TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 25 (PERSETUJUAN)


__ADS_3

"Tuan Chang Yang"


Chang Yang tidak menggubrisnya, ia berjalan mendekati Jia li dan melihat Xiuhuan yang tengah bermeditasi. "Siapa mereka?"


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf karena telah lancang membiarkan orang asing memasuki istana, kedua orang ini adalah petapa dan muridnya. Petapa itu tahu banyak tentang kutukan yang ada di tubuh Liu Changhai, jadi ku fikir selain mengobati Liu Changhai mereka juga dapat membantu kita mencari informasi tentang orang yang memasuki istana tadi malam"


"Seharusnya anda bertanya terlebih dahulu pada saya, bagaimana jika mereka ada sangkut pautnya dengan orang semalam? kedatangan mereka cukup mengejutkan apa lagi dua orang ini tahu banyak tentang sihir itu, "Chang Yang mengerutkan alisnya dan tidak berhenti memandang Xiuhuan.


"Tenang saja kami tidak memiliki hubungan apa pun dengannya, "masih dengan senyuman yang terpasang di wajahnya Chang yi melangkahkan kakinya mendekati Chang Yang.


"Anda tidak perlu khawatir aku dan guru petapa bersih dari kejahatan"


Mendengar ucapannya Chang Yang berbalik melihatnya, dari matanya ia tampak mengamati penampilan pemuda itu. "Dari mana kalian berasal?"


"Kami bukan dari desa atau pun kota, aku dan guru ku sejak kecil di besarkan di hutan. Tujuh tahun yang lalu kami berdua memutuskan untuk menjadi seorang pengelana dan mengelilingi semesta, itu pun jika umur kami cukup"


Chang Yang lalu sedikit melangkah mendekatinya, sesaat ia melihat kedua bola mata Chang yi. "Jadi kalian berasal dari hutan?" tidak lama dia kembali berbicara.


"Iya tuan" balas Chang yi yang setelahnya bergumam. "Ah haha jujur saja berbohong bukan keahlian ku, mungkin"


Setelahnya Chang Yang tidak mengatakan apa pun dan terdiam, Jia li yang berdiri di belakangnya berkata ...


"Izinkan mereka tinggal di sini untuk beberapa saat sampai Liu Changhai pulih sepenuhnya"


Mendengar itu Chang Yang kemudian berbalik. "Saya akan bertanya pada raja apa dia mengizinkan mereka tinggal di sini atau tidak"


"Mengapa harus bertanya padanya? bukankah kau yang seharusnya memutuskan? dari dahulu sudah seperti itu bukan?"


"Tamu kali ini berbeda, salah seorang dari mereka seorang pertapa dan itu artinya dia bukan orang biasa, di dalam tubuhnya ada sebuah kekuatan yang tidak kita ketahui saat ini. Kita tidak pernah tahu mungkin saja dia akan menggunakannya untuk menyerang istana bahkan raja" Chang Yang kembali melihat Xiuhuan.

__ADS_1


"Tapi!"


"Maaf nona Jia li saya harus melakukannya, saya tahu anda tidak menyukai raja bahkan tidak dekat dengannya. Bagaimana pun juga dia adalah pemimpin di negeri ini juga orang tua anda, dan sudah menjadi kewajiban saya sebagai tangan kanannya untuk melaporkan setiap hal yang bersangkutan dengan keamanan istana"


Setelah itu Chang Yang berjalan pergi meninggalkan Jia li dan yang lainnya di sana, Jia li terlihat kesal dengannya karena ia harus meminta izin terlebih dahulu pada raja. Jia li tahu ayahnya yang tidak lain adalah raja pasti tidak akan mengizinkan mereka tinggal di istana, terlebih salah seorang dari mereka adalah petapa orang yang paling tidak di sukainya.


"Nona Jia li?" Chang yi yang masih berada di sana melihat kekesalan di wajahnya.


"Maaf, kau tidak perlu khawatir aku berjanji kalian pasti akan tinggal di sini sampai Liu Changhai sehat kembali" sama seperti Chang Yang gadis itu kemudian pergi keluar entah akan kemana.


"Jadi dia tidak menyukai seorang pertapa?" ujar Chang yi seraya berbisik, setelahnya ia pergi meninggalkan tempat itu dengan beberapa pelayan yang hendak menunjukkan kamarnya.


Saat berjalan menuju kamar Chang yi diam-diam melihat apa yang dia lewati, saat berada di luar matanya tidak sengaja melihat sebuah bangunan besar jauh beberapa meter darinya. Ia merasa di sana ada sesuatu yang jika Chang yi melihatnya dia akan terkejut.


"Bangunan itu aku belum pernah melihatnya" batinnya sembari berjalan mengikuti beberapa pelayan.


Di tempat lain Chang Yang bertemu dengan Jiao long, ia memasuki sebuah ruangan tempat biasa dirinya bertemu dengan raja, tempat itu adalah bangunan yang dari luar Chang yi lihat. Di dalam Jiao long ternyata tengah bermeditasi dengan beberapa lilin dengan api merah menyala di hadapannya.


Mengetahui kehadirannya Jiao long membuka matanya dan melihatnya, kemudian ia berkata. "Biarkan mereka tinggal di sini sampai Liu Changhai kembali sehat, aku sangat tertarik pada salah satu dari mereka"


"Tidak ku sangka ternyata salah satu karakter dari cerita legenda itu keluar dari persembunyiannya, yang paling mengejutkan dia bersama dengan seorang manusia dan memasuki wilayah musuh" Jiao long tersenyum menyeringai, dengan mudah dia mengetahui penyamaran keduanya.


"Roh? apa salah seorang dari mereka adalah roh?" Tanya Chang Yang dengan terkejut.


"Ada apa Chang Yang? hal sekecil itu kau tidak menyadarinya?"


Chang Yang tampak tertunduk. "Maaf, akhir-akhir ini ada sesuatu mengganggu fikiran ku"


"Cepat selesaikan masalah mu, aku tidak ingin rencana ku berantakan hanya karena urusan pribadi mu"

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi tuan, aku berjanji"


"Terus awasi mereka dari jauh, roh itu sangat berharga bagi ku. Karena kehadirannya aku tidak perlu repot lagi membangkitkan manusia mati untuk menambah kekuatan ku, jiwa murni di dalam tubuhnya sudah lebih untuk ku"


"Baik" ia kemudian pergi meninggalkan Jiao long.


Chang yi akhirnya tiba di kamarnya, saat ia melangkah memasuki kamar pemuda itu sangat kagum dengan ruangan kamar yang begitu luas. "Wahhh ini terlihat mengagumkan"


Setelahnya Chang yi melihat beberapa pelayan. "Terima kasih aku sangat menyukainya, kalian bisa pergi sekarang"


Sebelum pergi para pelayan itu terlihat tersenyum malu-malu melihat ke arahnya kemudian salah seorang dari mereka berkata. "Jika anda membutuhkan sesuatu panggil saja kami"


"Baik terima kasih"


Pelayan lainnya lalu menyahut. "Tuan muda anda terlihat sangat tampan seperti seorang putra mahkota"


"Haha be-benarkah? menurut ku tidak seperti itu," Chang yi mulai merasa heran dengan tingkah para pelayan itu, tapi di sisi lain ia juga merasa senang sekaligus malu mendengar ucapannya.


"Kami harus pergi"


Mereka kemudian pergi meninggalkannya sendiri, sebentar Chang yi memperhatikan mereka pergi sampai keberadaan beberapa pelayan itu tidak terlihat olehnya, setelah tidak melihat mereka lagi ia berkata dengan sangat percaya diri. "Ternyata aku setampan itu"


Chang yi lalu berjalan memasuki kamar hendak beristirahat, saat setelah pintu tertutup perlahan matanya memperhatikan seluruh ruangan di sana.


Chang yi kemudian berjalan mendekati tempat tidur. "Aku tidak percaya ternyata aku kembali, "wajahnya mendadak berubah muram dengan senyuman.


Namun ...


"Plak!, "ia tiba-tiba menampar wajahnya sangat keras dan berusaha menyadarkan dirinya sendiri untuk tidak mengingat masa lalu.

__ADS_1


"Tidak, mengapa aku jadi seperti ini? dasar bodoh!, " untuk kedua kalinya Chang yi menampar wajahnya.


Ia kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari tangannya, benda itu di selimuti sihir merah. Dari dekat terlihat sebagian dari pedang terdapat sebuah darah yang masih baru dan segar. "Sayang sekali padahal aku hampir membunuhnya" ujarnya seraya mengangkat bibirnya dan tersenyum menyeringai.


__ADS_2