelah ini apa kau benar-benar akan menikahi adik ku? Liu Changhai, kau bahkan tidak bisa menjaga diri sendiri lantas bagaimana adik ku nanti?"


Liu Changhai yang tidak berdaya hanya bisa terdiam sembari memegang dadanya, akan tetapi dari raut wajahnya ia terlihat kesal. Entah kenapa, mungkin saja karena perkataan Xue Fang padanya.


Di sisi lain lelaki itu mulai menyerang Chang Yang dan membuatnya terpojok lantaran dua serangan sekaligus, "Aku tidak mengerti, tuan Chang Yang tangan kanan Jiao long ternyata selemah ini?"


"Slash, "terdengar suara pedang dari keduanya yang saling beradu.


Chang Yang lalu membuat sebuah jarak yang dimana setelahnya secara perlahan ia menyentuh bagian tajam dari pedangnya, sebuah percikan petir tampak menyelimuti pedang itu. Chang Yang kemudian melompat begitu tinggi hendak menyerangnya dari atas.


"Begitu ya, "Lelaki itu kini mengeluarkan sebuah ular besar, lalu ular itu meliuk dengan cepat ke arahnya.


Xue Fang dan Liu Changhai hanya tercengang melihatnya. Saat ular merah itu semakin dekat dengannya Chang Yang lalu merubah posisi pedang di tangannya begitu juga dengan tubuhnya, ia kemudian menusuknya tepat di tengah kepala ular itu yang dimana di sana terdapat sebuah tanda kutukan berbentuk lingkaran.


Saat pedang menusuk kepala ular kini giliran lelaki itu yang memuntahkan darah dari mulutnya, rasa sakit tidak dapat ditahannya lantaran pedang itu seperti menusuk tepat di jantungnya. Melihat musuhnya telah kalah Chang Yang berjalan mendekatinya, namun saat sebelum ia lebih dekat dengannya tubuh lelaki itu menghilang di telan sekumpulan asap merah.

__ADS_1


"Jia li, "kondisi Liu Changhai semakin memburuk darah tidak berhenti keluar dari mulutnya, tubuhnya juga semakin melemah. Liu Changhai yang sudah tidak berdaya pada akhirnya tidak sadarkan diri.


"Liu Changhai?" ujar Xue Fang.


"Mari kita bawa tubuhnya masuk" sahut Chang Yang.


...****************...


Hari berganti menjadi pagi Chang yi bersama dengan Xiuhuan kini tampaknya sedang berada di luar, perayaan untuk menyambut pertunangan Jia li dan Liu Changhai pun masih belum berakhir di karena kan akan terus berlangsung selama tujuh hari.


"Dia orangnya" ujar Chang yi seraya menunjuk seorang pedagang.


Saat Chang yi menunjuknya pedagang itu memperlihatkan reaksi kebingungan, dia tidak mengerti apa maksudnya. "A-Ada apa ini?"


"Tuan pedagang, kau kemarin bercerita padaku tentang sebuah negeri bernama Nan Yun"


"Bercerita? ahhh ya aku ingat, kau pemuda kemarin aku baru mengingatnya"


"Tidak, bukan itu tujuan ku kemari. Aku ingin kau kembali menceritakan kisah negeri Nan Yun pada teman ku Xiuhuan"


"Mengapa harus aku? kau bisa menceritakannya sendiri"


"Kau benar, tapi dia tidak percaya"


Tiba-tiba pedagang itu memukul meja tempatnya berdagang dengan sangat keras, "jadi kau tidak percaya!! bagaimana bisa?"


"Tentu saja, semua yang di katakan-nya tentang tempat itu sangat tidak masuk akal" balas Xiuhuan sesaat menoleh pada Chang yi dengan senyuman mengejek terpampang jelas dari wajahnya.


Chang yi yang menyadarinya lantas membalas perkataannya. "Xiuhuan sepertinya selama ini kau hidup dalam batu? bagaimana bisa kau tidak mengetahuinya? bukankah kau seorang pertapa?"


"Ya dia benar, dari tampang mu juga pakaian mu semuanya benar. Sebuah kekuatan besar bersarang di dalam tubuh mu, seluruh petapa di penjuru semesta mengetahui tempat itu bahkan mereka selalu bercerita kepada orang-orang awam seperti ku dan teman mu" sambung pedagang, ia sama seperti Chang yi tidak terima dengan perkataan Xiuhuan.

__ADS_1


"Kalau begitu ceritakan padaku tentang tempat itu"


Pedagang menceritakan semua tentang negeri Nan Yun pada Xiuhuan lengkap dengan masa lalunya, namun sayangnya Xiuhuan terlihat menguap dan pura-pura tidak mempercayai ceritanya. Sebenarnya ia sangat percaya keberadaan tempat itu karena di sana dia dilahirkan, akan tetapi untuk menutup rapat rahasianya Xiuhuan terpaksa berbohong. Ia sangat senang melihat tingkah konyol Chang yi dengan pedagang itu yang membuatnya harus menahan tawa.


"Jadi seperti itu negeri Nan Yun" ujar pedagang.


"Begitu, sama saja dengannya"


"Mengapa kau begitu keras kepala!! aku sudah menceritakan semua kebenaran tentang tempat itu. Katakan, kau ingin membayar berapa? dan berapa kali aku harus bercerita?"


"Itu tidak perlu, semuanya hanya omong kosong"


Di saat mereka tengah berbicara tiba-tiba tiga orang prajurit dengan menaiki seekor kuda menyuruh semua orang yang ada di sana untuk mendengar apa yang akan di katakan-nya. Orang-orang yang sebelumnya bersuara pun mendadak terdiam lantaran mereka semua takut jika tidak mendengarnya maka ketiga orang itu akan melaporkannya pada Jiao long.


"Dengarkan, tadi malam telah terjadi penyerangan di istana dan membuat calon suami nona Jia li terluka parah. Sekarang kami akan memeriksa kalian satu persatu, karena mungkin saja orang yang melakukan penyerangan masih berada di sekitar sini dan mungkin itu salah satu dari kalian" teriak salah seorang prajurit.


Ketiga prajurit itu kemudian turun dari kuda mereka dan mulai memeriksa satu persatu orang-orang yang sekarang ada di sana, itu termasuk Chang yi dan Xiuhuan. Saat giliran mereka salah seorang prajurit terlihat memeriksa wajah keduanya, "bukan mereka" ujarnya.


Chang yi yang merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi lantas bertanya. "Ma-Maaf aku ingin bertanya, seperti apa orang yang menyerang istana semalam?"


Sebentar prajurit itu memperhatikan penampilannya, dia juga memasang senyuman meremehkan. Xiuhuan yang melihatnya lalu berkata. "Jika anda tidak ingin mengatakannya sekarang pergilah dan periksa yang lainnya, karena jika anda tidak melaksanakan perintahnya dia pasti akan melakukan sesuatu yang akan anda sesali, sampai kapan pun"


Yang baru saja di katakan Xiuhuan sebenarnya membuat prajurit itu kesal lantaran ia merasa Xiuhuan baru saja mengusirnya, tapi ia tidak bisa melakukan apa pun karena orang yang menyuruh mereka tidak ingin menunggu lama, jika para prajurit itu terlambat sedikit saja maka orang itu yang tidak lain adalah Chang Yang akan membunuh ketiganya tanpa mendengarkan ampunan. Prajurit itu kemudian pergi meninggalkan keduanya, dari caranya memandang Xiuhuan dan Chang yi memang terlihat jelas ia sangat marah.


Setelah kepergiannya Xiuhuan tampak menoleh pada Chang yi dan melihatnya tengah berpikir. "Ada apa?" tanya Xiuhuan.


"Tadi prajurit itu mengatakan tunangan nona Jia li mengalami luka parah, dan itu artinya ..."


"Artinya apa?"


"Xiuhuan kita bisa memanfaatkannya untuk memasuki istana, kemarilah aku punya rencana," Chang yi meminta Xiuhuan mendekat padanya.

__ADS_1


__ADS_2