
"Xue fang, kau pasti mengetahui identitas salah satu dari dua orang asing itu yang datang kemari, benar bukan?"
" ... Ya saya mengetahuinya, salah satu dari mereka adalah roh" jawab Xue fang sedikit ragu.
"Ternyata benar, putriku mengenali kerabat jauhnya itu"
Di malam yang sudah sangat larut, Xue fang menemui Jiao long. Ia saat ini tengah duduk menghadap padanya, yang terhalang sebuah meja kecil.
Lelaki berusia seratus tahun itu, mengenakan pakaian berwarna hitam yang menutupi sekujur tubuhnya, dan saat ini sedang menuangkan segelas teh hijau untuk Xue fang yang ada di hadapannya.
"Kehadiran pemuda itu adalah sebongkah berlian untuk ku. Jiwa murni di dalam tubuhnya harta yang sangat berharga, "Jiao long tersenyum seraya menggeser gelas yang sudah terisi penuh pada Xue fang.
Kedua tangan gadis itu kemudian mengambil gelas kecil di hadapannya. "Anda sudah mengatakannya pada saya sebanyak ribuan kali, mana mungkin saya tidak tahu dan melupakannya"
"Senang mendengar itu darimu, "Jiao long meminum teh di gelasnya, setelah itu kembali berkata. "Jika memang begitu, kau pasti juga tahu aku sangat terobsesi pada manusia roh?"
Xue fang mengangkat salah satu alisnya, saat mendengar lelaki di hadapannya mengatakan sesuatu yang tidak terduga.
"Itu Sudah pasti, "dia kemudian membalasnya sembari tersenyum.
Akan tetapi, senyuman itu seketika pudar begitu Jiao long kembali berbicara, "tidak sia-sia aku membesarkan mu Xue fang, kau ternyata sangat memahamiku. Kalau begitu, apa kau bersedia membunuhnya untuk ku?"
"Membunuh!"
"Iya bunuh pemuda itu, lalu berikan padaku jiwa roh di dalam tubuhnya"
Kedua tangan Xue fang semakin erat menggenggam gelas di tangannya. "Ternyata anda masih menginginkan jiwa roh suci? mengapa? bukankah anda sudah cukup memiliki banyak kekuatan, dari semua roh yang dahulu pernah anda habisi?"
"Memang, tapi itu semua masih belum cukup. Kau harus tahu Xue fang, manusia tidak pernah puas terhadap apa pun. Mereka akan terus menggali tanah sampai emas di dalamnya habis"
"Kau mengerti maksudku?"
" ... Ya, saya mengerti" ujar Xue fang seraya mengalihkan pandanganya pada teh di dalam gelas.
'Manusia serakah seperti mu, pasti akan mati dengan cara mengenaskan'
Setelah cukup lama berbicara dengan Jiao long, Xue fang sekarang tampak tengah berjalan menuju kamarnya, dan kebetulan pada saat itu ia melihat Chang Yang berada diluar, Chang Yang terlihat sedang berbicara dengan pemuda rekan Xiuhuan.
"Chang Yang? ditengah malam begini, apa yang sedang dia lakukan bersama orang asing itu?" gumam Xue fang.
Tidak lama Xue fang yang baru saja tiba disana, melihat pemuda itu pergi meninggalkan Chang Yang. Lantas dia kemudian mendekati lelaki paruh baya yang masih berdiri di ambang gerbang.
__ADS_1
"Chang Yang?"
Melihat kehadiran Xue fang yang sedang berjalan mendekatinya, Chang Yang sedikit menunduk pada gadis itu, sembari berkata. "Nona Xue fang, mengapa anda masih belum tidur?"
"Tadi dia menyuruhku menemuinya" balas Xue fang yang baru saja tiba di hadapannya.
"Pasti ada alasan mengapa tuan Jiao long melakukannya, bukan?"
"Chang Yang, dia menyuruhku membunuh salah satu pemuda asing itu"
"Membunuh! siapa diantara mereka yang dia ingin kau membunuhnya?, "Chang Yang terkejut mendengar ucapan Xue fang, di dalam hatinya dia berharap itu bukan putranya.
"Jiao long ingin aku membunuh pemuda roh itu"
Mendengar bukan Chang yi yang ingin Jiao long bunuh, seketika ia merasa lega saat sebelumnya mulai khawatir.
"Apa karena jiwa roh di dalam tubuhnya?"
"Memang untuk apa lagi? lelaki tua itu dari dahulu sudah serakah"
"Anda benar, tapi kita tidak bisa berbuat apa pun selain mengikuti semua perintahnya"
Xue fang tiba-tiba menatap wajah Chang Yang dengan serius. "Apa kau pernah berfikir ingin menusuknya dari belakang?"
"Tentu saja keluarga mu"
Chang Yang seketika terdiam, ia mengingat kembali perkataan putranya yang mengatakan, istrinya dan Changpu sudah tiada.
"Mengapa kau tidak bergeming? apa sebenarnya kau ingin kembali pada mereka, dan membuat tempat ini seperti dahulu lagi?" tanya Xue fang.
"Mudah mengatakan, tapi sangat sulit untuk melakukannya. Terlebih, banyak sekali dosa yang sudah saya perbuat selama seratus tahun saya hidup. Dan semua itu tidak bisa di hapus hanya dengan membunuhnya" balas Chang Yang.
"Tetapi, dengan membunuh Jiao long kau bisa menyelamatkan sebagaian rakyat mu yang masih selamat, dan belum menjadi mayat hidup?"
"Nona Xue fang, meski pun saya berhasil membunuhnya, apakah rakyat akan menerima saya kembali setelah semua yang saya lakukan? selama seratus tahun lamanya, dari generasi ke generasi, saya telah membunuh banyak orang-orang tidak berdosa itu"
Ucapan Chang Yang membuat Xue fang terpaku, gadis itu lalu berbalik dan kemudian menatap bangunan megah yang sekarang ada di hadapannya, tidak lain itu adalah istana yang sudah berdiri ribuan tahun lamanya disana.
"Leluhur mu pasti akan sangat bangga pada mu, Chang Yang" ujarnya sembari tersenyum.
Chang Yang menoleh pada Xue fang yang sedang melihat istananya dahulu, ia lalu mengikuti apa yang tengah di lakukannya.
__ADS_1
"Kau merelakan semuanya hanya demi menyelamatkan mereka, rakyat mu. Meski keluarga mu hancur, dan rakyat akan membenci mu. Kau tetap bertahan dan menerima semua itu"
Walau tidak menunjukkannya secara langsung, rasa bersalah serta penyesalan terus menghantui Chang Yang. Itu semua terlihat dari caranya melihat apa yang ada di hadapannya saat ini.
'Berbuat kebaikan di balik kejahatan, ternyata tidak mudah menuai akhir bahagia dari semua itu. Tidak peduli orang-orang dan putraku membenciku. Aku akan menerimanya dengan senang hati'
...****************...
"Sepertinya dia tidak akan selamat" ujar Jia li melihat Liu Changhai, masih terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
"Kau tidak perlu khawatir, dia pasti akan selamat. Percaya saja pada Xiuhuan ... ma-maksudku guru petapa" balas Chang yi yang berdiri di sebelahnya.
'Lagi-lagi aku tidak bisa bersandiwara'
Hari telah berganti, pagi ini Chang yi dan Jia li berada di kamar Liu Changhai untuk melihat kondisinya. Kejadian kemarin siang saat Liu Changhai terbangun, dan sepenuhnya kutukan menyebar di tubuh pemuda itu, dia tidak memberitahunya pada Jia li.
"Semoga saja petapa Xiuhuan, dapat sepenuhnya menyembuhkan Liu Changhai, "Jia li tersenyum melihat Chang yi. "Aku akan pergi berdoa untuk kesembuhannya"
"Pergilah"
Setelah kepergian gadis itu, Chang Yi yang masih berada di kamar Liu Changhai, melihat Xiuhuan sedang melakukan meditasi. Ia sudah terduduk seperti itu semalaman.
"Mengapa Xiuhuan masih melakukannya? padahal semalam aku sudah mengatakan padanya, Liu Changhai akan sepenuhnya sembuh jika tugas ku sudah selesai ... apa Xiuhuan mengira tugas yang ku maskud, adalah sesuatu yang tidak ingin ia lihat?" gumam Chang yi.
'Aku tidak memberitahu Xiuhuan apa rencana ku, dia yang masih belum mengetahuinya sudah sangat waspada seperti ini, kalau begitu bagaimana jika aku memberitahu semuanya?'
Chang yi lalu melihat Liu Changhai yang berada di samping Xiuhuan, "aku minta maaf karena sudah membuat mu jadi seperti ini, Liu Changhai aku berjanji padamu, secepatnya semua kutukan itu akan segera menghilang"
'Begitu juga dengan kehidupan pahitku, semua itu akan menghilang bersama kutukan di dalam tubuh mu'
Tidak lama Chang yi kemudian pergi dari tempat itu, namun sebelumnya ia sempat memperhatikan gumpalan asap merah yang memenuhi ruangan. "Menyedihkan sekali, mereka yang mati secara tidak wajar, menjadi sekumpulan iblis jahat yang di butakan oleh dendam"
Xiuhuan yang menetap di kamar Liu Changhai mendengar jelas isi hatinya. Itu menjadi alasan mengapa ia masih tetap melakukan meditasi.
Berbagai pertanyaan muncul begitu saja di benaknya, saat mendengar suara yang tidak terdengar oleh orang lain, apa rencana pemuda itu? pada siapa dia akan menjalankan rencananya?
Tadi malam Chang yi juga berbohong, bukan?
Dan Xiuhuan juga mengetahui, ternyata orang yang selama ini berjalan bersamanya, mengetahui identitas aslinya.
Apakah Chang yi akan melakukan sebuah dosa besar, yang tidak pernah Xiuhuan bayangkan!
__ADS_1
Semua pertanyaan itu terus bermunculan, bahkan saat sedang melakukan meditasi.
'Chang yi, apa yang akan kau lakukan?'