
Setelah membantunya berdiri Chang yi berjalan mendekati meja dan menaruh mangkuk yang tengah di pegangnya, saat setelahnya ia tampak terdiam seraya melihat jendela yang jaraknya beberapa langkah darinya. Dari tempatnya berdiri Chang yi dapat melihat ribuan salju turun dari langit, udara di dalam terasa hangat akan tetapi tidak jika ia berada di luar. Bersamaan dengan itu semua kenangan masa kecilnya kembali dalam ingatannya terutama saat bersama dengan adiknya, rasa rindu pun kini harus dirasakannya, hal itu wajar saja karena di tempat ini lah Chang yi dilahirkan dan menjalani sebagian masa kecilnya.
"Pada akhirnya aku kembali" ujarnya yang terdengar berbisik.
Xiuhuan yang berdiri di belakangnya terlihat berjalan mendekatinya, yang kemudian ia berhenti di samping pemuda itu, sama sepertinya Xiuhuan juga melihat ke arah jendela. Namun sesaat dia menoleh pada Chang yi dan setelahnya Xiuhuan kembali mengalihkan pandangannya, ia lalu berkata.
"Tak ku sangka akan menginjakkan kaki di tempat ini, musuh sangat dekat dan jika dia tahu apa yang akan kita lakukan padanya entah apa yang akan terjadi"
"Jalan takdir memang tidak bisa kita tebak, apa pun yang terjadi di depan sana adalah jalan yang harus kita langkahi, namun jika ingin kembali melihat ke belakang maka kita harus mempersiapkan diri untuk bertemu dengan masa lalu yang kelam. Meskipun kenangan itu indah tetapi jika kita rasakan untuk kedua kalinya akan terasa berbeda"
Xiuhuan tersenyum saat setelah mendengar perkataannya, ia juga memperhatikan salju yang turun. "Aku tidak ingin kembali ke sana meski seseorang memaksa ku, mungkin saja di langkah ku berikutnya akan berbeda. Sesuatu yang dahulu pernah ku harapkan mungkin saja terjadi sebentar lagi"
"Yang kau katakan benar, mungkin saja di jalan atau langkah berikutnya semua akan berbeda dan apa yang selama ini kita inginkan pasti akan terjadi"
Setelah mengatakan itu Chang yi kemudian berbalik dan melihat Xiuhuan, "tidak akan ada akhirnya jika terus melihat masa lalu, semua itu hanya kenangan yang akan tetap seperti itu"
"Sekarang mari kita pergi ke luar, mungkin saja kita akan mendapatkan sebuah ide untuk memasuki istana. Tidak ada yang tahu apa yang akan kita temui di luar nanti, mungkin saja sesuatu yang sangat mengejutkan?"
Sembari menoleh Xiuhuan membalasnya. "Mengajak ku dan tidak peduli bagaimana keadaan ku saat ini"
"Ah haha aku melupakannya, baiklah kau di sini saja biar aku pergi sendiri. Sabarlah beberapa jam setelah ini perut mu tidak akan sakit"
Chang yi pergi meninggalkan Xiuhuan dan membiarkannya istirahat, selagi dirinya berada di luar ia berharap mendapatkan sebuah cara untuk memasuki istana dan menyelesaikan perjanjiannya dengan Qiaofeng.
...****************...
__ADS_1
"Kemarilah harga buah di sini lebih murah, ukuran juga lebih besar"
Suara teriakan dari para pedagang kini terdengar beserta riuhnya orang-orang di sana, Chang yi yang berada di antara mereka sepertinya tengah mencari sesuatu, matanya tidak berhenti melihat ke sana ke mari, ia lalu berjalan mendekati salah seorang pedagang. Di sana ada banyak barang yang sama sekali belum pernah dilihatnya, satu persatu Chang yi mengamatinya namun tidak lama ia berhenti saat matanya melihat sebuah busur lengkap beserta anak panahnya terpampang di sana.
"Busur? mengapa kau menaruh busur di antara semua barang ini? bukankah kau tidak di perbolehkan menjual benda tajam seperti itu?" tanyanya pada pedagang.
"Ya kau benar, tapi benda ini sangat mahal dan langka aku mendapatkannya dari seorang mayat pemburu monster"
"Pemburu monster?"
"Dua minggu yang lalu setelah pulang berdagang seorang pemuda dengan sekujur tubuhnya di lumuri darah datang menghampiri ku saat malam hari, dia seperti tengah sekarat bahkan berbicara pun begitu kesulitan. Pemuda itu mengatakan jika dirinya adalah seorang pemburu yang berasal negeri Nan yun"
"Nan yun? aku baru mendengarnya"
"Benarkah? semua orang di seluruh semesta mereka bahkan mengetahuinya, bagaimana bisa kau tidak tahu??"
"Nan yun adalah negeri yang di kelilingi dua gunung besar, masing-masing gunung memiliki nama dari dua elemen yang sering kita jumpai di semesta ini. Yaitu huo, shui"
"Gunung Huo, tempat itu di huni oleh ribuan monster juga manusia yang berubah menjadi iblis. Sedangkan Shui banyak yang percaya dahulu di sana tempat para roh tinggal saat sebelum mereka berkelana dan menetap di hutan suci, selain itu Nan yun adalah negeri kelahiran para pendekar. Di sana mereka semua di latih untuk menjadi kuat, namun sayangnya banyak yang tidak tahu dimana negeri itu berada, para leluhur mengatakan hanya orang yang tersesat dan tidak memiliki arah tujuan yang pasti akan menemukannya"
Pertama kalinya Chang yi mengetahui ternyata ada sebuah negeri bernama Nan yun, saat mendengarkan bagian awal cerita pedagang itu ia sebenarnya tidak percaya dan menganggap apa yang dikatakannya hanya omong kosong agar dia membeli busur yang dijualnya, akan tetapi saat kata roh keluar dari mulutnya Chang yi mulai percaya dengannya. Ia mempercayai itu lantaran sejak kecil orang tuanya sering bercerita padanya tentang para roh dan keberadaan mereka yang benar ada, bukan hanya itu saat ini seseorang yang selama ini berjalan di sampingnya juga seorang roh. Sekarang kepalanya di penuhi oleh banyak pertanyaan, dimana tempat itu berada?
"Tuan?, "lamunannya teralihkan saat pedagang itu terus memanggilnya.
"Ma-maaf aku tadi sedang berpikir haha"
__ADS_1
"Apa kau memikirkan tempat itu?"
"I-Iya, setelah mendengar cerita mu aku jadi penasaran seperti apa tempat itu?"
"Orang-orang bilang tempat itu sangat indah, jika kau ingin tahu lebih banyak pergilah ke perpustakaan yang ada di sebelah sana, ada banyak buku tentang negeri Nan yun yang di tulis oleh beberapa pendekar yang pernah berlatih di sana, kau bisa membacanya sampai puas"
"Oh baiklah sekarang juga aku akan berkunjung ke sana, terima kasih ini pertama kalinya aku mengetahui tempat itu"
"Ah ya sama-sama, entah mengapa tapi aku merasa kau akan menemukan negeri Nan yun. Suatu hari nanti kau pasti menginjakan kaki di sana dan melihat sesuatu yang tidak pernah kau lihat selama ini"
Mendengar ucapannya Chang yi hanya tersenyum, ia kemudian pergi dan berniat mengunjungi perpustakaan. Entah kenapa tapi cerita pedagang itu membuatnya sangat penasaran dengan negeri Nan yun, di dalam hatinya ia merasa tempat itu memang benar ada. Chang yi juga penasaran jika ia pergi ke sana apa yang akan terjadi?
Beberapa saat kemudian ia akhirnya tiba di depan perpustakaan, Chang yi lalu berjalan masuk ke dalam, tempat itu cukup besar dengan banyak buku yang tersusun di beberapa rak. Namun sayangnya di sana hanya ada seorang gadis muda yang sedang duduk dan membaca seraya membelakanginya. Saat setelah berada di dalam Chang yi lalu mendekati sebuah rak untuk mencari buku yang di carinya, lama mencari akhirnya ia menemukan sebuah buku dengan sampul warna putih yang bertuliskan negeri Nan yun. Dan tanpa menunggu lama saat itu juga dia langsung membacanya. Wajahnya terlihat begitu serius membaca setiap huruf serta kalimat yang tertulis di buku itu, Chang yi juga sangat teliti membaca setiap bagian buku tanpa satu lembar kertas terlewat.
"Saat membaca semua tulisan ini aku merasa tempat itu sangat nyata dan bahkan aku dapat membayangkan bagaimana rupanya"
Sembari masih membaca ia berjalan mendekati meja dan kursi lalu duduk di sana, "banyak sekali peraturan di tempat itu, sepertinya aku tidak akan tahan jika tinggal di sana"
Saat Chang yi membuka halaman selanjutnya ia sangat terkejut melihat sebuah lukisan seorang lelaki yang berusia sekitar empat puluh tahun dengan nama Yu xiang berada di sana, sesuatu yang membuatnya lebih terkejut sekaligus tidak percaya lukisan itu ternyata sama seperti lukisan yang pernah di lihatnya saat berada di rumah wanita tua yang menolongnya dan Xiuhuan. Lelaki itu ternyata dahulu seorang dewa roh, namun sayangnya ia harus tewas di tengah peperangan lantaran kalah dari Jiao long yang saat itu memiliki dua jiwa murni roh di dalam tubuhnya serta sihir hitam yang ia peroleh dari monster di hutan pedalaman.
Dari sana Chang yi juga baru mengetahui ternyata saat sebelum pergi menemui roh di hutan suci dan membuat sebuah rencana menghancurkan tempat itu, beberapa tahun sebelumnya Jiao long pergi melakukan meditasi di hutan pedalaman untuk memperoleh sihir hitam dari para iblis dan monster yang tinggal di sana.
Chang yi sangat tidak percaya dengan apa yang sedang di bacanya saat ini, semua ingatan saat dirinya berada di tempat wanita tua yang pernah menolongnya kembali muncul dalam pikirannya, dia terus bertanya-tanya apakah wanita tua itu adalah Yu xiang? akan tetapi bukankah dia sudah tiada sejak ratusan tahun lalu?
"Tunggu sebentar, seharusnya aku memikirkan hal ini saat itu, bagaimana wanita tua itu membawa ku dan Xiuhuan sampai ke rumahnya? dia sudah sangat tua dan berjalan menggunakan tongkat kayu, mengapa saat itu aku percaya ia membawa ku dan Xiuhuan sendirian?"
__ADS_1
"Itu artinya ...?"
Dari belakangnya tiba-tiba seseorang memegang bahunya, Chang yi yang tengah melihat lukisan Yu xiang sontak langsung menutup rapat buku yang tengah dia baca.